RKAB 2026 Disetujui ESDM, PT Vale Indonesia Pastikan Kelanjutan Operasi dan Investasi Jangka Panjang
KAREBANUSA.COM, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO), perusahaan pertambangan nikel terintegrasi yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan dan merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, resmi mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Persetujuan tersebut diberikan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Disetujuinya RKAB 2026 menegaskan kepastian operasional sekaligus keberlanjutan investasi jangka panjang PT Vale Indonesia sebagai bagian dari ekosistem industri nikel nasional dan rantai pasok global.
Dengan dasar perizinan yang telah terpenuhi, Perseroan kini memfokuskan langkah pada pemulihan penuh seluruh aktivitas operasional dan konstruksi di Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi.
Seluruh kegiatan tersebut dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama serta mematuhi ketentuan perizinan yang berlaku.
Upaya ini dilakukan agar operasional dapat kembali berjalan optimal sekaligus mengejar ketertinggalan akibat penghentian sementara yang sebelumnya dilakukan.
Persetujuan RKAB 2026 juga menjadi implementasi kebijakan Pemerintah yang kembali menerapkan mekanisme persetujuan RKAB secara tahunan, menggantikan skema tiga tahunan yang sebelumnya terintegrasi dengan perizinan dasar lainnya.
Kebijakan ini dinilai memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjaga disiplin produksi dan tata kelola yang baik.
“Dengan dasar perizinan yang lengkap, seluruh kegiatan kami kini berjalan kembali secara normal, patuh, dan berkelanjutan,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk.
Seiring berlakunya RKAB 2026, PT Vale akan melanjutkan rencana operasional dan produksi sesuai dengan persetujuan yang diberikan, sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri pengolahan dan pemurnian nasional.
Berbekal pengalaman lebih dari lima dekade beroperasi di Indonesia, Perseroan terus memberikan kontribusi melalui penerimaan negara dari pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, serta investasi jangka panjang di sektor hilirisasi.
Sejalan dengan agenda Pemerintah, PT Vale juga melanjutkan investasi pada teknologi rendah emisi dan pengembangan kapasitas pengolahan lanjutan, termasuk proyek High Pressure Acid Leach (HPAL), guna meningkatkan daya saing industri nikel Indonesia di pasar global.
Melalui langkah ini, PT Vale Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam membangun industri nikel nasional yang bertanggung jawab, berdaya saing, dan berkelanjutan, dengan menjunjung tinggi prinsip kepatuhan, transparansi, dan tata kelola perusahaan yang baik.(*)
Tags: industri nikel Indonesia nikel berkelanjutan PT Vale PT Vale Indonesia Tbk RKAB 2026
Baca juga
- RDP Komisi XII DPR RI, PT Vale Tegaskan Komitmen Hilirisasi Nikel dan Kepatuhan Operasional
- Pengelolaan Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa Dapat Apresiasi dari Direktur MIND ID
- PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Teken Nota Kesepahaman Mitigasi Bencana
- PT Vale Hibahkan Excavator dan Dukung Rehabilitasi DAS untuk Perkuat Mitigasi Bencana di Luwu Utara
- PT Vale Indonesia Bangun Matano Belt Road dan Normalisasi Sungai Baliase, Hubungkan Malili-Nuha-Sulteng

