KAREBAUSA.COM, Makassar - Kita Bhinneka berkolaborasi dengan Center for Peace, Direktorat Kemahasiswaan dan Penyiapan Karir Universitas Hasanuddin, Conflict and Democracy (CPCD) Universitas Hasanuddin (Unhas) didukung oleh Indika Foundation menggelar pelatihan "Kampus Tangguh". 

Kegiatan berlangsung di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Sabtu-Minggu, 11 dan12 November 2023.

Pelatihan selama dua hari ini diisi sesi oleh Ichsan Malik dari Universitas Pertahanan yang merupakan Fasilitator Perdamaian di Maluku; Irfan Amalee yang merupakan Co-Founder & Executive Director Peacegen.ID untuk materi positive discipline, dan Alwy Rahman yang merupakan budayawan dari Unhas.

“Pada dasarnya ada banyak ragam kekerasan dan kami fokus pada dua bentuk kekerasan, yaitu kekerasan dalam bentuk pengadilan mahasiswa dan tawuran antar kelompok,” ujarnya.

Lebih lanjut, Therry berkata tujuan dilaksanakannya kegiatan Kampus Tangguh ialah mengurangi kekerasan-kekerasan itu di kampus-kampus yang ada di kota Makassar. 

Menurut Therry, mahasiswa memiliki kesadaran akan buruknya kekerasan, tapi masih kesulitan mencari alternatif untuk menyelesaikan hal tersebut. Karena itulah materi positive discipline hadir.

Selain itu, materi seperti faktor budaya penting agar peserta memahami adanya budaya maskulinisme yang membuat konflik tercipta. Hal ini di backup oleh Penelitian KITA Bhinneka Tunggal Ika sejak 2018.

Acara ini dihadiri Syahidah, Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan dan berbagai organisasi mahasiswa lainnya, seperti Kemajik dan BEM Fakultas lainnya.

Pelatihan Kampus Tangguh ini merupakan rangkaian dari keseluruhan kegiatan "Kampus Tangguh". Sebelumnya telah terlaksana Forum Community Score Card dan Participatory Action Research.

Kedepannya, Kampus Tangguh diharapkan dapat dilaksanakan di Universitas lain selain Unhas.


Tags: Kampus Tangguh KITA Bhinneka Tunggal Ika Unhas

Baca juga