Alami Krisis, Venezuela Kembali ke Sistem 'Barter'
Nelayan di Venezuela menukar ikan hasil tangkapan dengan bahan makanan. Foto/voaindonesiaKAREBANUSA.COM, Venezuela - Krisis yang melanda Venezuela akhir-akhir ini berdampak pada sistem jual beli. Venezuela mengalami hyperinflasi sehingga uang tak lagi memiliki nilai normal.
Dilansir dari Voaindonesia.com, menurut IMF Perekonomian Venezuela telah mengalami d inflasi melangit yang diperkirakan mencapai 10 juta persen tahun ini.
Situasi itu sangat mengerikan di negara yang dulu menjadi negara terkaya di Amerika Latin, sehingga orang-orang menyerah untuk menggunakan mata uang yang didevaluasi, dan sebaliknya beralih dengan cara barter untuk barang dan jasa agar bertahan hidup.
Seorang nelayan bernama Roger Rodriguez mengatakan ia menukarkan hasil tangkapannya untuk bahan makanan.
"Kami menerima bahan-bahan pangan seperti beras, terigu dan gula, karena orang tidak punya uang tunai sama sekali," ujarnya.
Ia mengatakan sebagian pelanggannya menukarkan sekotak makanan yang disediakan oleh pemerintah, yang berisi sedikit protein hewani dengan ikan hasil tangkapannya.
Pasar terbuka bukan satu-satunya tempat di mana ada barter.Orang Venezuela menggunakan media sosial untuk menukarkan barang seperti produk sanitasi pribadi dan obat-obatan.
Tetapi pakar ekonomi mengatakan, jenis perdagangan barter seperti jaman kuno itu merupakan pertanda yang jelas bahwa ekonomi telah runtuh.
Baca juga
- KP2KP Raha dan Disperindag Muna Perkuat Sinergi Data untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak
- Hari Kartini, Asmo Sulsel Ajak Perempuan Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara Lewat Kampanye 'Cari Aman'
- Indosat Hadirkan Rumah Haji & Umrah di Asrama Haji Sudiang Makassar, Permudah Persiapan Jamaah
- JNE Content Competition 2026: Terbuka Untuk Jurnalis, Umum, Hingga Pelajar dan Mahasiswa dengan Total Hadiah Ratusan Juta
- RUPST 2026 GMTD Tetapkan Dividen dan Susunan Pengurus Baru hingga 2029

