Konflik Timur Tengah: PT Vale Pastikan Operasional Tetap Jalan, Lakukan Efisiensi dan Inovasi
KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Konflik di Middle East atau Timur Tengah akan berpengaruh pada berbagai sektor, termasuk pertambangan.
PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, pun mengaku akan ada dampak pada operasional dengan adanya konflik antara Israel dan Iran yang Meletus sejak 28 Februari 2026 ini.
Situasi di Timur Tengah masih memanas, apalagi setelah pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan rudal.
Head of External Relations Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, konflik global berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas tertentu seperti emas dan energi, sementara proyeksi harga nikel dan turunannya masih belum dapat dipastikan.
Gejolak geopolitik global dapat berdampak langsung terhadap biaya operasional, apalagi jika konflik berlangsung dalam jangka panjang.
"Tentu berdampak ya, terutama pada enegi, khususnya bahan bakar minyak. Karena, kita masih digunakan BBM untuk operasional pabrik," ucap Endra saat Buka Puasa Bersama media di Aloha Makassar, Senin (2/3/2026).
Untuk diketahui, PT Vale masih menggunakan Marine Fuel Oil (MFO) untuk pembakaran di kiln dan aktivitas produksi lainnya.
Konflik di Timur Tengah, di mana Iran menutup Selat Hormuz sebagai jalur minyak global, menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak dan dipastikan Harga pun naik.
"Ini otomatis meningkatkan beban operasional," tambahnya.
Selain energi, PT Vale juga mewaspadai potensi gangguan distribusi bahan baku impor seperti sulfur yang sebagian besar didatangkan dari kawasan Timur Tengah.
Endra menuturkan gangguan jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz dapat memicu lonjakan biaya logistik hingga tiga kali lipat dan memengaruhi struktur biaya produksi.
Di tengah dampak tersebut, PT Vale memastikan tidak ada rencana penghentian produksi dan operasional seluruh proyek tetap berjalan sesuai rencana.
Untuk itu, perusahaan akan memperkuat efisiensi biaya produksi, optimalisasi penggunaan energi, serta pengendalian pengeluaran logistik untuk menjaga kinerja tetap stabil.
"Kita juga meningkatkan inovasi agar bisa menekan biaya produksi," ucapnya.
Dibalik ini, ada melihat peluang jangka panjang pascakonflik berupa peningkatan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang dapat mendorong permintaan logam industri seperti nikel dan besi.
"Kita harapkan konflik ini segera selesai, semua damai Kembali," katanya.
Sementara itu, Head of Corporate Communications PT Vale, Vanda Kusumaningrum, menegaskan perusahaan tetap fokus pada agenda pertumbuhan dan proyek ekspansi yang menunjukkan progres positif sepanjang tahun ini.
PT Vale menyatakan komitmennya untuk tetap adaptif menghadapi dinamika global sembari menjaga keberlanjutan operasional dan strategi pertumbuhan jangka panjang.
(*)
Tags: Endra Kusuma Iran Konflik Timur Tengah Nikel PT Vale PT Vale Indonesia Tbk
Baca juga
- Konflik Timur Tengah Bikin Harga Aluminium Global Melonjak, Industri Otomotif Terancam
- Munafri Arifuddin Imbau Warga Jalani Ibadah Ramadan Hingga Takbiran Tanpa Euforia Petasan
- PT Vale Tegaskan Industri Tambang Harus Jadi Solusi di Tengah Tekanan Harga Nikel Global
- HUT ke-66 Kolaka, PT Vale Revitalisasi Pasar Mekongga dan Resmikan Nursery Terintegrasi Kebun Raya
- PT Vale Catat Produksi dan Penjualan 2,2 Juta Ton Ore Awal 2026, Tegaskan Ketangguhan Operasional

