Triwulan Pertama di Tengah Pandemi Covid-19, PT Vale Umumkan Laba Bersih Sebesar Dolar AS 29 Juta
Aktivis di PT Vale - foto: intKAREBANUSA.COM, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan entitas anaknya (bersama Grup) hari ini, Selasa (28/2020), mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang belum diaudit untuk triwulan pertama tahun 2020. Grup mencatat laba positif sebesar AS$ 29 juta pada triwulan pertama 2020 (1T20).
Nilai ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu ketika Grup mencatat rugi bersih sebesar AS$ 20,2 juta.
Namun, hal ini merupakan 49 persen lebih rendah dibandingkan laba yang diperoleh pada triwulan keempat 2019 (4T19) sebesar AS$ 57,2 juta, terutama disebabkan oleh harga nikel dan pengiriman yang lebih rendah.
“Kami menghargai kerja keras seluruh karyawan di PT Vale,” kata Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur Perusahaan.
“Meskipun harus fokus mengantisipasi kemungkinan dampak COVID-19 pada operasi kami, kami masih dapat mencapai hasil yang baik pada triwulan ini,” tambahnya.
Pandemi COVID-19 telah menyebar dengan cepat di seluruh dunia, menyebabkan perlambatan ekonomi yang berdampak negatif pada permintaan-pasokan di industri nikel.
Hal ini, pada akhirnya mendorong tren penurunan harga nikel pada triwulan pertama tahun 2020, tren yang berpotensi berlanjut ke triwulan kedua.
Grup telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak potensial dari penyebaran COVID-19 terhadap operasi perusahaan.
Sementara kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, Grup berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan produksi dan proyek sejauh mungkin. Beberapa keputusan dan tindakan penting telah diambil untuk meminimalkan risiko infeksi di tempat kerja.
Grup juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk “meratakan kurva” pandemi di daerah sekitarnya.
Harga realisasi rata-rata pada 1T20 sebesar AS$ 10.428 per t, sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan harga realisasi rata-rata pada 4T19 sebesar AS$ 12.991 per t. PT Vale mencatat penjualan sebesar AS$174,6 juta pada 1T20, 37 persen lebih rendah dibandingkan penjualan yangdicatat pada 4T19 sebesar AS$ 275,5 juta.
Beban pokok pendapatan Grup pada 1T20 menurun sebesar 14 perseb menjadi AS$ 154,2 juta dari sebelumnya AS$ 180,1 juta pada 4T19.
Konsumsi High Sulphur Fuel Oil (“HSFO”), diesel dan batubara serta harga rata-rata disajikan pada tabel berikut:
Penggunaan High Sulphur Fuel Oil (HSFO) per ton nikel yang diproduksi menurun sebesar 10 persen dibandingkan triwulan sebelumnya dan menurun sebesar 11 persen dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, konsumsi diesel dan batubara pada 1T20 meningkat masing-masing sebesar 9 persen dan 2 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Konsumsi diesel yang lebih tinggi terutama disebabkan oleh jarak angkut tambang yang lebih jauh. Produksi pada 1T20 lebih tinggi sekitar 35 persen dibandingkan produksi pada 1T19. Namun, 14 persen lebih rendah dibandingkan produksi pada 4T19 yang disebabkan oleh adanya aktivitas pemeliharaan yang telah terencana di pabrik pengolahan.
“Melihat pencapaian sejauh ini dan dengan asumsi tidak ada dampak besar dari COVID-19 pada operasi kami, kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi kami pada tahun 2020,“ kata Nico Kanter.
Kas dan setara kas Grup pada 31 Maret 2020 adalah AS$292,8 juta, naik sebesar AS$43,8 juta dari saldo pada 31 Desember 2019 terutama disebabkan oleh pengeluaran kas yang lebih rendah terkait belanja modal pada 1T20 sebesar AS$33,0 juta, dibandingkan dengan AS$57,7 juta yang dikeluarkan pada 4T19.
Pada 31 Maret 2020, Perseroan, bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited ("VCL") dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. ("SMM"), dan juga PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) ("Inalum”) telah menyetujui perpanjangan tenggat waktu penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif terkait divestasi hingga akhir Mei 2020.
Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan: keselamatan jiwa merupakan hal terpenting dan menjaga kelestarian bumi.
Tags: Covid-19 PT Vale tambang nikel
Baca juga
- PT Vale Raih Penghargaan dari Pemprov Sulteng atas Kontribusi Pajak dan Dukungan PAD
- PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Tuntaskan Sengketa Lahan Old Camp Sorowako, 886 Warga Terima Distribusi Lahan
- PT Vale Panen Padi Berkelanjutan di Kolaka, Produktivitas Tembus 6,9 Ton dari Lahan Organik
- Konflik Timur Tengah: PT Vale Pastikan Operasional Tetap Jalan, Lakukan Efisiensi dan Inovasi
- PT Vale Tegaskan Industri Tambang Harus Jadi Solusi di Tengah Tekanan Harga Nikel Global

