Ilustrasi banjir dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

KAREBANUSA.COM, MEDAN - Sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dilanda banjir bandang sejak Selasa (25/11/2025).

Tidak hanya banjir, beberapa titik di Sumatera Utara juga mengalami bencana alam longsor.

Polda Sumatra Utara mencatat, ada 86 laporan kejadian bencana alam melanda wilayah Sumut pekan ini denga rincian 59 titik berupa tanah longsor, 21 titik banjir, 4 titik pohon tumbang, dan 2 kali terjadi puting beliung.

Total, 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak bencana alam hidrometeorologi ini.

Kepolisian memetakan lokasi bencana alam ini terjadi di Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan.

Bencana juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Padangsidimpuan.

Bencana tanah longsor terjadi Kecamatan Sibolga Utara, tersebar di beberapa titik di Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, dan Sibual-buali.

Tanah Longsor juga terjadi di Kecamatan Sibolga Selatan, tepatnya di Kelurahan Parombunan dan Aek Mani.

Adapaun longsor juga terjadi di Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, dan Pancuran Kerambil yang berada di Kecamatan Sibolga Sambas.

Longsor juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota.

Sementara bencana longsor dan banjir Bandang terbesar terjadi di Kabupaten Sibolga dan Tapanuli.

Aliran air cukup deras membawa lumpur dan batang pohon serta puing menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. 

Di beberapa titik, ketinggian air hingga mencapai atap rumah warga. Sejumlah warga bahkan panik dan berharap bantuan segera datang.

Per Kamis (27/11/2025), tercatat 72 orang menjadi korban bencana alam ini. Rinciannya, 24 orang meninggal dunia,luka ringan sebanyak 37 orang, dan 6 korban luka berat, demikian dilansir dari tribratanews.sumut.polri.go.id.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, pihaknya menerima laprana ada 5 orang hilang.

"Masih dalam pencarian 5 orang," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta telah melaporkan dua sistem pemicu cuaca ekstrem di Sumut pada 25 November 2025.

Dua sistem itu, yakni Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu, sedangkan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka.

(*)


Tags: Banjir banjir bandang banjir dan longsor bencana alam Sumatera Utara

Baca juga