Festival Kearifan Lokal di SMA Katolik Cendrawasih, Sajikan Kuliner Khas Makassar Hingga Sejarah Tongkonan
KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Yayasan Paulus Makassar mengadakan Festival Kearifan Lokal di SMA Katolik Cendrawasih Makassar, Sabtu (26/112022). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang berpusat pada pendidikan karakter siswa, tidak hanya prestasi.
“Berkat kegiatan ini, siswa dapat berinteraksi dengan siswa lainnya, tidak hanya main gadget, seperti yang dilakukan anak muda selama pandemi,” ujar Herlyna Allolajuk ST, salah satu guru SMA Katolik Cendrawasih Makassar.
Sejumlah kuliner khas Makassar disajikan seperti pisang ijo, coto, mie titi, dan beragam kuliner khas Makassar lainnya. Selain itu ada pula yang menampilkan sejarah Tongkonan, rumah adat Toraja.
Siswa juga menampilkan drama berjudul “Kodobuleng”. Drama ini menceritakan tentang kedekatan manusia dengan alam.
Festival ini merupakan turunan dari P5BNI.
Koordinator P5BNI, Maria Maculada JJ SPd, mengatakan bahwa proyek ini terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diperintahkan dalam Kurikulum Merdeka.
"Peserta didik sangat antusias dalam melaksanakan proyek ini. Persiapan Festival 2 bulan, dari awal Oktober hingga November," katanya.
Kepala Sekolah SMA Katolik Cendrawasih Makassar, Frater Dionisius Kayus Abi CM SPd, berterima kasih pada seluruh pihak yang telah bekerjasama melaksanakan acara ini, termasuk para orang tua siswa.
“Saya berterima kasih pada perwakilan Yayasan Paulus Makassar yang telah hadir serta segenap orang tua dan peserta didik yang hadir di sini,” katanya.
Penampilan dan pameran dilaksanakan oleh siswa kelas X, mulai dari X-1, X-2, dan X-3.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan siswa juga menjadi pribadi yang sesuai dengan visi misi yayasan yaitu berintegritas, penuh kasih, dan misionaris.
SMA Katolik Cendrawasih juga menjadi percontohan dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka. (*)
Tags: Festival Kearifan Lokal Kurikulum Merdeka SMA Katolik Cendrawasih Makassar
