Timnas Argentina - sumber foto: IG fifaworldcup

KAREBANUSA.COM - Jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antar Argentina vs Inggris, muncul sebuah petisi daring yang menyerukan agar tim Tango diusir atau didiskualifikasi dari ajang Piala Dunia 2026.

Petisi ini menjadi viral setelah diklaim telah ditandatangani lebih dari enam juta orang.

Petisi tersebut muncul di tengah tudingan bahwa FIFA dan perangkat pertandingan memberikan perlakuan istimewa kepada juara bertahan itu dan juga kepada kapten tim, Lionel Messi.

Ada pun petisi yang diunggah melalui situs argentinaout.com ini meminta FIFA mengeluarkan Argentina dari turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Penyelenggara petisi menuding keputusan wasit selama pertandingan lebih banyak menguntungkan Argentina sehingga kompetisi dinilai tidak berlangsung secara adil.

"Sudah jelas FIFA dan para wasit berpihak kepada Lionel Messi dan Argentina. Mengapa negara lain harus bersaing jika pemenangnya sudah ditentukan? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil bagi tim lainnya," demikian isi petisi yang dikutip dari South China Morning Post.

Hingga pertengahan Juli 2026, petisi tersebut diklaim telah mengumpulkan lebih dari enam juta tanda tangan.

Gelombang protes bermula setelah Argentina melakukan comeback dramatis saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Rabu (8/7/2026) yang berakhir dengan skor 3-2.

Dalam pertandingan tersebut, Albiceleste sempat tertinggal 0-2 di babak pertama. Bahkan, Lionel Messi pun gagal mengeksekusi penalti.

Namun, Argentina berhasil mencetak tiga gol dalam 13 menit terakhir pertandingan untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke perempat final.

Kemenangan itu memicu protes dari kubu Mesir yang menilai sejumlah keputusan wasit merugikan mereka.

Salah satu keberatan muncul setelah gol Mesir dianulir usai tinjauan Video Assistant Referee (VAR) karena dinilai terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Sebaliknya, Mesir menilai gol kemenangan Argentina juga seharusnya ditinjau melalui VAR karena diduga diawali pelanggaran terhadap Mohamed Salah.

Menurut kubu The Pharaohs, apabila insiden tersebut diperiksa, gol Argentina seharusnya dibatalkan dan Mesir layak memperoleh hadiah penalti.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan melontarkan kritik tajam dengan menuding pertandingan telah diatur demi memastikan Argentina tetap bertahan di turnamen.

"Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan, apa pun risikonya. Ini jelas telah diatur dan semua orang melihatnya. Jika mereka memang sangat ingin Argentina menang, mengapa masih mengundang negara lain untuk ikut Piala Dunia?" kata Hassan.

Ia juga mempertanyakan komitmen FIFA terhadap slogan Fair Play yang selama ini dikampanyekan.

"FIFA mempromosikan 'Fair Play', tetapi kami tidak melihatnya di lapangan. Tanpa kesalahan-kesalahan itu, hasil pertandingan pasti akan berbeda," ujarnya.

Scaloni Bantah Ada Perlakuan Istimewa

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, membantah keras tudingan bahwa timnya memperoleh perlakuan khusus dari FIFA maupun perangkat pertandingan.

Menurut Scaloni, tuduhan serupa bukan hal baru karena Argentina juga pernah menghadapi kritik yang sama sejak menjuarai Piala Dunia 1986.

"Pada 1986 mereka juga mengatakan Argentina mendapat keuntungan yang tidak adil. Ini bukan hal baru bagi kami," ujar Scaloni.

Ia menegaskan penggunaan teknologi VAR membuat peluang terjadinya keberpihakan terhadap tim tertentu hampir tidak mungkin terjadi.

Scaloni menjelaskan setiap keputusan wasit kini didukung teknologi dan memiliki dasar yang jelas sesuai regulasi pertandingan.

"Dengan VAR dan seluruh teknologi yang kami miliki sekarang, sangat sulit membantu siapa pun. Tidak ada ruang untuk interpretasi yang berbeda," katanya.

Ia juga menilai media sosial mempercepat penyebaran berbagai kontroversi sehingga setiap keputusan pertandingan mudah menjadi perdebatan publik.

Meski demikian, Scaloni memastikan tidak ada perlakuan khusus terhadap Argentina selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Argentina saat ini masih bertahan di Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menghadapi Inggris pada babak semifinal untuk memperebutkan tiket menuju partai final.

Catatan Redaksi: Klaim tuduhan mengenai keberpihakan FIFA dan wasit berasal dari isi petisi dan pernyataan pihak-pihak yang mengajukan protes, demikian juga dengan klaim lebih dari enam juta orang telah menandatangani petisinya. 

Hingga kini belum ada bukti resmi yang menunjukkan FIFA atau perangkat pertandingan melakukan pengaturan hasil pertandingan.

(*)



Tags: Argentina Argentina vs Mesir FIFA FIFA World Cup 2026 Petisi Argentina Piala Dunia Piala Dunia 2026 Timnas Argentina VAR Video Assistant Referee (VAR)

Baca juga