KAREBANUSA.COM, MAKALE - Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja menerapkan program matrikulasi sebagai penyesuaian kemampuan dasar siswa. 

Program ini untuk memberantas buta hurup pada anak-anak di Tana Toraja.

Hal ini dibenarkan Wakil Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja, Helena Angelia, saat ditemui, Rabu (14/1/2026).

Matrikulasi Sekolah Rakyat adalah program pembekalan intensif awal selama 2-3 bulan untuk siswa Sekolah Rakyat (program pendidikan gratis bagi anak miskin/rentan miskin) setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Fokus program ini yaitu menyamakan pemahaman dasar, membangun karakter, literasi baca tulis, dan kemampuan hitung, serta memetakan potensi siswa (fisik, mental, akademik) agar siap mengikuti jenjang SD/SMP/SMA formal yang setara. 

Tujuannya untuk mengatasi kesenjangan awal akibat latar belakang keluarga, menyiapkan mental, dan memastikan siswa memiliki fondasi kuat sebelum benar-benar belajar di Sekolah Rakyat yang berformat asrama. 

Program ini penting diterapkan mengingat beberapa siswa di Sekolah Rakyat belum paham abjad atau huruf. Pasalnya, sebagian siswa sebelumnya sempat putus sekolah.

“Dulu itu banyak sekali siswa yang tidak paham huruf dari A sampai Z," ungkap Helena. 

"Kadang kita tunjukkan huruf B, tapi dia bilang A,” tambahnya.

Melalui program matrikulasi dan pendampingan intensif oleh guru serta wali asuh, siswa-siswa SD yang belum bisa membaca diberikan bimbingan khusus agar mampu mengejar ketertinggalan.

Helena berharap, keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja dapat menjadi jalan bagi para siswa untuk meraih prestasi seperti anak lainnya.

“Harapan kami, mereka bisa mengubah nasib orang tua dan menjadi generasi emas bangsa,” katanya.

(*)


Tags: buta aksara Matrikulasi Sekolah Rakyat Tana Toraja

Baca juga