KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga lewat ruang berekspresi yang terbuka bagi semua warga.

Hal tersebut diwujudkan Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindroma Down (KOADS) Makassar bersama organisasi masyarakat sipil Kota Kita melalui kegiatan “Motif Tanpa Batas: Batik Ciprat dan Cap untuk Kota Inklusif”.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Agustus 2026, di kawasan cagar budaya Benteng Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Makassar.

Gelaran ini menjadi ruang bagi penyandang disabilitas intelektual untuk menampilkan kreativitas melalui seni batik sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya kesetaraan dan inklusivitas di ruang publik.

Melalui teknik batik ciprat dan cap, para peserta akan menghasilkan karya dengan mengeksplorasi warna, motif, dan berbagai bentuk ekspresi tanpa dibatasi stigma terhadap penyandang disabilitas.

Ketua Panitia sekaligus Ketua KOADS Makassar, Hj Rosmaladewi ST, mengatakan pemilihan momentum bulan kemerdekaan memiliki makna tersendiri.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus dimaknai sebagai kebebasan bagi seluruh masyarakat untuk berekspresi, berkarya, dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial.

“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat. Difabel bukan objek kasihan, melainkan subjek pencipta karya yang memiliki nilai estetika dan filosofis tinggi. Batik ciprat ini dipilih karena tekniknya yang cair dan bebas, sangat merepresentasikan jiwa para peserta kami yang penuh imajinasi tanpa batas,” ujar Rosmaladewi, Sabtu (15/8/2026).

Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang berkesenian, tetapi juga dapat menjadi sarana terapi okupasi sekaligus penguatan keterampilan vokasional bagi penyandang disabilitas.

Dengan keterampilan yang terus dikembangkan, para peserta diharapkan memiliki peluang untuk membangun kemandirian ekonomi melalui karya yang mereka hasilkan.

Benteng Rotterdam Jadi Ruang Ekspresi Inklusif

Kolaborasi KOADS dan Kota Kita dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk kemitraan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif.

Benteng Rotterdam dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi Kota Makassar.

Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi latar kegiatan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara penyandang disabilitas dan masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak melihat bahwa warisan budaya dan ruang publik merupakan milik seluruh warga tanpa terkecuali.

Rangkaian kegiatan “Motif Tanpa Batas” akan berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA.

Pengunjung nantinya tidak hanya dapat menyaksikan proses pembuatan batik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para peserta penyandang disabilitas.

Karya-karya yang dihasilkan juga akan tersedia untuk dibeli oleh pengunjung sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan potensi ekonomi para peserta.

Selain aktivitas membatik, panitia akan menghadirkan sesi sharing mengenai inklusi sosial.

Panitia juga menyiapkan fasilitas aksesibilitas di lokasi kegiatan agar dapat memberikan pengalaman yang nyaman bagi seluruh pengunjung, termasuk penyandang disabilitas fisik maupun sensorik.

Rosmaladewi berharap dukungan terhadap kegiatan tersebut tidak hanya datang dari komunitas, tetapi juga pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat secara luas.

“Kehadiran Anda di Benteng Rotterdam nanti adalah bentuk validasi bahwa kami diakui. Jangan datang hanya untuk melihat, tapi datanglah untuk belajar menerima perbedaan sebagai kekayaan,” tegasnya.

Ia berharap “Motif Tanpa Batas” dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan kegiatan inklusif di daerah lain.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan tata ruang dan program kebudayaan yang semakin memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan tersebut, KOADS dan Kota Kita mengajak masyarakat Makassar memaknai kemerdekaan dengan cara yang lebih luas, yakni dengan membuka ruang yang setara bagi setiap warga untuk berkarya dan berpartisipasi.

“Motif Tanpa Batas” diharapkan menjadi bagian dari perjalanan menuju Makassar sebagai kota yang mampu merangkul keberagaman, menghapus diskriminasi, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk tumbuh dan berkontribusi.

(*)


Tags: Batik Ciprat Batik Makassar Benteng Rotterdam Down Sindrom HUT ke-81 RI KOADS Makassar Kota Inklusif Kota Kita Sindroma Down

Baca juga