Festival Cap Go Meh Makassar 2026: Kebangkitan UMKM dan Penguatan Harmonisasi Keberagaman
KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Festival Cap Go Meh yang digelar di Jalan Sulawesi, Makassar, Selasa (3/3/2026) berjalan dengan lancar dan sukses.
Masyarakat tumpah ruah memadati area, terutama untuk berburu kuliner yang dijajakan 150 UKMM di sepanjang Jalan Sulawesi.
Ada yang datang bersama keluarga ataupun teman.
Selain berburu kuliner, pengunjung juga begitu menikmati hiburan, khususnya atraksi barongsai yang dibawakan pemuda dari Klenteng Girinaga Makassar.
Yang menarik adalah penampilan kolaborasi budaya serta agama melalui Rampak Bedug dan Tambur Barongsai.
Cap Go Meh adalah malam hari ke-15 Imlek, ini adalah perayanan tahun baru bagi warga Tionghoa, termasuk dirayakan peranakan yang ada di Makassar.
Karena perayaan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan Ramadan, maka festival kali ini tampil beda dengan adanya kolaborasi Rampak Bedug dan Tambur Barongsai tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Dr H Ali Yafid SAg SPdI, mengapresiasi kegiatan ini yang memperlihatkan keharmonisan dalam keberagaman.
"Memang, beberapa agama dan budaya kegiatannya beririsan di bulan Ramadan kali ini, namun tidak mengurangi solidaritas kita, bahkan berjalan dengan baik," katanya.
"Seperti terlihat di event kali ini, memberikan manfaatnya luar biasa. Kita bergandengan tangan saling menguatkan membangun Makassar dan Sulsel," tuturnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Sulsel, data awal tahun 2026, di posisi 82,3 persen, di atas rata-rata nasional.
Hal senada juga disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sebagai peringatan yang dilaksanakan oleh warga Tionghoa, tapi ini bentuk dari sebuah harmonisasi dan kebersamaan yang dibangun di kota Makassar.
Keharmonisan ini, kata Appi-sapaannya, memberikan gambaran bahwa Makassar adalah kota yang sangat toleran, memberikan keleluasaan dalam hidup bermasyarakat tanpa berbeda-bedakan asal agama, dan warna kulit.
"Pemkot mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya karena hari ini Cap Go Meh, dan spesialnya dirayakan bertepatan bula Ramadan.Ini tentu memberikan isyarat bahwa di Kota Makassar ini semua bisa tumbuh secara Bersama, semua bisa membangun secara bersama, dan semua bisa membangun kolaborasi," ungkap Appi.
"Kita berharap ke depan apa yang dilakukan hari ini tidak hanya diperlihatkan pada saat acara ini saja, tapi juga harus menjadi sendi kehidupan nyata setiap harinya di kota Makassar," kata Appi.
Appi menyebut kegiatan Cap Go Meh turut memberikan ruang partisipasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
"Selain perayaan yang melibatkansaudara-saudara Tionghoa, ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk bisa berpartisipasi," tuturnya.
"Dan acara ini tentu memberikan gambaran bahwa ada perputaran ekonomi yang bisa didapatkan di setiap penyelenggaraan acara Cap Go Meh ini," ungkapnya, melanjutkan sambutan.
Ketua panitia, Roy Ruslim, bersyukur kegiatan ini mendapat dukungan dari banyak pihak. Festival ini, katanya, digelar untuk semua masyarakat tanpa memandang perbedaan suku budaya maupun agama.
Roy menyebut ini menjadi cerminan indahnya toleransi dan persatuan dalam keberagaman yang tumbuh di Kota Makassar.
Dalam laporannya, kegiatan ini digelar DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulawesi Selatan didukung Bank BNI Wilayah 07 Makassar dan Honda, serta diselenggarakan MR Green Production selaku event organizer.
Sejumlah aksi sosial mengiringi kegiatan ini seperti pemberian bingkisan sembako "Dari Hati Walubi" kepada warga kurang mampu dan petugas kebersihan di lingkup Kecamatan Wajo.
"Kita juga menyiapkan 500 paket buka Bersama saat acara serta kami sediakan tenant gratis untuk instansi," kata Roy.
Hadir pada kesempatan ini, tokoh lintas agama, Kementerian Agama wilayah Sulsel, FKUB, tokoh pemuda, Forkopimda, dan juga SKPD pendamping.
(*)
Tags: Cap Go Meh 2026 Makassar Munafri Arifuddin
Baca juga
- Pemkot Makassar Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp 40 Ribu - Rp 56 Ribu per Orang
- Dishub Makassar Tertibkan Terminal Bayangan di Jalan Perintis, Sasar Titik Mako AURI hingga Daya
- Pemkot Makassar Turunkan Excavator Tangani Banjir di Manggala, Keruk Saluran Drainase di Blok 8 dan 10
- Pemkot Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
- Veloz Hybrid Resmi Mengaspal di Sulawesi, Kendaraan Irit Cocok Untuk Mudik

