KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Bagi sebagian pasangan kekasih, hari valentine adalah salah satu hari yang ditunggu-tunggu. Karena pada hari tersebut pasangan kekasih akan saling bertukar hadiah sebagai simbul saling menyayangi dan mengasihi. 

Namun ternyata di hari valentine justru banyak pasangan kekasih yang memutuskan untuk berpisah atau mengakhiri jalinan kasih mereka. 

Gak tersebut diketahuk dari riset yang dilakukan.oleh perancang asal Inggris, David McCandelless dan Lee Byron pada tahun 2014 silam.

Keduanya mengumpulkan 10 ribu  pembaruan status Facebook dengan keyword ‘break up’ atau ‘broken up’ selama satu tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak pasangan mengakhiri hubungannya dalam kurun waktu seminggu menjelang Valentine dan juga beberapa minggu setelahnya. 

Dilansir dari Your Tango, ada tiga hal yang menyebabkan hal tersebut. Pertama adalah karena adanya adanya ekpektasi harapan yang berlebihan. 

Valentine identik dengan hari untuk memberikan sesuatu yang menggambarkan cinta. Biasanya hadiah yang diberikan setara dengan besarnya cinta. Banyak pasangan mengharapkan lebih baik itu soal barang hingga perhatian. Jika tak sesuai ekspektasi, tentu kekecewaan itu sangat rentan memicu perpisahan.

Yang kedua adalah karena tekanan media sosial. Dewasa ini, media sosial menjadi tempat bagi seseorang untuk membagikan semua pengalaman pribadinya; baik itu soal makanan, hadiah, tempat berlibur, hingga keintiman hubungan. Namun sayangnya, beberapa hal yang ditunjukkan di media sosial terlalu berlebihan dan tak sesuai dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata.

Alasan terakhir kenapa pasangan bisa putus juga disebabkan karena hubungannya sudah mengalami berbagai masalah sebelum Valentine. Selain itu, kehadiran Valentine juga bisa menambah besarnya harapan dan ekspektasi (baik itu soal hadiah hingga perhatian) yang membuat pasangan akhirnya memilih untuk berpisah.


Baca juga