KAREBANUSA.COM, Makasar - Dian Aditya Ning Lestari akan berlaga di Pemilu 2024 mewakili Dapil I Kota Makassar meliputi Kecamatan Makassar, Ujung Pandang, Rappocini. 

Selain untuk perempuan yang akrab disapa Diku ini juga ingin berjuang untuk para nelayan.

"Kita bangun Cold Storage (Kamar Pendingin), agar ikan dari para nelayan lebih awet," ujar Diku memberikan solusi. 

Cold Storage sendiri sudah dibangun oleh pemerintah saat ini, namun pemanfaatannya belum maksimal. Jika terpilih Diku ingin memperjuangkan pembangunan Cold Storage di Pulau Lae-Lae, Pulau Gusung, Pulau Kahyangan dan Pulau Samalona. 

"Dengan begini, ikan dapat dibekukan dan nelayan tidak akan kerugian," ujar Diku. "Kita akan sasar titik-titik lain yang membutuhkan pembangunan Cold Storage.

Selain Cold Storage, pendidikan tentang packaging ikan juga penting. Tujuan dari pendidikan packaging ini agar ikan lebih awet. 

"Nelayan akan kami beri pelatihan untuk packaging ikan" ujar Diku. "Kerugian nelayan akan makin minim jika ikan-ikan tangkapan mereka dapat diberikan packaging."

Selain pulau-pulau yang menjadi sasaran, ini juga perlu didapatkan nelayan di titik-titik yang lain. Apalagi Sulawesi Selatan sendiri merupakan negeri para pelaut, sudah semestinya perikanan dan kelautannya menjadi nomor satu.

Ikan-ikan yang dipenuhi mikroplastik juga menjadi isu dunia. Karenanya kita memang harus mengurangi membuang sampah, utamanya di daerah lautan. 

"Bukan hanya pemerintah yang berusaha, tapi juga rakyatnya, kita harus hilangkan kebiasaan membuang sampah di laut," ucap alumni SMAN 17 Makassar itu. 

Selain pemandangan tidak sedap, sampah ini dimakan oleh ikan yang ditangkap nelayan. Akibatnya ikan yang kita makan menjadi tidak sehat.

Polusi akibat perbuatan manusia juga mempengaruhi kesehatan ikan yang kita makan. Jika air lautnya memiliki polutan, jelas ikan yang ditangkap juga berpotensi berbahaya bagi yang memakannya. 

Karena itu kontrol akan polusi laut perlu dijaga, pemerintah harus melakukan pencegahan polusi air laut dan memurnikan kembali air laut.

Perubahan iklim juga mempengaruhi kesempatan kerja nelayan. Cuaca yang berubah tentunya juga mempengaruhi populasi ikan. Kita harus menindaki pemanasan global yang terjadi dengan memberikan insentif bagi para nelayan jika tidak mendapat hasil laut. 

Pemerintah harus bisa memberikan bantuan bagi para nelayan.

Demi regenerasi populasi ikan, Diku juga mengatakan tidak digunakannya pukat harimau menjadi penting. 

"Kita harus jaga regenerasi dari ikan yang ditangkap, karena kalau menggunakan pukat harimau maka ikan-ikan yang kecil juga akan tertangkap," ungkap alumni Hubungan Internasional (HI) Universitas Indonesia (HI) ini. 

Karena itu regulasi dan pengawasan dalam pencegahan penggunaan pukat harimau harus ditingkatkan. 

Selain pukat harimau, penggunan bom juga berbahaya. "Pukat harimau dan bom dapat merusak terumbu karang," jelasnya 

Terumbu karang merupakan tempat tinggal ikan, sehingga regulasi mengenai dua metode berbahaya ini harus ditingkatkan. "Kita sasar di pembangunan infrastruktur dan regulasi untuk menyelamatkan populasi dan kualitas ikan," kata Diku.

Cold storage dan packaging juga akan menjamin kualitas ikan yang dapat kita expor. "Karena itu fokus ke dua hal ini dapat membantu meningkatkan kemakmuran nelayan yang ada di Indonesia," ujarnya. (*)


Tags: Cold Storage Dian Aditya Ning Lestari Makassar Partai Nasdem

Baca juga