KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Universitas Muhammadiyah Makassar berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul berdasarkan SK Nomor 0395/LAM-PTKES/AKR/Pro/VI/2026.

Pencapaian ini menjadi catatan penting bagi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Meski tergolong baru, program studi ini mampu langsung memperoleh peringkat tertinggi dalam penilaian akreditasi.

Tidak hanya itu, pengakuan ini didapatkan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Unismuh hanya sebulan setelah mendapat assesmen pada 2-5 Juni 2026 lalu.

Saat itu, kegiatan asesmen bertujuan mengevaluasi mutu penyelenggaraan pendidikan, tata kelola program studi, serta capaian akademik yang telah diraih selama ini.

Kaprodi Pendidikan Profesi Bidan FKIK Unismuh Makassar, Bidan Daswati SSiT MKeb, mengatakan, capaian itu tidak datang secara tiba-tiba. 

Sejak awal, program studi telah diarahkan untuk membangun sistem akademik dan tata kelola yang memenuhi standar mutu secara konsisten.

Ditambahkan Bidan Daswati, proses akreditasi dimulai dari penyusunan visi, misi, tujuan, dan strategi program studi secara jelas. 

Dokumen tersebut tidak hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan administratif, tetapi dijadikan arah dalam pelaksanaan pendidikan profesi bidan.

"Sejak awal program studi ini diarahkan untuk mencapai predikat Akreditasi Unggul. Target tersebut menjadi pijakan dalam menyusun perencanaan, membangun sistem mutu, meningkatkan kualitas sumber daya, dan memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar,” kata Daswati, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, penguatan mutu dilakukan melalui beberapa langkah. 

Di antaranya membangun sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan, memenuhi dan mendokumentasikan seluruh kriteria akreditasi, memperkuat kualitas dosen, serta memastikan kurikulum sesuai dengan standar nasional dan kebutuhan dunia kerja.

Kurikulum program studi, lanjut Daswati, disusun berbasis Outcome-Based Education atau OBE. 

Dengan pendekatan ini, pembelajaran diarahkan tidak hanya pada proses, tetapi juga pada capaian kompetensi lulusan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Selain kurikulum, prodi juga memperkuat kualitas pembelajaran, luaran mahasiswa, prestasi mahasiswa dan lulusan, kerja sama, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta ketersediaan sarana dan prasarana. 

Evaluasi diri juga dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap kelemahan dapat diperbaiki.

"Faktor utama yang mendukung capaian Akreditasi Unggul ini adalah komitmen bersama, kepemimpinan yang kuat, sistem mutu yang berjalan konsisten, serta kesiapan data dan dokumen,” ujarnya.

Daswati tidak menampik bahwa proses akreditasi juga menghadapi sejumlah kendala. Tantangan itu antara lain konsistensi pengelolaan data, kelengkapan bukti kinerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta koordinasi antarunit.

Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui perencanaan yang matang, komunikasi yang intensif, evaluasi berkala, dan kerja tim yang solid. 

Menurut dia, budaya perbaikan berkelanjutan menjadi salah satu kunci agar setiap aspek yang dinilai dapat terpenuhi secara optimal.

Dukungan pimpinan universitas juga menjadi faktor penting. Daswati menyebut, rektorat memberikan arahan strategis, kebijakan, fasilitasi sumber daya, dan dukungan dalam membangun budaya mutu di tingkat institusi.

Di tingkat fakultas, dekanat FKIK turut melakukan pendampingan, penguatan koordinasi, dan dukungan teknis agar program studi mampu memenuhi standar serta indikator akreditasi. Keberhasilan ini juga ditopang oleh pengelola prodi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra eksternal.

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof Suryani As’ad, menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa budaya mutu di lingkungan FKIK terus bergerak. 

Menurut dia, pendidikan profesi bidan memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

"Akreditasi unggul ini menunjukkan bahwa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan memiliki fondasi akademik dan tata kelola yang kuat," tutur Prof Suryani. 

"Namun, capaian ini harus terus dijaga melalui peningkatan mutu pembelajaran, preceptor yg mumpuni dan lahan pembelajaran yang cukup untuk penguatan praktik profesi, serta perluasan jejaring kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan," tambah Prof Suryani.

Ia menambahkan, FKIK akan terus mendorong penguatan sumber daya manusia, sarana pembelajaran, laboratorium, dan lahan praktik. 

Pendidikan tenaga kesehatan, kata dia, harus mampu mengintegrasikan ilmu, keterampilan klinik, etika profesi, empati, dan keselamatan pasien.

Prof Suryani menyampaikan bahwa program studi telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit, dinas kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND), puskesmas, klinik, serta preseptor sebagai wahana pembelajaran.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, menilai capaian Prodi Pendidikan Profesi Bidan sebagai bagian dari konsistensi Unismuh dalam membangun mutu akademik berbasis standar eksternal. 

Akreditasi, menurut dia, bukan sekadar status, tetapi instrumen untuk memastikan proses pendidikan berjalan terukur.

"Capaian unggul ini memperlihatkan bahwa sistem penjaminan mutu di tingkat universitas, fakultas, dan program studi berjalan secara sinergis," kata Prof Andis. 

"Unismuh terus mendorong setiap program studi agar tidak hanya memenuhi standar, tetapi melampaui standar melalui inovasi akademik dan perbaikan berkelanjutan," tambah Prof Andis.

Menurut dia, bidang kesehatan menjadi salah satu sektor strategis yang membutuhkan lulusan kompeten, adaptif, dan berintegritas. Karena itu, integrasi antara kurikulum, praktik profesi, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kebutuhan dunia kerja harus terus diperkuat.

Rektor Unismuh: Itu Amanah, Tetap Jaga Kualitas

Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan FKIK, pengelola Prodi Pendidikan Profesi Bidan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

“Akreditasi unggul ini adalah amanah. Yang paling penting bukan hanya predikatnya, tetapi bagaimana mutu itu hadir dalam layanan akademik, kualitas lulusan, dan kontribusi nyata Unismuh bagi masyarakat,” kata Rakhim.

Ia mengatakan, Unismuh menempatkan akreditasi sebagai bagian dari ikhtiar membangun kampus yang bereputasi dan berdampak. 

Setiap capaian, kata dia, harus menjadi energi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas dosen, memperluas jejaring, serta menghadirkan lulusan yang dibutuhkan masyarakat.

Ke depan, Daswati berharap predikat Akreditasi Unggul tidak berhenti sebagai prestasi kelembagaan. Capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk menjaga mutu program studi secara berkelanjutan.

Program Studi Pendidikan Profesi Bidan FKIK Unismuh, kata dia, berkomitmen memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kerja sama, serta meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Predikat unggul ini menjadi pijakan untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Kami ingin program studi ini terus berkembang dan memberi kontribusi lebih besar bagi institusi, masyarakat, dan dunia kerja, terutama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

(*)



Tags: Akreditasi Unggul Akreditasi Unggul Unismuh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Prodi Profesi Bidan Unismuh Makassar

Baca juga