Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, memberikan arahan terkait pelaksaan protokol kesehatan saat pilkada Serentak, 9 Desember nanti - foto: dok humas Pemkot Makassar

KAREBANUSA.COM, Makassar – Nuansa Pemilihan kepala daerah serentak tahun ini akan berbeda karena adanya pandemic Covid-19. Kebiasaan baru akan diterapkan selama tahapan pemilihan hingga hari H pencoblosan, 9 Desember nanti agar penyebaran Virus Corona ini terhenti.

Kota Makassar, meski sudah dinyatakan keluar dari zona merah penyebaran virus covid-19, bukan berarti bisa lengah dan tanpa pengawasan. Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, menegaskan tak ingin ada cluster baru saat pesta demokrasi berlangsung.

Ia beranggapan, momentum besar inilah yang harus dimanfaatkan semua warga menentukan pilihannya tapi tetap harus menjaga kesehatan pribadi dan juga orang lain. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Ruang Sipakalebbi Kantor Walikota Makassar, Senin (23/11/2020)

“Pilkada jangan sampai membuat grafik bergerak ke atas. Perlu kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai menciptakan cluster baru lagi,” harap Rudy.

Rudy juga meminta pada pihak penyelenggara, dalam hal ini KPU, agar menyiapkan peralatan yang akan dipakai warga saat akan menggunakan hak pilihnya di TPS.

“Jangan lupa siapkan wastafel cuci tangan dan masker. Ini perlu penyelenggara siapkan dan tolong diatur jarak tiap pemilih. Disosialisasi lebih giat lagi protokol kesehatan ke masyarakat. Kita berharap pilkada damai dengan tetap menjaga kesehatan bersama,” tegasnya.

Di Kota Makassar, empat kandidat berjuang mencari simpati masyarakat untuk mendapatkan tongkat estafet kepemimpinan. Semua kandidat juga senantiasa diinformasikan untuk menjaga protokol kesehatan.

Persiapan berupa kertas suara serta kebutuhan lainnya juga sementara disiapkan, termasuk pendataan warga wajib pilih.


Tags: Makassar Pilwali Makassar 2020

Baca juga