Ijin Melayani Ibadah di Gereja, Franky D Tanamal Luput dari Tragedi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
KAREBANUSA.COM - Jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) siang menjadi tragedi penerbangan Tanah Air di awal tahun 2026 ini.
Dalam manifest, ada 11 orang yang berada dalam pesawat tersebut, 8 kru dan 3 penumpang yang merupakan pegawai dari Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP).
Seluruh penumpang dan awak pesawat dikhawatirkan meninggal dunia, apalagi melihat badan pesawat yang hancur dan puing-puing bertebaran.
Hingga saat ini, Selasa (20/1/2026), dua korban telah ditemukan dalam kondiri meninggal dunia, satu laku-laki dan satu perempuan.
Tim SAR Gabungan masih terus melakuan pencarian.
Sejumlah barang milik korban telah ditemukan dan dikumpulkan untuk dievakuasi.
Pencarian terkendala cuaca yang buruk, daerah pegunungan yang berkabut dan hujan deras yang disertai angin kencang.
Namun, ada kisah lain dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang terbang dari Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar itu.
Adalah Franky D Tanamal yang menjadi Teknisi Penerbangan.
Sejatinya, nama Franky ada dalam manifest. Namun, ia selamat dalam tragedi memilukan ini setelah batal ikut penerbangan tersebut.
Kabar ini disampaikan akun Facebook Gemilang Jaya Ban (Mr Rumton St), Minggu (18/1/2026).
Pemilik akun Bernama Rumoton Sitanggang ini berteman dekat dengan Franky D Tanamal.
Dalam unggahannya, Rumoton menyebut Franky tidak ikut penerbangan karena akan melayani alam ibadah di Gereja, Minggu (18/1/2026).
"Puji Tuhan atas segala kemurahanNya, sobatku luput dr MUSIBAH ini (tdk ikut dlm penerbangan beliau izin ke komandannya krn ada pelayanan di greja)," tulisnya.
"Kami sama sama melayani umat Tuhan utk beribadah pagi ini (ibadah Minggu). Itu lah cara Tuhan tdk terselami, Tuhanku Engkau sangat baik," tambahnya.
Rumoton mengatakan bahwa Franky merupakan teknisi pesawat tersebut dan memastikan bahwa pesawat layak terbang. Franky tidak ikut terbang karena memang ijin untuk melayani ibadah Minggu.
"Ini murni musibah,” katanya.
Tidak ikutnya Franky dalam pesawat tersebut dibenarkan PT Indonesia Air Transport (IAT).
Direktur Utama PT IAT, Tri Adi Wibowo, menyatakan bahwa kru yang bertugas dalam penerbangan itu berjumlah tujuh orang, bukan delapan seperti yang tercantum dalam Passenger Manifest.
“Saya menginformasikan klarifikasi dari PT Indonesia Air Transport bahwa kru yang on-board ada tujuh,” ujar Tri dalam konferensi pers di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Sabtu (17/1/2026), dikutip dari Tribunnewsmaker.com.
Tri kemudian merinci tujuh kru tersebut, yakni Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita, serta satu orang lainnya yang belum disebutkan namanya.
Dari daftar tersebut, hanya Andi Dahananto, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita yang namanya tercantum dalam manifest penumpang.
Sementara itu, nama-nama yang tertera di manifest namun tidak termasuk kru pesawat itu adalah lain Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, dan Junaidi.
Meski demikian, pihak PT IAT belum menjelaskan secara rinci penyebab adanya perbedaan data antara manifest penumpang dengan kru yang benar-benar bertugas dalam penerbangan tersebut.
(*)
Tags: ATR Indonesia Franky D Tanamal Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Pesawat ATR Hilang Kontak
Baca juga
- Tim Berhasil Temukan Black Box ATR 42-500 Pada Kedalaman 400 Meter di Gunung Bulusaraung Pangkep, SAR Unibos Ikut Andil
- Menteri KKP Pastikan 3 Pegawainya Merupakan Penumpang Pesawat ATR yang Jatuh di Maros, Ini Identitas Lengkapnya
- Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung Pangkep, Bagaimana Nasib Penumpang dan Kru?
- Kronologi Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros Sulsel Sabtu Siang Bawa 11 Orang, Basarnas Kerahkan Drone Lakukan Pencarian
- Jaga Ekosistem Kepiting, KALLA Tanam 32.000 Bibit Mangrove di Kabupaten Pangkep

