Ilustrasi/int

KAREBANUSA.COM, Amerika Serikat - Seorang gadis remaja asal Illionis, Amerika Serikat,  Riley Horner mengalami cidera di kepala. Dia secara  tidak sengaja ditendang di bagian kepala oleh seorang remaja yang berselancar kerumunan saat berdansa di FFA State Convention. 

Riley kemudian dibawa ke rumah sakit. Tetapi dokter di sana hanya mendiagnosisnya dengan gegar otak dan mengirimnya pulang. Tes menunjukkan tidak ada pendarahan otak, tumor, atau hal lain yang luar biasa. 

Namun setelah kejadian itu, orang tua Riley menyadari bahwa ada yang salah dengan anaknya. Karena suatu kondisi, setiap kali bangun pagi,  Riley  berfikir bahwa itu adalah 11 Juni. Untuk memperburuk keadaan, ingatannya kembali setiap dua jam, jadi dia bahkan tidak dapat mengingat hal-hal yang dia lakukan atau orang yang dia temui hari itu juga.

Dokter pun dibuat keheranan oleh kondisi Riley. Mereka bahkan tidak tahu apa yang salah dengannya, apalagi mencoba memperbaikinya.

 Ibu Riley mengatakan bahwa pada awalnya para dokter memberi tahu mereka bahwa ingatannya mungkin menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu, tetapi sudah tiga bulan dan kondisinya belum membaik. Sekarang mereka mengatakan bahwa dia bisa tetap seperti ini selamanya, yang merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima ibu Riley.

Akibat kondisinya tersebut Riley selalu membawa catatan rinci bersamanya ke sekolah.  Jadi ketika ingatannya beristirahat setiap beberapa jam, dia dapat membahas hal-hal yang perlu dia ketahui, seperti bagaimana menemukan lokernya. Hampir semua yang dialami Riley sejak Juni telah dihapus dari ingatannya, dan dia bahkan tidak dapat mengingat peristiwa tragis seperti kematian pamannya.

"Saudaraku meninggal minggu lalu, dan dia mungkin tidak tahu. Kami memberitahunya setiap hari, tetapi dia tidak tahu tentang itu," ujar Ibu Riley. 


Baca juga