Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Triwulan II/2025 Menguat, BBIHPMM Luncurkan Lima Inovasi Layanan Industri
KAREBANUSA.COM, Makassar - Perekonomian Indonesia menunjukkan penguatan pada triwulan II/2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tumbuh 5,12 persen (y-on-y), dengan industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar sebesar 1,13 persen. Tren positif ini sejalan dengan agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Di Sulawesi Selatan, pertumbuhan ekonomi triwulan II/2025 mencapai 4,94 persen (y-on-y).
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 24,27 persen.
Sektor tersebut menghasilkan nilai tambah mencapai Rp188,48 triliun, memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat penggerak industri nasional.
Penetapan Enam WPPI di Sulsel
Melihat potensi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan enam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Sulawesi Selatan.
Penetapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015–2035, yang bertujuan mempercepat pemerataan sektor industri.
Pada tahap III RPJPN 2025–2035, arah pengembangan industri difokuskan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri tangguh berbasis inovasi dan teknologi.
Peran Strategis BSKJI dan BBIHPMM
Kemenperin menetapkan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) sebagai penggerak utama pengembangan jasa industri melalui Permenperin No 1 Tahun 2022. BSKJI diperkuat 24 Unit Pelaksana Teknis, salah satunya Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBIHPMM), yang menjadi satu-satunya balai besar Kemenperin di kawasan Indonesia Tengah dan Timur.
BBIHPMM telah ditetapkan sebagai instansi berstatus Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 244 Tahun 2023.
Status ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi balai dalam inovasi dan peningkatan layanan.
BBIHPMM menyediakan 15 layanan teknis untuk mendukung IKM dan industri menengah. Seluruh layanan telah tersertifikasi dan terakreditasi oleh Kemenperin, URS, KAN, BNSP, KLHK, serta BPJPH.
Kepala BSKJI Kemenperin, Emmy Suryandari, menjelaskan bahwa BBIHPMM memiliki mandat penting.
“Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Hutan dan Mineral ini adalah salah satu
Satker Kementerian Perindustrian yang diberikan mandat untuk melakukan penyusunan kebijakan
terkait standardisasi, kemudian penguatan infrastruktur mutu, pengembangan jasa industri, serta
peningkatan kompetensi SDM industri," kata Emmy Suryandari saat pembukaan Temu Pelanggan dan Mitra Strategis atau Tanda Mata BBIHPMM 2025 di D'Edelweis Ballroom Universitas Fajar, Makassar, Selasa (9/12/2025).
"Dan tentunya, semua proses tersebut, semua pelayanan tersebut, ini bukan hanya untuk memastikan produk industri memenuhi standar, tetapi juga menjadi pondasi penting untuk bagaimana kita bisa meningkatkan kepercayaan pasar, melakukan efisiensi produksi, dan juga usaha keberlanjutan bagi industri,” tambahnya.
Emmy menambahkan pentingnya sinergi berbagai pihak.
“Tentunya dalam kegiatan Tanda Mata hari ini, kami juga berharap semua pihak bisa mengenal lebih dekat berbagai layanan yang ada di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim," katanya.
"Kita bisa berdiskusi dan juga melakukan sinergi karena pelayanan prima tidak hanya berbicara tentang kecepatan dan ketepatan layanan, tetapi juga kepastian mutu, integritas, kompetensi SDM, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar."
"Kami berharap ke depannya BBIHPMM dan yang berada di bawah lingkup Kementerian Perindustrian, terus berkomitmen untuk memperkuat kapasitas balai, digitalisasi layanan, serta memastikan seluruh proses berjalan secara objektif, profesional, dan responsive," tuturnya.
Penguatan Sinergi Industri di Makassar
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Makassar, Drs Andi Muhammad Yasir, menyampaikan apresiasi terhadap peran BBIHPMM.
“BBIHPMM selama ini telah menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah Kota Makassar dan pelaku usaha dalam memberikan pelayanan pengujian, kalibrasi, sertifikasi, pendampingan, serta standardisasi industry," kata Yasir.
"Upaya ini sangat sejalan dengan visi Kota Makassar sebagai kota unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan, yang berfokus pada layanan publik dan inovasi."
"Kami percaya, ketika industri dan mitra strategis berjalan dalam satu visi, maka kita dapat menghasilkan terobosan yang tidak hanya berdampak pada sektor masing-masing, tetapi juga pada kemajuan bangsa,” tuturnya.
Peluncuran Lima Layanan Baru di Tanda Mata 2025
BBIHPMM menggelar Temu Pelanggan dan Mitra Strategis atau Tanda Mata 2025 dengan tema “Pelayanan Prima BBIHPMM sebagai Pilar Penguatan Daya Saing Industri Nasional”.
Kegiatan ini dihadiri 200 peserta dari industri, akademisi, hingga pemerintah.
Pada kegiatan ini, BBIHPMM meluncurkan lima inovasi layanan teknis:
Layanan Pemeriksa Halal (LPH) Utama
Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (LSSM)
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Lembaga Verifikasi Validasi Gas Rumah Kaca (LVV GRK)
Selain itu, maskot Zona Integritas “Daeng Siri” diperkenalkan sebagai simbol komitmen BBIHPMM menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Seluruh pegawai turut menandatangani Pakta Integritas anti-gratifikasi dan anti-KKN.
BBIHPMM saat ini memiliki 182 pelanggan, termasuk 141 perusahaan di enam provinsi di Sulawesi, serta 19 pemda, 16 perguruan tinggi, 3 rumah sakit, dan 3 instansi kementerian.
Plt Kepala BBIHPMM, Muhammad Taufiq, menyampaikan apresiasi kepada mitra industri.
Ia menjelaskan, Tanda Mata 2025 merupakan bentuk apresiasi kepada pelaku industri dan mitra strategis BBIHPMM yang saling mendukung transformasi industri selama 23 tahun perjalanan.
"Kami berharap, lima layanan jasa teknis terbaru dan inovasi Daeng Siri sebagai Maskot WBK menuju WBBM yang diterapkan pada Zona Integritas BBIHPMM dapat menguatkan ekosistem industri dan meningkatkan sinergi antar stakeholder industri,” ucap Taufiq.
Ia menegaskan komitmen balai dalam penyediaan layanan terpadu.
“Dengan semangat One Stop Solution for Industry, BBIHPMM terus meningkatkan layanan jasa
teknis yang menjadi solusi bagi industri, diantaranya pengujian produk, sertifikasi, kalibrasi alat,
inspeksi teknis, industri hijau, pelatihan teknis industry dan peningkatan SDM, lembaga sertifikasi
profesi, lembaga sertifikasi sistem manajemen, optimalisasi pemanfaatan teknologi, konsultansi dan
pendampingan teknis, lembaga pemeriksa halal, verifikasi TKDN, lembaga validasi dan verifikasi gas
rumah kaca,” ucapnya.
(*)
Tags: BBIHPMM pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan Tanda Mata 2025 verifikasi TKDN

