KAREBANUSA.COM, JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) membukukan kinerja positif pada semester I 2026 dengan pertumbuhan pendapatan, penguatan profitabilitas, serta percepatan realisasi sinergi pascamerger.

Pada enam bulan pertama 2026, XLSMART mencatatkan pendapatan Rp24,03 triliun atau tumbuh 26 persen secara tahunan (YoY).

Kinerja tersebut turut ditopang Normalized EBITDA yang mencapai Rp11,05 triliun, meningkat 19 persen YoY, dengan margin Normalized EBITDA sebesar 46 persen.

Sementara itu, Normalized Profit After Tax (PAT) melonjak 294 persen YoY menjadi Rp2,73 triliun.

Peningkatan laba tersebut mencerminkan semakin kuatnya profitabilitas perusahaan seiring berkurangnya biaya integrasi dan semakin cepatnya realisasi sinergi pascamerger.

Presiden Direktur dan CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan semester pertama 2026 menjadi fase penting bagi perusahaan setelah melewati proses integrasi jaringan yang intensif.

"Semester pertama 2026 menjadi fase penting dalam perjalanan XLSMART. Setelah melalui proses integrasi yang intensif, kami kini memasuki fase optimalisasi dengan fondasi perusahaan yang semakin kuat — skala jaringan yang lebih besar, portofolio spektrum yang semakin luas, dan kekuatan multi-brand kini mulai terealisasi menjadi sinergi nyata," ujar Rajeev.

Menurutnya, penguatan tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, konsumsi data yang sehat, peningkatan ARPU, serta momentum komersial yang semakin baik melalui penguatan pengalaman pelanggan dan perluasan adopsi 5G.

Rajeev menambahkan, fokus perusahaan ke depan tidak hanya menyelesaikan integrasi, tetapi juga memastikan seluruh manfaat hasil merger dapat diterjemahkan menjadi kualitas jaringan yang lebih baik, perluasan layanan 5G blanket coverage, serta pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan.

ARPU dan Trafik Data XLSMART Meningkat

Pertumbuhan pendapatan XLSMART pada semester I 2026 didukung peningkatan konsumsi data dan penguatan rata-rata pendapatan per pengguna atau blended ARPU.

Blended ARPU XLSMART meningkat menjadi Rp47,1 ribu pada semester I 2026 dari Rp38,2 ribu pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, trafik data tumbuh 19 persen YoY menjadi 7.934 petabyte.

Pertumbuhan trafik tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital, termasuk streaming, mobile gaming, dan layanan berbasis cloud.

92 Persen Site Telah Terintegrasi

Dari sisi jaringan, XLSMART memasuki fase optimalisasi setelah menyelesaikan sejumlah tahapan integrasi pascamerger.

Hingga akhir Juni 2026, sekitar 92 persen site telah terintegrasi ke jaringan XLSMART.

Perusahaan juga telah membongkar sekitar 15 ribu site duplikasi atau redundant sites yang dinilai tidak lagi diperlukan setelah integrasi jaringan.

Langkah tersebut turut menekan biaya operasional berulang dan meningkatkan efisiensi perusahaan.

Total BTS XLSMART juga tumbuh 26 persen YoY menjadi 265.442 BTS pada semester I 2026.

Sekitar 50 persen penambahan BTS dalam setahun terakhir berada di luar Jawa, termasuk Sulawesi dan Kalimantan.

Penguatan tersebut turut mendukung perluasan cakupan 5G blanket coverage, termasuk di Balikpapan dan Banjarmasin.

Sinergi Pascamerger Capai US$153 Juta

Realisasi gross synergy XLSMART mencapai US$153 juta sepanjang semester I 2026, atau meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan US$48 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sinergi tersebut berasal dari sejumlah langkah, antara lain penghematan komersial melalui negosiasi dengan mitra dan kontrak, optimalisasi operasional site, utilitas dan fiber, penghematan biaya regulasi melalui deregistrasi site yang dinonaktifkan, optimalisasi organisasi, serta sinergi pemasaran.

Penurunan biaya integrasi juga turut mendukung peningkatan efisiensi perusahaan.

Layanan 5G XLSMART Hadir di 52 Kota

XLSMART terus memperluas jaringan 5G dengan pendekatan blanket coverage.

Hingga semester I 2026, layanan 5G XLSMART telah tersedia di 52 kota dan didukung sekitar 15 ribu BTS 5G.

Sejumlah kota yang baru mendapatkan perluasan layanan 5G antara lain Bekasi, Tangerang, Kendal, dan Binjai.

Cakupan populasi 5G XLSMART secara nasional kini mencapai 23 persen, sementara trafik 5G menyumbang 27 persen terhadap pertumbuhan trafik keseluruhan.

Perusahaan juga mencatat peningkatan kualitas pengalaman 5G hingga 2,5 kali dibandingkan layanan 4G.

Penguatan kapasitas jaringan turut didukung portofolio spektrum XLSMART yang kini mencapai 217 MHz, meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan total spektrum gabungan sebelum merger.

Kinerja jaringan tersebut turut mendapat pengakuan dari Ookla melalui sejumlah kategori, termasuk Indonesia’s Best Mobile Network 2026, Fastest 5G Network, Best 5G Network, dan Best 5G Video Experience.

Pengguna Aktif Aplikasi Digital Capai 36 Juta

Dari sisi komersial, XLSMART mencatat 36 juta pengguna aktif bulanan pada aplikasi digital myXL, AxisNet, dan mySF.

Lebih dari 60 persen pendapatan mobile perusahaan kini dihasilkan melalui kanal digital.

XLSMART juga memperkuat proposisi layanan digital melalui kolaborasi dengan Google untuk menghadirkan Gemini AI Plus dan Cloud Storage bagi pelanggan tanpa biaya tambahan.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan ARPU, konsumsi data, keterlibatan pelanggan dalam ekosistem digital, serta loyalitas pelanggan.

Utang Turun, Struktur Keuangan Menguat

Seiring percepatan realisasi sinergi, kondisi keuangan XLSMART juga semakin solid.

Total utang bruto perusahaan turun menjadi Rp20,87 triliun pada akhir Juni 2026.

Sementara itu, rasio net debt terhadap EBITDA, termasuk pembiayaan sewa, tercatat sebesar 2,61 kali.

XLSMART juga tidak memiliki utang berdenominasi dolar AS.

Dari total pinjaman yang dimiliki, sekitar 90 persen menggunakan suku bunga mengambang dan 10 persen menggunakan suku bunga tetap.

Untuk mendukung integrasi jaringan dan ekspansi layanan 5G, XLSMART membukukan Capitalized Capex sebesar Rp10,27 triliun pada semester I 2026.

Dengan kinerja tersebut, XLSMART memasuki paruh kedua 2026 dengan fokus pada optimalisasi jaringan, percepatan sinergi, perluasan 5G, efisiensi operasional, serta penguatan pengalaman pelanggan untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

(*)



Tags: EBITDA

Baca juga