Indosat Ooredoo gelar roadshow IDCamp di Unhas, Kamis (19/9/2019)/ foto: adri

KAREBANUSA.COM, Makassar – Perkembangan teknologi digital diprediksi akan semakin pesat di tahun mendatang. Bahkan kebutuhan akan talenta digital di masa mendatang akan sangat terbuka lebar.

Tingginya kebutuhan talenta digital dan kesempatan kerja di bidang teknologi digital menjadi dasar Indosat Ooredoo meluncurkan program IDCamp.

SVP-Head of Corporate Communication, Turina Farouk, menjelaskan bahwa pengangguran lulusan SMA/SMK dan S1 di Indonesia tahun 2018 sekitar 6,8 juta. Padahal, di sisi lain ada kebutuhan akan talen, salah satunya adalah kebutuhan akan digital talent yang terbuka sekitar 600 ribu.

“Bahkan, tahun 2025 nanti, diperkirakan ada 6 juta potensial pekerjaan yang berhubungan dengan digital. Melihat fenomena inilah yang membuat Indosat Ooredoo merasa bahwa sudah saatnya kita mencari solusi untuk problem yang ada, salah satunya dengna membuat program CSR yang namanya IDCamp atau Indosat Digital Camp,” kata Turina.

“ID Camp ini adalah suatu beasiswa yang diberikan kepada 10 ribu generasi muda untuk berlajar bahasa coding. Kenapa coding? Karena coding akan mencetak programer atau developer. IDCamp ini dirancang untuk mencetak programmer yang bersertifikasi dan siap bersaing di dunia ekonomi digital ini,” tambahnya.

Indosat ooredoo mengajak generasi muda yang berminat menggeluti bidang teknologi digital dengan memberikan beasiswa belajar coding secara online yang mencakup modul developer Android. Kotlin Android, dan Progressive Web Application untuk tingkat beginner dan expert.

Untuk memperkenalkan IDCamp yang membawa tagline “Kuasai Bahasa Masa Depan, Indosat melakukan roadshow ke kampus-kampus di Tanah Air. Hari ini, Kamis (19/9/2019), Indosat melakukan roadshow di kampus Fakultas Teknis Unhas, Gowa. Roadshow ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan IDCamp yang berisi sharing session dan talkshow mengenai perkembangan industri gital di Indonesia.

"Kami sangat bangga melihat antusiasme tinggi dari masyarakat untuk mengikuti IDCamp. Kami tidak mengajak para generasi muda untuk mendapatkan beasiswa bahasa coding ini. Kami yakin IDCamp akan melahirkan talenta-talenta muda digital berbakat untuk bersaing dengan talenta global serta ikut berperan memajukan ekonomi digital Indonesia," kata Director & Chief Innovation and Regulatory Officer, Arief Musta'in.

Talkshow IDCamp dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Muh Restu MP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kesempatan yang sangat baik untuk mahasiswa mengetahui terkait coding, programmer, maupun developer yang saat ini menjadi salah satu bidang yang menyertai perkembangan industri 4.0.

“Kami mengapresiasi Indosat yang berkuunjung ke Unhas. Ini akan menjadi motivasi dalam rangka menghasilkan programmer baru yang bisa berperan aktif dalam membantu negara kita. Anak-anak kami dibekali dengan ilmu pengetahuan yang mereka bisa gunakan untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan mereka,” jelas Prof Restu.

Kegiatan IDCamp ini ternyata sangat diminati generasi muda usia 29 tahun ke bawah. Meski kuota beasiswa hanya 10 ribu, namun peminatnya sudah mencapai 20 ribu lebih. Dari jumlah itu, sekitar 250 di antaranya merupakan penyandang disabilitas.

ID Camp ini nantinya akan membiayai 10 ribu orang yang ingin belajar coding atau bahasa pemrograman secara online. Proses belajar dilakukan hingga bulan Januari 2020.

Dari 10 ribu yang diberikan beasiswa akan dipilih 1.000 yang paling layak untuk mendapatkan sertifikat sebagai ekspert di bidang programmer. Dari jumlah itu, 100 orang akan direkrut menjadi tenaga digital di Indosat.

Pendaftaran ini masih terbuka hingga 4 Oktober nanti. Informasi lengkap bisa mengakses idcamp.indosatooredoo.com.


Tags: IDCamp Indosat Ooredoo

Baca juga