Salah satu kamar Airy - foto: Instagram Airy Indonesia

KAREBANUSA.COM, Makassar - Airy, salah satu agregator hotel melati di Indonesia, mengumumkan akan menghentikan operasinya secara permanen pada 31 Mei mendatang akibat dihantam pandemi Covid-19. 

Sektor pariwisata, khususnya travel dan perhotelan menjadi bisnis paling terpukul akibat pandemi Covid-19.

Di Makassar dan Gowa, hampir semua perhotelan mulai tutup sejak awal April lalu, khususnya bintang 4 ke bawah. 

"Hotel-hotel ini ditutup akibat rendahnya okupansi yang hanya sekitar 2 sampai 4 persen, jumlah hotel ditutup bisa bertambah setiap hari jika situasi pandemi belum membaik," ujar Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Anggiat Sinaga, awal April lalu.

Sejumlah hotel di Makassar pun telah menjalin kerja sama dengan Airy. Dengan berhentinya operasional ini, Airy telah mengirim pesan melalui email kepada mitra propertinya bahwa mereka akan menghentikan perjanjian kerja sama.

"Kami telah melakukan yang terbaik untuk mengatasi dampak bencana ini. Namun, mengingat penurunan yang signifikan dan pengurangan sumber daya manusia, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi kami secara permanen," kata perusahaan dalam imelnya.

Ditambahkan, perusahaan akan berhenti beroperasi mulai 31 Mei 2020 mendatang. Keputusan itu diambil setelah April lalu, Airy dilaporkan telah memberhentikan sekitar 70 persen karyawan. 

Airy didirikan pada 2015 dan telah memiliki jaringan 2.000 properti dengan lebih dari 30.000 kamar. Startup ini juga diketahui merupakan mitra strategis Traveloka, salah satu unicorn Indonesia.

Salah satu pengguna Airy, Yani, merasa sedih dengan kabar ini. Ia pernah merasakan mudahnya mendapatkan kamar seperti yang diharapkan melalui aplikasi tersebut.

"Waktu liburan ala backpacker ke Jawa, saya pesan kamar melalui Airy sesuai budget dan lokasi yang saya inginkan, jadi saat tiba dan repot lagi mencari-cari. Aduh, sedih sekali mendengar kabar ini," kata Yani.

Selain Airy, Oyo dan Reddorz juga tengah menghadapi keadaaan yang sulit. Oyo yang sempat mengalami penurunan 50 persen hingga 60 persen pendapatan, terpaksa harus menerapkan pemotongan gaji dan cuti untuk karyawannya. 

Sementara, RedDoorz juga sempat menawarkan cuti sementara kepada para stafnya dan memberhentikan kurang dari 10 persen dari total tenaga kerjanya.

Pandemi Covid-19 telah memaksa lebih dari 700 hotel di Indonesia tutup sementara. Apalagi setelah adanya pemberlakuan PSBB dan larangan perjalanan.


Tags: Airy Airy tutup permanen Covid-19 hotel melati Pandemi Covid-19

Baca juga