Demi Mencerdaskan Anak Bangsa, Jalan Rusak Bukan Halangan
Kondisi jalan yang dilalui Aris ke tempat mengajarKAREBANUSA.COM, Makassar - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi impian sebagian orang. Salah satunya adalah Aris Munandar, mantan jurnalis yang diterima sebagai guru di Sulawesi Barat pada penerimaan tahun 2018 lalu.
Namun, dia tidak menyangka akan ditempatkan mengajar di sekolah yang terpencil, tepatnya di Kepala SMK 1 Rantebulahan Timur, di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Ia pertama kali mengajar pada 22 April 2019 lalu.
Gedung sekolah itu tidak tampak sebagai sekolah pada umumnya. Hanya ada plang nama sekolah yang sudah usang sebagai penanda keberadaan sekolah itu dari jalan raya. Tentu berbeda dengan sekolah di kota yang pintu gerbangnya tampak kokoh dari depan dilengkapi pula plang nama sekolah yang elok di pandang mata.
Aris memilih kontrak di Kecamatan Mambi yang terletak di wilayah pegunungan sekitar 135 km sebelah timur Kabupaten Mamuju, Ibukota Provinsi Sulawesi Barat. Kecamatan Mambi ini tetangga dengan Kecamatan Rantebulahan Timur.
Dari Kecamatan Mambi ke sekolah tempatnya mengajar berjarak sekitar 11 kilometer. Bukan jarak yang menjadi kendala bagi Aris, karena ia sudah terbiasa menelusuri jalanan saat masih menjadi jurnalis di Makassar menggunakan motor Honda Scoopy.
Namun, ruas jalan yang akan dilalui separuhnya masih tanah telanjang khas pegunungan. Jalanan seperti ini biasanya "makanan" bagi motor trail. Dengan kecepatan santai bisa ditempuh 40 menit, sedang 30 menit, buru-buru bisa dapat 20 menit atau bisa jadi terjun ke jurang.
Namun, motor metik yang dimiliki Aris terbiasa dimanja di aspal mulus. Meski demikian, pemuda asal Sinjai ini mengesampingkan hal itu.
Aris mengaku tidak salah memilih motor Honda. Dalam kondisi tempat kerjanya yang ada di pedalaman, Honda dengan yang kenal irit teruji.
"Di sini harga premium Rp 10 ribu per liter. Tidak hanya itu, letak SPBU jauh, sekitar 30 km, itupun kalau tidak habis stoknya. Jadi, beruntung Honda irit, jadi saya tidak khawatir akan kehabisan bensin di tengah jalan," ucapnya.
Selain itu, performa Honda Scoopy miliknya pun terlah teruji di jalan yang tidak mulus.
"Suspensinya Scoopy bagus di jalan berlubang, guncangan tidak terlalu terasa. Cukup mudah juga dikendalikan walau ada guncangan di jalan tidak rata. Bannya scoopy yang besar bagus dipakai saat tikungan," tambahnya.
Kini jalan berlubang itu menjadi "makanan" sehari-hari bagi motor Honda Scoopy milik Aris.
"Ini demi tanggung jawab mencerdaskan bangsa. Masih bersyukur punya motor untuk bisa dipakai. Karena siswa saya hanya jalan kaki ke sekolah, padahal rumahnya jauh dari sekolah," kata Aris.
"Letak rumah beberapa siswa dari sekolah cukup jauh. Beberapa dari mereka ada yang harus berjalan kaki sampai dua jam mendaki gunung melewati lembah," cerita Aris.
Saat tahu kondisi siswanya, Aris menyadari betapa beratnya perjuangan siswa di pedalaman dengan segala keterbatasannya. "Bersyukurlah bagi mereka yang dibekali kendaraan atau diantar ke sekolah oleh orang tuanya," ucap Aris.
"Dengan segala keterbatasan fasilitas maupun kondisi geografis di sini, semangatku terlecut untuk membawa banyak manfaat di sekolah itu. Semoga semangat siswa di sini untuk bersekolah, mereka bisa mencapai cita-citanya," kata Aris.
Tags: Honda
Baca juga
- Harga Motor Honda Matic Berlaku Juni 2026 di Sulsel
- AHM Best Student 2026 Dibuka, Pelajar Indonesia Diajak Ciptakan Inovasi Berbasis SDGs
- Perjalanan Jauh Pakai Motor? Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Lancar
- Astra Honda Resmikan Pos AHASS TEFA di SMK Negeri 3 Mandau, Pertajam Kompetensi Siswa Daerah
- Kendarai Honda NSF250RW, Kiandra Ramadhipa Target Podium Moto3 Junior di Sirkuit Barcelona
