KAREBANUSA.COM – Yuni, pekerja swasta di Makassar, merasa terganggu dengan suara berdecit dari depan motornya.

Wanita berusia 30 tahun ini mengaku, suara tersebut mulai terdengar sebulan terakhir ini. Awalnya, ia hanya abaikan dan berharap akan hilang dengan sendirinya.

Namun, makin hari, suara berdecit tersebut tidak juga hilang. Ia pun segera membawa ke bengkel Honda AHASS yang ada di bilangan Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Oleh teknisi diketahui jika suara berdecit tersebut karena ada masalah di kampas rem bagian depan.

Suara berdecit dari kampas rem depan motor saat berkendara tentu bisa membuat pengendara merasa tidak nyaman.

Selain mengganggu kenyamanan, bunyi tersebut juga dapat menjadi tanda adanya masalah pada salah satu komponen sistem pengereman.

Jika dibiarkan, gangguan pada rem berpotensi memengaruhi performa pengereman dan keselamatan saat berkendara.

Karena itu, suara berdecit pada rem depan sebaiknya tidak diabaikan.

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kampas rem motor berbunyi saat tuas rem ditekan.

Mulai dari kotoran yang menempel, kondisi kampas yang aus, hingga masalah pada kaliper dan komponen pendukung lainnya.

Berikut delapan penyebab kampas rem depan motor berbunyi berdecit beserta cara penanganannya.

1. Kotor

Debu, pasir, lumpur, dan kotoran lain dapat menempel pada permukaan kampas rem maupun cakram.

Kotoran tersebut dapat membuat gesekan antara kampas dan cakram menjadi tidak merata sehingga muncul suara berdecit saat pengereman.

Kampas rem perlu dibersihkan dengan hati-hati menggunakan metode yang sesuai.

Jika tidak yakin melakukan pembersihan sendiri, sebaiknya motor dibawa ke bengkel resmi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Berkualitas Rendah

Kampas rem yang tidak sesuai standar atau memiliki kualitas rendah juga dapat menjadi penyebab munculnya bunyi saat pengereman.

Material kampas yang terlalu keras atau tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan dapat menyebabkan gesekan yang tidak optimal.

Kondisi tersebut juga berpotensi membuat kampas lebih cepat aus.

Pengendara sebaiknya menggunakan kampas rem asli atau suku cadang yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

3. Panas Berlebih

Penggunaan rem secara terus-menerus dapat meningkatkan suhu kampas dan cakram.

Kondisi panas berlebih dapat membuat karakter permukaan kampas berubah dan menjadi lebih keras.

Akibatnya, suara berdecit dapat muncul ketika kampas bergesekan dengan cakram.

Jika kampas sudah mengeras dan kemampuan pengeremannya menurun, komponen tersebut sebaiknya diperiksa dan diganti bila diperlukan.

4. Sudah Menipis

Kampas rem yang sudah menipis harus segera mendapat perhatian.

Jika material kampas habis, bagian logam dapat bergesekan langsung dengan cakram.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan suara nyaring sekaligus berisiko merusak permukaan cakram.

Kemampuan pengereman juga dapat menurun jika kampas rem dibiarkan aus.

Penggantian kampas rem yang sudah melewati batas keausan menjadi langkah penting untuk menjaga performa sistem pengereman.

5. Kaliper Rem Macet

Kaliper yang tidak dapat bergerak dengan baik dapat menyebabkan kampas rem terus menempel pada cakram.

Gesekan yang terjadi secara terus-menerus dapat memunculkan suara tidak wajar saat motor berjalan.

Kondisi ini juga dapat mempercepat keausan kampas dan meningkatkan panas pada sistem pengereman.

Kaliper perlu diperiksa dan dibersihkan oleh teknisi.

Jika terdapat kerusakan pada komponen, penggantian mungkin diperlukan sesuai hasil pemeriksaan.

6. Basah

Kampas rem dapat menjadi basah setelah motor melewati genangan atau digunakan saat hujan deras.

Air yang masuk ke area pengereman dapat memengaruhi gesekan antara kampas dan cakram.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan suara sementara ketika rem digunakan.

Pengendara dapat menjalankan motor dengan hati-hati dan melakukan pengereman secara ringan untuk membantu mengeringkan komponen.

Namun, jika suara tetap muncul atau daya pengereman terasa berkurang, motor sebaiknya segera diperiksa.

7. Pelumasan Komponen Pendukung Tidak Optimal

Beberapa bagian pendukung pada sistem rem membutuhkan perawatan agar dapat bergerak dengan baik.

Pin kaliper dan komponen tertentu yang mengalami kekeringan atau kotor dapat menimbulkan bunyi akibat gesekan.

Perawatan dan pelumasan harus menggunakan bahan yang sesuai untuk sistem pengereman.

Pelumas tidak boleh mengenai permukaan kampas atau cakram karena dapat mengurangi daya cengkeram rem.

8. Kampas atau Cakram Terkena Oli

Tetesan oli dari mesin atau pelumas rantai dapat masuk ke area pengereman.

Jika oli mengenai kampas atau cakram, kemampuan gesekan dapat terganggu dan menimbulkan bunyi.

Kondisi ini juga berpotensi mengurangi efektivitas pengereman sehingga perlu segera ditangani.

Komponen yang terkena oli perlu diperiksa dan dibersihkan menggunakan cairan pembersih yang sesuai.

Jika kampas sudah terkontaminasi dan tidak dapat bekerja optimal, penggantian kampas menjadi pilihan yang lebih aman.

Jangan Tunggu Rem Bermasalah Makin Parah

Suara berdecit pada kampas rem depan tidak selalu menandakan kerusakan berat.

Namun, bunyi tersebut tetap perlu menjadi perhatian karena dapat menjadi tanda adanya komponen yang kotor, aus, macet, atau mengalami gangguan.

Pemeriksaan dan perawatan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga sistem pengereman tetap bekerja optimal.

Penggunaan kampas rem asli dan sesuai spesifikasi motor juga dapat membantu menjaga kualitas pengereman serta usia pakai komponen.

Jika suara berdecit semakin keras atau pengereman terasa tidak pakem, segera lakukan pemeriksaan di bengkel tepercaya atau bengkel resmi.

(*)


Tags: bengkel AHASS bengkel motor Honda kampas rem depan kampas rem motor motor Honda perawatan motor

Baca juga