Menguasai Sulawesi, Kalla Aspal Siap Ekspansi ke Jawa
KAREBANUSA.COM, Makassar - PT Bumi Sarana Utama atau Kalla Aspal telah hadir di setiap provinsi di Sulawesi, kecuali Manado. Kini, Kalla siap melebarkan sayap bisnisnya ke Jawa.
Tahun depan, unit Bisnis KALLA ini menargetkan akan dengan membangun Terminal Aspal Curah (TAC) di Jakarta Utara (Marunda) atau di Banten.
Hal ini diungkapkan Chief Operation Officer (COO) Kalla Aspal, Burhanuddin Lestim, di Wisma Kalla, Senin (19/9/2022).
"Di Sulawesi kita sudah hadir di semua wilayah, kecuali Manado, di Papua kita ada dua TAC, demikian juga Kalimantan, dan NTT. Kita menargetkan akan memperluas cakupan ke Jawa," katanya.
"Kita melihat peluang di Jawa cukup menjanjikan. Kita melihat banyak proyek-proyek besar," tambahnya.
Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya biasanya melakukan ekspansi tiap 2-3 tahun. Terakhir melakukan akpansi pada tahun 2020 lalu di Pontianak. Karena itu, tahun 2023, Kalla Aspal siap mengembangkan bisnis ke wilayah lain.
Burhanuddin menyebut Kalla Aspal tetap tumbuh meskipun di masa pandemi. Dari tahun 2021 hingga Agustus 2022 ini, Kalla Aspal mengalami pertumbuhan hingga 120 persen.
Selain itu, Kalla Aspal juga telah mengoleksi sederet penghargaan seperti The Best Sales Performance Distributor Region Sulampua 2021, The Best Sales Volume Distributor TAC 2021, serta beberapa penghargaan khusus TAC di beberapa wilayah.
Kalla Aspal percaya diri bisa bersaing di Jawa karena setelah melihat kinerja dalam berbagai proyek nasional. Salah satunya, kontribusi Kalla Aspal di Sirkuit Internasional Mandalika.
“Kami suplai aspal sebesar 60 persen dari total kebutuhan atau menghampiri 6.000 metrik ton pada tahun 2021. Kalla Aspal berpartisipasi dalam suplai aspal jalan di sekitar sirkuit utama Mandalika,” ungkap Marketing & Operation General Manager Kalla Aspal, Muhammad Sadar.
Saat ini Kalla Aspal telah memiliki 13 TAC yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
TAC pertama dibangun di kota Parepare tahun 1988-1990. Kemudian ekspansi ke Palu tahun 1995, lalu Banjarmasin (2001), Samarinda (2003), Kendari (2006), Gorontalo (2009), Mamuju dan Sorong (2011), Jayapura (2012), Bulungan (2014), Luwuk (2015), Lombok (2017), dan Pontianak (2020).
Sementara itu, Sementara itu, Human Capital Business Partner, General Affairs, Health Safety Environment (HCBP GA HSE) Manager Kalla Aspal, Mihrayana Djamil, menyebutkan, pencapaian positif perusahaan tidak lepas dari kinerja baik karyawan.
Mihrayana menyebutkan, untuk menjaga performance dan lingkungan kerja yang baik, perusahaan membuat beberapa program, sala satunya Program Culture yang diberi nama Anti Telat Club.
“Program ini bertujuan untuk menjaga kedisiplinan karyawan. Jadi, di dalamnya, kami membahas isu-isu yang lagi update sekitar 15-20 menit," katanya.
Ada juga program sosial. "Nah, di luar pekerjaan, kami juga memiliki program CSR yang membuat karyawan terjun langsung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambah Mihrayana.
Kemudian program visit customer dan program sosial. “Misal saat hari pelanggan nasional, kita melakukan visit. Program selanjutnya perayaan hal-hal penting,” tuturnya.
Mihrayana mengungkapkan Kalla Aspal juga konsisten menggelar kegiatan Corporate social responsibility (CSR). Terbaru di September 2022 ada gerakan bersih-bersih pantai.
Lalu ada juga penimbunan jalan desa oleh tim Kalla Aspal di Kalimantan Utara. Kalla Aspal juga terlibat dalam gelaran Kalla Youth Fest (KYF) 2022.
“Ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan ke insan muda kalau ada Kalla Aspal di Kalla Group,” kata Mihrayana.(*)
Tags: Kalla Aspal Terminal Aspal Curah (TAC)
Baca juga
- Raih Terminal Aspal Curah Terbaik, Kalla Aspal Borong 6 Penghargaan dari Pertamina Patra Niaga
- Menuju 70 Tahun KALLA, Berkarya dari Timur untuk Indonesia
- Rayakan Hari Jadi Ke-33, Kalla Aspal Targetkan Ekspansi ke Jawa di Tahun 2022
- Kalla Aspal Raih Penghargaan Best Third Party Trading dari PT Pertamina

