AHM Ungkap Alasan Honda Vario Eco 160 Tetap Gunakan Rangka eSAF
KAREBANUSA.COM, JAKARTA - PT Astra Honda Motor (AHM) baru-baru ini merilis skuter matik (skutik) premium Honda Vario Eco 160.
Produk ini pun sudah mulai didistribusikan ke daerah-daerah.
Di Makassar, Astra Motor Sulawesi Selatan atau Asmo Sulsel resmi memperkenalkan Honda Vario Evo 160 pada Kamis (9/7/2026).
AHM memastikan Honda Vario Eco 160 tetap menggunakan rangka Enhanced Smart Architecture Frame atau rangka eSAF.
Pemilihan konstruksi tersebut disebut telah disesuaikan dengan karakter motor dan kebutuhan pengendara, khususnya untuk penggunaan harian.
Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi Putro, mengatakan Honda memiliki berbagai jenis rangka yang digunakan sesuai dengan karakter masing-masing model sepeda motor.
"Kalau kita itu rangka itu kan beragam lah, ya. Ada yang pipe frame, ada yang eSAF, gitu. Nah, seperti yang saya selalu katakan, ya, eSAF itu juga punya keunggulan," kata Octa kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2026), dikutip dari Kompas.com.
Menurutnya, penggunaan rangka eSAF pada Honda Vario Eco 160 didasarkan pada sejumlah keunggulan yang dinilai sesuai dengan karakter skutik harian. Keunggulan tersebut antara lain bobot yang lebih ringan, kelincahan saat dikendarai, serta stabilitas yang tetap terjaga.
"Ya, ringan, gesit, gitu kan dan harusnya lebih stabil. Nah, keunggulan itu yang kami percaya masih akan baiklah dengan kebutuhan motor seperti yang sekarang kita pakai," katanya.
AHM juga menegaskan bahwa konsumen tidak perlu khawatir terhadap kualitas rangka eSAF. Meski sempat menjadi perhatian publik pada 2023, perusahaan memastikan teknologi tersebut telah melalui berbagai tahapan pengembangan dan pengujian sebelum digunakan pada produk-produknya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas produk, AHM memberikan garansi rangka selama lima tahun bagi konsumen.
Selain itu, pemeriksaan kondisi rangka juga menjadi bagian dari layanan inspeksi saat sepeda motor menjalani servis berkala di jaringan bengkel resmi Honda.
Octa menjelaskan bahwa konsumen yang memiliki kekhawatiran terhadap kondisi rangka dapat langsung mendatangi bengkel resmi Honda untuk dilakukan pemeriksaan.
"Bahkan kalau orang datang ke bengkel kan kita juga melakukan pengecekan. Tapi kalaupun ada silakan nanti hubungi jaringan kita," katanya dalam kesempatan sebelumnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan tersebut dilakukan bersamaan dengan proses servis rutin sehingga konsumen dapat memastikan kondisi sepeda motornya tetap optimal.
"Pada saat dia datang ke jaringan kami itu biasanya kami juga bantu untuk cek. Jadi jaringan kami, bengkel kami itu biasanya akan sekalian pada saat servis itu kan akan bantu untuk cek," katanya.
AHM menegaskan penggunaan rangka eSAF masih menjadi salah satu teknologi yang diandalkan pada sejumlah model sepeda motor Honda.
Perusahaan juga memastikan layanan purna jual melalui jaringan bengkel resmi siap memberikan pemeriksaan maupun penanganan apabila ditemukan keluhan dari konsumen.
Hal yang sama disampaikan Region Head Astra Motor Sulawesi Selatan, Jeffry Mei Gamastra.
Kepada media di Makassar, ia mengatakan bahwa rangka eSAF dioptimalkan dengan setiap komponen secara compact, hingga semua terpaut dengan tepat.
Sejarah Rangka eSAF
Dikutip dari Kompas.com, Enhanced Smart Architecture Frame pertama kali digunakan Honda di Indonesia pada Honda Genio yang diluncurkan pada Juni 2019.
Saat itu, Genio menjadi model pertama yang mengusung teknologi rangka baru tersebut, bersamaan dengan mesin eSP generasi baru 110 cc.
Berbeda dengan rangka tubular (pipe frame) yang menggunakan pipa baja, eSAF dibentuk dari lembaran baja berkekuatan tinggi yang dipres dan dilas sehingga menghasilkan konstruksi yang lebih ringan.
Tujuan rangka ini ialah bobot rangka lebih ringan sekitar 8 persen dibanding desain sebelumnya pada kelas yang sama. Meningkatkan kekakuan struktur, dan membuat motor lebih lincah saat manuver.
Saat ini rangka eSAF digunakan pada sejumlah model skutik Honda, seperti BeAT, Genio, Scoopy, Stylo 160, hingga New Honda Vario Evo 160.
Secara teknis, eSAF memiliki sejumlah keunggulan namun pada sisi lain, konstruksi eSAF juga memiliki tantangan.
Karena menggunakan pelat baja yang dibentuk melalui proses pengepresan, metode perbaikannya berbeda dengan rangka tubular apabila mengalami kerusakan berat akibat benturan.
Pada 2023, beberapa pemilik motor Honda mengaku mengalami korosi hingga retak pada rangka dan ini ciral di media sosial.
Namun penting dipahami bahwa tidak semua motor dengan rangka eSAF mengalami masalah serupa. Oleh sebab itu, perbaikan umumnya disarankan dilakukan di bengkel resmi yang memiliki prosedur dan peralatan sesuai standar pabrikan.
(*)
Tags: Asmo Sulsel Astra Honda Motor (AHM) Honda Vario Evo 160 Octavianus Dwi Putro rangka eSAF
Baca juga
- AHM Hadirkan Warna Baru Honda PCX 160, Tampil Lebih Premium dengan Emblem Mewah
- Pembalap Astra Honda Raih Double Podium di Putaran Kedua IHTTC 2026 Sepang
- Asmo Sulsel Bekali Sales Honda dengan Edukasi Safety Riding Jelang Peluncuran New Honda Vario Evo 160
- Asmo Sulsel Hadirkan Promo Untuk New Vario Evo 160, DP Mulai Rp 1,3 Jutaan
- Asmo Sulsel Rilis New Honda Vario Evo 160 di Makassar, Tampilan Makin Sporty
