350 Keluarga La Tampe Silaturahmi di Malino, dari Jakarta hingga Papua Hadir
keturunan La Tampe Petta Renring dari Bone dan berbagai daerah berkumpul dalam ajang Family Gathering.KAREBANUSA.COM, SUNGGUMINASA - Suasana Malino, Kabupaten Gowa, pada 9–10 Agustus 2025 dipenuhi keseruan dan keharuan saat ratusan keturunan La Tampe Petta Renring dari Bone dan berbagai daerah berkumpul dalam ajang Family Gathering.
Puatta La Tampe Petta Renring adalah keturunan dari La Tampe bin La Rebba Daeng Magguling bin La Mattanete Petta Tiro Petta Hajji Cakkela Arung Cakkela bin La Hampang Daeng Paware Arung Labuaja.
Rombongan hadir dari berbagai penjuru, termasuk Parepare, Sidrap, Pinrang, Bone, Jakarta, Surabaya, Bandung, Papua, Sulawesi Barat, dan berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. Sebanyak tiga bus rombongan datang dari Parepare dan Sidrap untuk pertama kalinya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Rumpun, Ir. Andi Chairil Anwar Petta Lira, M.M., mengaku terharu melihat antusiasme keluarga.
“Momen ini membuat terharu, karena ini tidak terbayangkan, berkumpul di satu tempat, bertemu kerabat yang bahkan tidak pernah bertemu sejak lahir. Kegiatan ini rintisannya sangat panjang walau dikomitmenkan satu bulan,” ujarnya.
"Diinisiasi saat ngopi bahwa keluarga harus berkumpul, agar empat generasi saling kenal. Sebagai satu tetesan darah dari bapak tujuh orang bersaudara. La Tampe punya tujuh anak dan saat ini generasinya mencapai 785 orang. Ini tetesan darah, bukan sambungan suami istri. Ini baru Rumpun La Tampe, belum kita undang lima saudaranya, Malino bisa kosong. Yang mencatatkan hadir 350 orang. Maka saat ini kita besarkan keluarga ini,” ucapnya.
Dalam wawancara, Petta Lira menambahkan, momen 17 Agustusan ini menjadi momen berkumpul kami.
“Dan ke depannya kami akan melakukan ziarah leluhur dan mendirikan lembaga kerabat yang berfokus pada silaturahmi. Yang datang hari ini ada yang dari Jakarta, Surabaya, Papua, Bandung, Sulawesi Barat, dan berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Kami juga membuat aplikasi untuk mendata. Dengan ini kami akan sukses bersama,” ujarnya.
Cucu langsung Puatta La Tampe, Ir.Andi Fattah Wahid Petta Raja, menyampaikan pesan leluhur yang menjadi pegangan keluarga.
“Kita tidak membayangkan akan berkumpul di sini, ini karena kehendak Allah. Marilah kita menelusuri asal-usul kita. Leluhur kita berkata, kalau kita tidak ingin dipandang enteng orang, maka harus menelusuri asal-usul,” ujarnya.
Yang diharapkan oleh para leluhur adalah kita menelusuri asal-usul. La Tampe Petta Renring punya tujuh anak dengan satu ayah. Di atasnya ada namanya La Rebba, dan La Mattenete di atasnya lagi.
"Jadi keturunannya sudah sangat jauh. La Tampe juga bukan orang yang sombong. Janganlah kita menjadi orang yang sombong, walaupun sudah mempelajari silsilah keluarga. Kita tunjukkan bagi Indonesia, Sulawesi Selatan, dan Bone,” ujarnya.
Petta Raja juga mengingatkan tiga pedoman hidup leluhur: menelusuri asal-usul, mempelajari sejarah keluarga, dan menjaga kerendahan hati.
“Dengan mengetahui garis darah, kita bisa saling mengingatkan dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Direktur Umum dan SDM BPJS Kesehatan, Dr. dr. H. Andi Afdal Abdullah, MBA, AAK Petta Tau, juga menyampaikan kesannya.
“Pertemuan keluarga ini sangat penting agar kita sekeluarga saling kenal. Ikatan persaudaraan dari seluruh Indonesia, dimanapun kita berada jangan lupakan keluarga besar,” paparnya.
"Untuk negara kita, ikatan sosial berbasis keluarga sangat penting bagi kita. Bagi seluruh keturunan La Tampe kita merupakan khasanah bagi bangsa dan kita patut berbangga,” lanjutnya.
Petta Tau menilai kegiatan ini berharga untuk mempererat persaudaraan.
“Dimanapun kita berada, jangan pernah melupakan keluarga besar. Ikatan ini adalah kekuatan besar untuk menjaga persatuan dan kerja sama,” ujarnya.
Rangkaian acara dimulai pada Jumat (8/8/2025) dengan keberangkatan tim persiapan yang dipimpin Andi Syaifuddin Petta Lolo ke Malino pukul 15.00 WITA. Tim tiba di Pondok Ayrha pukul 18.00 WITA, melakukan koordinasi, dan bermalam di lokasi.
Sabtu pagi, rombongan utama berkumpul di Perumahan Bulurokeng Permai, Makassar, lalu berangkat ke Malino. Setelah check-in di Villa Red House dan Penginapan Ayrha, acara dilanjutkan dengan Speech on Family oleh Petta Raja dan Petta Tau.
Sore hari diisi family games, sementara malam harinya menjadi momen penuh makna dengan penayangan testimoni oleh AKBP H. Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, S.I.K., S.H., M.H. yang berisi pesan tentang pentingnya pembinaan kekerabatan leluhur Puatta La Tampe Petta Renring
Pesan tersebut dikemas dalam rencana anjangsana ke panti asuhan dan ziarah ke makam-makam leluhur di kemudian hari.
Acara berlanjut dengan pengumuman silsilah keluarga sambil makan malam, pemberian cenderamata berupa rompi kepada Petta Raja dan Petta Tau, serta penutupan resmi.
Keluarga Besar Rumpun La Tampe Petta Renring sepakat secara aklamasi menetapkan Ir. H. Andi Chaeril Anwar Petta Lira sebagai Ketua dan Andi Syaifuddin Petta Lolo sebagai Sekretaris Umum.
Penetapan ini diumumkan langsung oleh Ir. Andi Fattah Wahid Petta Raja usai penayangan video silsilah keluarga.
Tags: Malino
Baca juga
- Jalan Poros Malino di Pakkatto Segera Masuk Tahap Pengerjaan, Bupati Gowa: Sudah Koordinasi dengan Pemprov
- Retret 153 Lurah se Makassar, Wakil Wali Kota Ingatkan Integritas Pelayanan
- TOC Celebes Silaturahmi Melalui Touring dan Camping di Malino
- AVOCI Celebes Gelar Bakti Sosial dan Tour Merah Putih ke Malino
- Corolla Retro Makassar Rayakan Anniversary Ke-7, Family Gathering Hingga Berwisata ke Malino

