KAREBANUSA.COM, FUKUOKA - Kerinduan terhadap Tanah Air terasa dalam penyelenggaraan "Pesta Indonesia Fukuoka 2026" yang digelar pada 3–4 Oktober 2026 di Tenjin Chuo Park, Fukuoka, Jepang.

Mengusung tema “Batik & Warisan Dunia”, kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat Indonesia yang ada di negeri Samurai Jepang melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya. Mereka adalah mahasiswa, akademisi, keluarga diaspora. Hadir juga sejumlah masyarakat local Jepang.

Acara 'Pesta Indonesia Fukuoka 2026' diselenggarakan NPO Teman Hati Fukuoka bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang serta sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat Indonesia di Jepang.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia di Jepang sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.

Berbagai pertunjukan ditampilkan selama kegiatan, mulai dari tari tradisional, musik, pembacaan puisi yang diiringi bendera Merah Putih hingga peragaan busana batik.

Tari Paduppa Tampilkan Budaya Sulawesi Selatan

Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung adalah Tari Paduppa, tarian tradisional dari Sulawesi Selatan, yang dibawakan perwakilan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jepang, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), dan komunitas diaspora Indonesia lainnya.

Tari Paduppa dibawakan oleh Nadzirah Ikasari Syamsul, Kania Suci Utami, Kima Astari, dan Senza Rinjani.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat Indonesia di Jepang untuk menjaga seni tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat setempat.

Lagu Tanah Airku Bangkitkan Kerinduan

Nuansa haru semakin terasa ketika rangkaian acara dilanjutkan dengan kolaborasi musik dan puisi melalui lagu “Tanah Airku”.

Kolaborasi tersebut menampilkan permainan gitar Farida Mirnawati, piano Sakura Hafizah dan Abi, serta gesekan biola Aisyah Azhari yang dipadukan dengan lantunan puisi dan vokal Nadzirah Ikasari Syamsul, Kania Suci Utami, dan Resa.


Kemeriahan semakin terasa ketika anak-anak diaspora melangkah ke panggung sambil mengibarkan bendera Merah Putih dengan dipandu Nur Eva Astuti dan Maulidya Ahdah.

Momen tersebut menjadi simbol keterikatan generasi muda diaspora terhadap identitas dan tanah air Indonesia.

Roberto Tasrief, mahasiswa doktoral Kitakyushu University sekaligus anggota ICMI Orwil Jepang, mengatakan penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyentuh selama kegiatan.

“Ketika lagu Tanah Airku berkumandang, rasanya mata ini tidak mampu menahan air mata. Ada rasa rindu yang sulit dijelaskan ketika kita berada jauh dari tanah air. Tetapi kita harus tetap kuat dan terus berjuang di negeri matahari ini.”

Sementara itu, Nadzirah Ikasari Syamsul, mahasiswa doktoral Kyushu University sekaligus perwakilan ICMI Orwil Jepang, menilai kehidupan diaspora di luar negeri tidak membuat identitas Indonesia semakin jauh.

Menurut dia, berbagai kegiatan kebudayaan justru menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama warga Indonesia sekaligus menjaga identitas nasional.

“Jauh dari Indonesia bukan berarti kita semakin jauh dari identitas kita sebagai orang Indonesia," kata Nadzirah.

"Justru ketika berada di luar negeri, kita semakin merasakan betapa berharganya budaya, seni, bahasa, dan kebersamaan yang kita miliki,” ujarnya.

Anak Diaspora Bawa Merah Putih

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 juga melibatkan anak-anak diaspora Indonesia yang membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih di atas panggung.

Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan bahasa, budaya, dan identitas Indonesia kepada anak-anak yang tumbuh serta menjalani pendidikan di Jepang.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi berikutnya untuk mengenal dan memahami akar budaya keluarganya meski lahir dan tumbuh jauh dari Indonesia.

Batik Diperkenalkan kepada Masyarakat Jepang

Rangkaian kegiatan juga diisi fashion show batik yang melibatkan masyarakat diaspora Indonesia.

Para peserta tidak hanya memperagakan berbagai busana batik, tetapi juga menjelaskan sejarah, filosofi, motif, serta nilai budaya batik kepada masyarakat Jepang menggunakan bahasa Jepang.

Pendekatan tersebut membuat masyarakat Jepang tidak sekadar melihat batik sebagai kain bermotif, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Bagi diaspora Indonesia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia secara langsung kepada masyarakat Jepang melalui pendekatan seni dan budaya.

Memperkuat Kebersamaan Diaspora

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 memperlihatkan keberagaman masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang, mulai dari mahasiswa, akademisi, pekerja, profesional hingga keluarga diaspora.

Kania Suci Utami, diaspora Indonesia yang tinggal di Fukuoka, menilai pertemuan semacam ini memiliki arti penting bagi masyarakat Indonesia yang hidup jauh dari tanah air.

“Kita mungkin hidup di Jepang, bekerja di Jepang, belajar di Jepang, dan membangun masa depan di Jepang. Tetapi ketika berkumpul seperti ini, kita kembali merasakan Indonesia. Kita kembali menjadi satu keluarga besar yang saling menguatkan.”

Dengan memadukan pertunjukan seni, keterlibatan generasi muda, serta pengenalan batik kepada masyarakat Jepang, Pesta Indonesia Fukuoka 2026 menjadi ruang bagi diaspora Indonesia untuk menjaga kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.

Selama dua hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut mendapat perhatian masyarakat dengan area taman terlihat dipenuhi pengunjung yang menyaksikan berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya Indonesia.

Meski tidak terdapat catatan resmi mengenai jumlah pengunjung, kepadatan terlihat memenuhi sebagian area taman pada puncak acara.

(*)


Tags: Diaspora Indonesia di Jepang Jepang Pesta Indonesia Fukuoka 2026

Baca juga