Capaian Pelindo Pasca Merger Meningkat pada Pelayanan dan Komoditas
KAREBANUSA.COM, Makassar - Pasca merger antar BUMN pelabuhan yakni PT Pelabuhan Indonesia I,II, III, dan VI, beberapa capaian telah diraih dalam pelayanan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis, pada coffe morning di Makassar pada Kamis (3/11/2022).
Enriany mengatakan beberapa capaian yang diraih, yakni standarisasi pelayanan jasa kepelabuhanan di lingkungan regional 4. Ada 10 pelabuhan telah distandarisasi untuk pelayanan peti kemas maupun kapal dan konvensional, dimulai dengan digitalisasi sistem menggunakan aplikasi baik pengguna jasa maupun pekerja di lapangan.
"Kami juga membuat beberapa valugration untuk menambah nilai pendapatan yang ada di regional. Misalnya kami kan punya 25 cabang, ada alat yang mungkin direlokasi dan bermanfaat bisa berguna di cabang lain. Ujung-ujungnya dengan adanya merger ini yang bisa kita capai bisa menurunkan cargo stay di pelabuhan," ujarnya.
Ini sudah terjadi di beberapa cabang, misalnya di Toli-toli yang tadinya port stay tiga hari, bisa menjadi satu setengah hari. Dampaknya bisa mempersingkat waktu di pelabuhan. Dengan kata lain, perputaran di pelabuhan bisa lebih cepat dan lebih banyak kapal yang singgah di pelabuhan itu.
Langkah efisiensi salah satu di antaranya sangat besar dampak dari digitalisasi dan sistemisasi tersebut. Contohnya yang ada di pintu pelabuhan diberlakukan cashless, memungkinkan orang yang masuk bisa langsung bayar di tempat dan tidak ada lagi tatap muka, kemudian untuk peralatan bongkar muat dilakukan elektrifikasi lapangan hanya dengan dilakukan melalui aplikasi, sehingga hemat BBM hingga ratusan juta. ini sudah dilakukan di terminal peti kemas Makassar.
"Kami juga sedang menggalakkan di Bitung dan Kendari New Port terkait program ini," tambahnya
Selain itu, di Samarinda, Kalimantan juga telah terpasang solar cell untuk daya listrik dan menghemat pemakaian BBM kantor.
"Demikian pula kerjasama kami dengan PLN untuk ALMA yang sudah ada di Manado. Dan ini dianggap sangat efisien untuk mengurangi penggunaan BBM dan sekaligus membantu mengurangi polusi lingkungan," terang Enriany.
Intinya dengan adanya program ini akan meningkatkan pelayanan kami, lebih baik, mengefisiensikan waktu, dan memangkas biaya.
Pelindo Regional 4 mengaku standarisasi dilakukan bertahap, baru dilakukan di 10 pelabuhan, dan sedang menuju untuk menyeluruh. Denganadanya sub holding itu bisnisnya lebih fokus. Seperti yang diketahui ada empat sub holding mereka lebih fokus di bidangnya ada jasa maritim, peti kemas, peralatan, logistik, dan lainnya.
"Dengan kerjasama antar cabang dan sub holding, kami tidak melihat per entitas masing-masing. Tapi kami melihat secara Pelindo grup hasilnya lebih efektif dibanding jalan sendiri-sendiri," tutup Enriany.
Diharapkan untuk standarisasi semua akan direalisasikan di semua cabang.
Tags: BUMN Pelindo
Baca juga
- Pelindo Regional 4 Perkuat Kompetensi SDM Lewat Program TWG Ketenagalistrikan
- Pelindo Konsolidasi dengan Asosiasi Logistik di Makassar, Perkuat Layanan Pelabuhan MNP
- Pelindo dan Tiran Nusantara Bahas Pengembangan Pelabuhan Tonra Bone dan Optimalisasi Aset
- Pelindo dan Pemkot Makassar Perkuat Sinergi, Penataan Parkir Truk dan Taman Km 0 Jadi Prioritas
- Arus Penumpang Lebaran 2026 di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Tembus 758 Ribu, Naik 10,41 Persen

