Gelar Karya KPTK 2025 Tampilkan Hasil Inovasi Guru Vokasi, Perkuat Transformasi Digital dan Ketahanan Pangan
KAREBANUSA.COM, SUNGGUMINASA - Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV-KPTK) kembali mengadakan Gelar Karya KPTK 2025 di Gedung Serbaguna BPPMPV, Jalan Diklat No 30, Pacellekang, Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung dua hari, 5-6 Desember 2025 ini mengusung tema “Memperkuat Transformasi Digital dan Ketahanan Pangan”.
Ini menjadi panggung bagi para guru vokasi untuk menunjukkan hasil pelatihan berbasis industri yang telah diimplementasikan di sekolah masing-masing.
Tidak hanya menampilkan inovasi guru hasil pelatihan, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi kuat antara satuan pendidikan vokasi, mitra industri, akademisi, dan pemerintah.
Gelar Karya 2025 yang menegaskan peran pendidikan vokasi dalam merespons kebutuhan era digital dan tantangan pangan global.
Kegiagan ini dibuka yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin SSos MEd PhD, didampingi Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto SAP MSi.
Pembukaan diawali dengan Pedang Pora dari SMK Pelayaran Katangka. Acara dilanjutkan dengan tari Paduppa oleh SMKN 2 Gowa dan pemutaran video kaleidoskop.
Untuk diketahui, pendidikan kejuruan sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 bertujuan menyiapkan peserta didik bekerja dalam bidang tertentu.
Karena itu, guru SMK didorong terus meningkatkan kompetensinya, baik pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional, agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
BPPMPV KPTK selama setahun terakhir menyelenggarakan pelatihan upskilling dan reskilling bagi guru bidang kelautan, perikanan, dan TIK. Hasil karya dari tindak lanjut pelatihan inilah yang dipamerkan dalam Gelar Karya 2025.
Lismanto menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang untuk menunjukkan dampak nyata pelatihan.
"Gelar Karya tahun ini yang ketiga kali dilaksanakan. Kami minta untuk memamerkan hasilnya, nanti ada sekira 35 stand pameran di sini," ucapnya.
Ditambahkan Lismanto, Gelar Karya ini dirancang untuk membuka wawasan generasi muda terhadap peluang masa depan di bidang kelautan, perikanan, dan teknologi.
Lismanto mengungkapkan, pameran ini akan dikunjungi pelajar dari semua jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA/SMK.
“Targetnya dikunjungi lebih dari 10.000 siswa-siswi. Anak didik PAUD menjadi target untu menunjukkan kecintaan terhadap bahari khas Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Sementara bagi siswa SMP, pameran ini dapat memberi gambaran bidang keahlian sebelum mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan memiliki kekuatan di bidang maritim dan harus diperkenalkan sejak dini.
“Dengan adanya pameran ini, kami berharap mereka tertarik pada inovasi-inovasi apa yang bisa dikembangkan, dunia kerja atau dunia usaha apa yang bisa mereka masuki.”
Selain pameran hasil inovasi para guru vokasi, ajang ini juga akan diisi dengan berbagai agenda, seperti talkshow, stand-up comedy, dan fashion show.
Ada juga Literasi Bahari yang berisi berbagai informasi tentang kebaharian. Venue ini yang menampilkan literasi bahari berbasis digital, hingga inovasi pemantauan kedalaman laut dan teknologi perikanan.
"Anak-anak PAUD paling suka karena ada gambar-gambar hidup secara visual digital, mereka bisa lihat ikan dan sebagainya," paparnya.
“Ada juga introduksi para guru dengan industri game, dan ini juga banyak peminatnya, untuk menyeleksi game yang dapat membangun mental, seperti game simulasi,” tambah Lismanto.
Kemudian ada lomba Jawara TIK serta bazar Dharma Wanita.
Selain pameran dan area edukasi, terdapat pula kegiatan donor darah serta berbagai wahana interaktif. “Kami adalah satu-satunya institusi di luar TNI/Polri yang mendapatkan akreditasi keamanan siber,” pungkasnya.
Sementara itu, Dirjen Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin SSos, MEd PhD, menyoroti pentingnya sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
“Bidang Kelautan dan Perikanan penting untuk ketahanan pangan. Sesuai UU pendidikan kejuruan menyiapkan peserta didik agar bekerja dengan kemampuan spesifik. Yang penting adalah kesiapan masuk ke dunia kerja dan kolaborasi dengan dunia industri untuk praktek kerja lapangan,” ujarnya.
Saat berkeliling mengunjungi stand, Tatang menegaskan bahwa dampak pelatihan harus terlihat nyata di sekolah.
“Upskilling dan reskilling guru SMK dan praktik kolaborasi dunia industri, hasilnya ditampilkan saat ini, diharapkan akan diimplementasikan di sekolah, bukan hanya sekolah asal tapi sekolah lainnya," kata Tatang.
"Diharapkan, lulusan lebih siap, produknya mengalami perkembangan, artinya ada pendekatan antara karya dan bagaimana dunia industri,” tuturnya.
Sebagai catatan, total peserta pelatihan upskilling dan reskilling yang terlibat mencapai 939 orang, terdiri atas guru SMK, kepala sekolah, pengawas, serta instruktur kursus dan pelatihan.
Sementara itu, pameran ada 35 stand yang diisi oleh 51 SMK, 5 mitra industri, serta 2 lembaga kursus dan pelatihan.
Isi pameran beragam, ada inovasi pengolahan ikan menjadi makanan siap saji, budidaya ikan hias, hingga teknologi perikanan.
Melalui Gelar Karya KPTK 2025, BPPMPV KPTK menegaskan komitmennya dalam mendukung Pendidikan Bermutu Untuk Semua, sekaligus memperkuat literasi digital, budaya kerja positif, dan kesadaran ketahanan pangan sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.
Pada malam penutupan besok, gala dinner diadakan sebagai bentuk apresiasi bagi peserta dan tamu undangan.
(*)
Tags: BPPMPV-KPTK Gelar Karya KPTK 2025 pengolahan ikan

