Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai pemegang cadangan nikel terbesar di dunia dan pemain kunci dalam rantai pasok energi ber
total produksi hingga sembilan bulan pertama 2025 mencapai 54.975 metrik ton, naik 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan cadangan nikel terbesar di dunia dan operasi tembaga yang terus berkembang, Indonesia dinilai berada di posisi sentral dalam transisi energi gl
Pencapaian ini merupakan hasil dari volume produksi yang lebih tinggi dan upaya berkelanjutan dalam inisiatif penghematan biaya.
Proyek bernilai $1,4 miliar dengan teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) ini berlokasi di Sulawesi Tengah (Sulteng).