KAREBANUSA.COM, Makassar – Kesadaran masyarakat di Makassar, khususnya untuk peserta mandiri, untuk melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan masih rendah. Dari total 355.369 jiwa Peserta Mandiri yang terdaftar di Makassar, yang rutin melakukan pembayaran sebanyak 156.430 jiwa dan masih ada 198.539 yang menunggak.

“Total tunggakannya ada sekitar Rp 184 miliar,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar, dr Greisthy EL Borotoding, di sela-sela Media Workshop Tahun 2021, Rabu (17/11/2021).

“Ada juga peserta yang dibayarkan pemerintah, baik itu daerah, provinsi maupun pusat. Kalau (dibayarkan) pemerintah, komitmen membayarkan setiap bulannya. Tetapi yang bermasalah ini adalah segmen peserta mandiri,” tambah dr Greisthy.

Ditambahkan, lamanya peserta yang menunggak ini bervariasi, ada yang sebulan, bahkan ada yang sampai 24 bulan (dua tahun). BPJS Kesehatan terus berupaya menyadarkan masyarakat untuk membayar iurannya setiap bulan agar. Karena JKN-KIS ini sistemnya gotong royong, saling membantu yang membutukan.

Sementara itu, cakupan kepesertaan program JKN-KIS dalam lingkup kerja BPJS Cabang Makassar sudah mencapai 91 persen. Wilayah kerja Cabang Makassar mencakup Kabupaten Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, dan Kota Makassar dengan jumlah penduduk 3.275.429.

Dari jumlah itu, yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sebanyak 2.981.436 jiwa (91 persen). Masih ada 293.993 jiwa yang berlum terdaftar (9,87 persen).

“Dengan bertambahnya jumlah peserta, kami juga terus menambah fasilitas kesehatan mulai dari tingkat pratama sampai lanjutan (rumah sakit). Sehingga bisa melayani semua masyarat,” kata dr Greisthy.

Dipaparkan, BPJS Kesehatan Cabang Makassar telah bekerja sama dengan 334 fasilitas kesehatan yang tersebat di lima kabupaten/kota.

“Puskesmas ada 45, klinik Pratama 89, Rumah sakit sebagai fasilitas rujukan sebanyak 54, Optik sebanyak 19 yang berada di Makassar dan sekitarnya. Ada juga apotik untuk mendapatkan obat-obatan dari penyakit kronis,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal, dr Beno Herman MARS AAK, menyampaikan cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Saat ini cakupan kepesertaan Program JKN-KIS secara Nasional mencakup 226.796.219 jiwa (83 persen dari total penduduk Indonesia). Sedangkan jumlah peserta di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 8.192.429jiwa (89 persen),” kata dr Beno.

Jumlah itu masih jauh dari target pemerintan, dimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), kepesertaan JKN-KIS ditargetkan mencapai 98 persen pada Tahun 2024.

“Diperlukan peran semua stakeholder, termasuk insan pers ata ujurnalis sebagai mitra strategis BPJS Kesehatan dalam hal menyebarluaskan informasi dan mengajak masyarakat untuk mensukseskan program ini,” kata dr Beno.

Sepanjang tahun 2021, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sulselbartramal telah bekerjasama dengan 927Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, klinikpratama, dokter prakter perorangan, dll), 112Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (rumah sakit) yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan jumlah pemanfaatan layanan kesehatan sepanjang tahun 2021 sebesar 9.555.455kasus, denganpemanfaatan per hari37.918 kasus.

“Sebagai satu budaya BPJS Kesehatan (INISIATIF = Integritas, kolaborasi, pelayanan prima dan inovatif) kolaborasi dengan insan pers atau jurnalis sebagai control terhadap implementasi kebijakan, dapat menjadi masukan berhargabagi peningkatan layanan dan implementasi Program JKN-KIS,” tambahnya.(*)



Tags: BPJS Kesehatan Iuran BPJS Kesehatan tunggakan

Baca juga