Ilustrasi - foto: Pixabay


  • Pelaku sempat mencari lokasi untuk membuang jazad Alvaro.
  • Motif Pelaku mengkaahiri hidup Alvaro karena cemburu curiga istrinya selingkuh
  • Pelaku akhiri hidupnya di Ruang Konseling Polsek Pesanggrahan

KAREBANUSA.COM, JAKARTA - Misteri hilangnya bocah 6 tahun, Alvaro Kiano Nugroho, telah terungkap.

Alvaro dinyatakan hilang sejak 8 bulan lalu.

Alvaro hilang setelah dijemput dari masjid di dekat rumahnya di Tanah Kusir, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 6 Maret 2025. 

Kini, ia berhasil ditemukan, sayangnya, ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tinggal kerangka di pinggir Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.

Hal ini dibenarkan Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam. "Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” katanya, Minggu (23/11/2025).

penemuan jazad Alvaro ini tidak lepas dari penyelidikan polisi selama 8 bulan terakhir dan menetapkan Alex Iskandar (49) sebagai tersangka yang bertanggung jawab atas hilangnya Alvaro.

Alex merupakan ayah tiri dari Alvaro. 

Alex ditangkap pada Jumat (21/11/2025) di rumahnya di Tangerang, Banten. 

Dari keterangan Alex inilah, polisi mengetahui lokasi ia membuang jazad Alvaro yaitu di pinggir Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.

Polisi dan keluarga pun melakukan pencarian dengan menggunakan anjing pelacak, Sabtu (22/11/2025). Akhirnya, keberadaan Alvaro ditemukan. Kerangka bocah mungil ini ditemukan di antara tumpukan sampah, masih melekat kemeja putih lengan panjang dan celana pendek.

Seala mengungkapkan, pihaknya menetapkan Alex sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, termasuk menggali informasi dari anak-anak di sekitar lokasi kejadian.

Anak-anak ini berhasil mengenal Alex sebagai om dari Alvaro dan dia adalah sosok yang terakhir terlihat berada di masjid tempat Alvaro sempat berada. 

Marbut masjid juga memberikan kesaksian. Ia mengaku mengaku masih ingat suara pria yang menjemput Alvaro saat itu.

Dalam sesi pengenalan suara itu, marbut memastikan suara Alex cocok dengan orang yang datang mencari Alvaro.

Kakek korban Tugimin (71 tahun) menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.

Dendam dan Cemburu

Setelah diamankan, Alex akhirnya mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, Alex mengaku menculik Alvaro karena curiga istrinya yang bekerja di luar negeri berselingkuh.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio, menjelaskan bahwa tersangka cemburu dan membalaskan sakit hatinya itu dengan menyakiti anak dari istrinya yaitu Alvaro.

"Motif tersangka ini melakukan pembunuhan itu terhadap anak itu karena cemburu,” jelas Ardian dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). 

Kronologi kejadian

Sebelum melancarkan aksinya, Alex beberapa kali mengirim pesan ancaman kepada istrinya, termasuk rencana balas dendam. 

Hingga kemudian, pada 6 Maret 2025 sore, Alex datang ke rumah Alvaro di Bintaro, Pesanggrahan.

Ia mengajak bocah itu membeli mainan. Saat itu, Alvaro yang baru berusia 6 tahun menangis mencari kakeknya, Tugimin. 

Karena kesal dan takut aksinya ketahuan, Alex menutup mulut Alvaro dengan handuk. Ia juga mengikat korban.

Dalam kondisi mulut dibekap dan diikat, Alvaro meninggal dunia. Alex lalu memasukkan jazah Alvaro ke dalam plastik dan disimpan di garasi rumah, tertutup mobil silver, selama tiga hari. 

Selama itu juga, Alex beberapa kali ke Tenjo, Kabupaten Bogor, untuk mencari tempat pembuangan. 

“Tersangka mencari lokasi mana yang sepi untuk membuang (jazad Alvaro). Ia pun memilih di jembatan (Cilalay) itu pada 9 Maret 2025,” jelas Ardian. 

Ia memilih daerah tersebut karena memiliki kerabat yang tinggal di sana dan diduga terlibat membantu. Polisi sudah memeriksa kebarat yang berinisial G dan mengaku tidak mengetahui isi plastik yang dibawa Alex. 

"Tersangka bilang isinya bangkai anjing. Tapi dia (si G) enggak ngecek lagi,” tutur Ardian. 

Alex Akhiri Hidupnya

Usai memberikan keterangan, Alex ditemukan meninggal dunia, Sabtu (22/11/2025) pagi. Ia mengakhiri hidupnya saat sedang dipersiapkan untuk ditetapkan sebagai tersangka dan persiapan untuk melakukan pencarian keberadaan Alvaro.

Ia sebelumnya meminta celana ganti karena mengaku buang air di celana. Oleh penyidik diberikan celana pendek. 

Kerabat Alex, G, yang sempat juga ikut diperiksa yang pertama kali melihat Alex sudah tak bernyawa dalam ruangan. 

“Itu pagi, dari pukul 6.30 sampai 9.00 pagi, ditemukan oleh G saat dilihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah, melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya,” ungkap Ardian. 

Keluarga Alvaro mengaku marah dan kecewa karena pelaku meninggal sebelum mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. 

Nenek Alvaro Sayem berharap polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk melihat keterlibatan kerabat Alex lainnya.  

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pun memastikan hal tersebut. 

“Penyelidikan terhadap pihak-pihak lain terus kami akan lakukan, termasuk informasi apapun, apakah ada pihak-pihak lain yang turut serta di dalam melakukan aksi penculikan sampai dengan mengakibatkan hilangnya nyawa Ananda AKN. Ini terus kami lakukan,” jelas Budi. 

Tes DNA

Sementara itu, terkait penemuan kerangka tersebut, untuk memastikan itu adalah Alvaro, polisi melakukan pemeriksaan deoxyribo nucleic acid (DNA).

Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Nicholas Lilipaly, menjelaskan, pemeriksaan forensik kerangka yang diduga Alvaro itu dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik Polri.

Hasil tes DNA itu, akan diumumkan pada Kamis, 27 November 2025. “Nanti saja akan kami umumkan,” katanya.

Catatan Redaksi:

Jangan remehkan depresi. Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. 

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. 

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

(*)



Tags: Alvaro Kiano Nugraha