KAREBANUSA.COM, Makassar - Segerombolan anak dari PAUD Tunas Kasih begitu antusias memasuki ruang perawatan dan pemerimsaan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unhas, Jalan Kandea, Makassar, Jumat (13/9/2019) siang.

Mereka langsung duduk di kursi kosong. Tidak ada raut wajah takut seperti kebanyakan anak jika akan berhadapan dengan dokter dan alat medis lainnya.

Pian misalnya. Bocah berusia 5,5 tahun ini langsung tersenyum saat dokter datang untuk memeriksa giginya. Ia langsung membuka lebar mulutnya memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

"Giginya bagus, tapi ada beberapa yang mulai berlubang. Rajin sikat gigi pagi dan malam hari sebelum tidur ya, kurangi makan yang manis-manis," kata sang dokter yang dibalas dengan anggukan Pian.

Di sampingnya ada anak perempuan berusia 3 tahun. Ia begitu antusias untuk periksa gigi. Tidak henti-hentinya ia tersenyum manis, sabar menanti dokter untuk yang masih bersiap-siap mengenakan perlengkapan medisnya.

Saat dokter memberikan instruksi, bocah perempuan ini dengan cepat melepabarkan mulutnya. Dokter pun memeriksanya menggunakan alat yang berfungsi sebagai cermin.

"Bagus, giginya bagus dan rapi. Dijaga terus ya. Jangan lupa selalu gosok gigi teratur pagi dan malam hari," ucap dokter gigi perempuan tersebut dengan ramah.

Ibu bocah yang setia menemani pun ikut tersenyum mengetahui gigi anaknya sehat.

Bukan hanya murid PAUD saja yang menyemarakkan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2019 di RSGM Unhas Kandea, puluhan murid SD lainnya juga hadir. Mereka mengikuti sosialisasi cara menggosok gigi dengan benar dan rutin.

Ya, menjaga kesehatan gigi dan mulut seharusnya digalakkan sejak dini. 

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas), drg M Ruslin MKes PhD SpBM (K), mengatakan bahwa selain mengalami gangguan di gigi dan mulut, malas gosok gigi juga menjadi salah satu faktor anak kena stunting.

"Bisa jadi seperti itu. Karena saat anak kena sakit gigi, malas makan. Akhirnya hanya mau yang cemilan-cemilan manis. Ini yang membuat gizinya tidak seimbang sehingga rawan kena stunting," ucapnya.

“Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang masih perlu dibenahi. Khusus di wilayah Sulawesi Selatan, 

Riskesdas 2018 menunjukkan baru 8,8 persen masyarakat menyikat gigi pada waktu yang tepat yaitu dua kali sehari,  setelah sarapan dan sebelum tidur. Meski masih tergolong rendah, namun angka ini adalah yang tertinggi secara nasional," kata drg Ruslin.

Selain itu, ternyata 95,5 persen masyarakat Sulawesi Selatan tidak pernah berkunjung ke tenaga medis gigi. 

"Ini menjadi catatan penting bagi untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan  gigi dan mulut," ucap drg Ruslin.

"Dengan BKGN 2019 Makassar ini menjadi momen tepat bagi masyarakat untuk memulai kebiasaan baik merawat kesehatan gigi dan mulut," tutupnya.

Makassar adalah kota pertama penyelenggaraan BKGN 2019 yang digelar 13-15 September. Selama periode itu, masyarakat bisa memeriksakan gigi secara gratis.

Para dokter gigi berpengalaman di RSGM Unhas Kandea bersama mahasiswa FKG Unhas siap memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, edukasi menyikat gigi pada waktu yang tepat, serta anjuran untuk membiasakan berkunjung ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali. 

BKGN 2019 merupakan agenda nasional yang diinisiasi PT Unilever Indonesia Tbk melalui brand Pepsodent yang berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi 

Indonesia (AFDOKGI). Pada tahun ke-10 pelaksanaan BKGN ini, Pepsodent ajak masyarakat makassar dukung gerakan “Indonesia Tersenyum”. Pepsodent menginisiasi gerakan “Indonesia Tersenyum” yang mengajak semua orang, khususnya masyarakat kota Makassar dan sekitarnya menjadi “Pahlawan Senyum” guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang.

“Gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 88,8 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6 persen anak Indonesia berumur 5 tahun," kata Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc.

Sebagai kilas balik, selama sembilan tahun BGKN telah memberi manfaat kepada 250.000 masyarakat 

Indonesia. Berkat kolaborasi Pepsodent dengan lebih dari 100 PDGI Cabang dan 23 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) di seluruh Indonesia, 14.250 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi juga ikut terlibat di sepanjang pelaksanaan BKGN.

“Dalam mendukung gerakan ‘Indonesia Tersenyum’ yang salah satunya dilaksanakan melalui BKGN 2019, Pepsodent percaya bahwa setiap orang dapat menjadi ‘Pahlawan Senyum’ dengan caranya masing-masing. Mulai dari tenaga medis gigi, mahasiswa Fakultas Kedokteran," drg Mirah.

Laporan : M Nurul Ubay 


Baca juga