Dalami Sejarah Sulsel, Mahasiswa PMM DN di Unibos Kunjungi Benteng Rotterdam dan Museum Makassar
Mahasiswa Inbound PMM DN ini berada di Unibos sejak 29 November lalu. Kunjungan yang dilakukakn ke tempat cagar budaya Kota Makassar ini turut didampingi oleh dosen modul nusantara, Jainuddin Ranung MPd dan Tismi Dipalaya MPd yang juga Merupakan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unibos.
“Kunjungan ini merupakan cara kami untuk mengenalkan kepada mahasiswa PMM DN tentang sejarah bagaimana perkembangan Kota Makassar dari tempo dulu hingga masa sekarang. Ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keberagaman budaya di sulsel serta untuk mengingat perjuangan jasa-jasa pahlawan saat perang melawan penjajah,” kata Jainuddin Ranung.
“Kami juga mengajak mahasiswa Unibos dalam kegiatan ini untuk mendampingi teman-teman mahasiswa PMM DN. Kami berharap dari kunjungan ini mahasiswa dari luar pulau Sulawesi mendapatkan informasi mengenai identitas dan sejarah kota Makassar serta budaya penduduk Makassar yang pluralistic. Selanjutnya kami juga akan melakukan kunjungan ke beberapa tempat destinasi cagar budaya untuk mempelajari budaya dan adat istiadat setempat,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unibos, Dr Abd Haris Hamid, menjelaskan bahwa program PMM DN ini dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama adalah proses akademik dan sudah dilakukan perkuliahan di dalam kelas, sesuai dengan program yang telah ditentukan masing-masing mahasiswa.
Kedua adalah modul Nusantara. Modul ini, kegiatannya di luar kampus yang rata-rata dilakukan dengan pendekatan baik objek wisata maupun objek-objek yang bersejarah. Hasil akhir dari kegiatan ini harus dalam bentuk jurnal atau modul, dibuatkan serangkaian perjalanan dari pengamatan tenmpat dikunjungi dan dirangkum dalam sebuah foto.
“Jadi kita biasanya di Sulawesi Selatan akan dibuatkan itu kemudian di kementerian akan dijadikan rangkuman menjadi satu. Alhamdulillah ini sudah berjalan dengan lancar kami tetap berkoordinasi dengan karena masing-masing di dua ini ada penanggung jawabnya jadi pengelolaan kuliahnya ada kemudian modul Nusantara nya juga ada dan ini berdasarkan hasil pantauan saya bawah ini sudah berjalan dengan baik” tutur Abdul Haris.
“Secara keseluruhan anggap bahwa ini sudah berjalan dengan bahwa karena ini sangat baik sangat baik membuat program dalam rangka buktikan bahwa kita ini adalah bangsa yang multikultural multietnis ya di bawah naungan ya bhinneka tunggal Ika yang jadi kita berbeda-beda tetapi satu nah itulah kita melihat di mana letak perbedaan ini lewat program seperti ini ini sangat baik bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman di daerah yang tidak pernah dia mendatangi Indonesia ternyata memang ada perbedaan kultur dan itu dia rasakan karena itu pesan kita pesan saya selaku pimpinan bahwa mudah-mudahan program ini bisa berjalan dan mahasiswa Ibound yang ada di universitas Bosowa dapat menikmatinya dengan baik jadi paham betul tentang filosofi PMM DN ini,” pungkasnya.(*)
Tags: Benteng Rotterdam Museum Kota Makassar Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri Unibos
Baca juga
- 728 Wisudawan Dikukuhkan di Wisuda ke-69 Universitas Bosowa, Rektor Tekankan Adaptasi dan Inovasi
- Kuliah Umum PWK Unibos Bahas Real Estate, Soroti Tantangan dan Peluang Perencana Kota
- Unibos Kukuhkan 2 Profesor Baru, Kepakaran Bidang Sosial Perkotaan hingga Transformasi Digital UMKM
- Perkuat Silaturahmi Melalui Halal Bihalal, Unibos dan Poltekbos Lantik Sejumlah Pejabat Struktural Periode 2026-2031
- Prof Batara Surya Dilantik Kembali Jadi Rektor Universitas Bosowa 2026-2031, Siap Akselerasi Kampus Berdaya Saing Global

