KAREBANUSA.COM, Jakarta - Pelaporan terhadap Jusuf Kalla yang menjadi sorotan publik memicu beragam respons dari berbagai kalangan.

Salah satu tanggapan disampaikan oleh Jefri Gultom yang menilai langkah pelaporan tersebut berlebihan dan berpotensi memperkeruh situasi.

Jefri yang merupakan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) masa bakti 2020–2022 dan 2022–2024 menilai dinamika yang berkembang seharusnya disikapi secara bijak.

Ia juga mengimbau umat Kristiani agar tidak terpancing oleh narasi yang bersifat provokatif di tengah situasi yang berkembang.

Menurutnya, umat Kristen selama ini dikenal memiliki karakter yang sejuk dan mampu menyikapi persoalan secara bijaksana.

Jefri menekankan pentingnya menjaga ketenangan serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam merespons isu yang berkembang di ruang publik.

“Umat Kristen itu sejuk. Jangan terprovokasi oleh potongan-potongan narasi yang belum tentu utuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, sosok Jusuf Kalla tidak bisa dilepaskan dari rekam jejak panjang sebagai negarawan dan tokoh perdamaian di Indonesia. 

Karena itu, setiap pernyataan JK seharusnya dilihat dalam konteks menyeluruh, bukan dipahami secara parsial.

“Beliau itu tokoh perdamaian. Banyak konflik di Indonesia yang bisa diselesaikan dengan peran beliau. Jadi pernyataannya harus dilihat utuh, jangan sepotong-sepotong,” katanya.

Jefri juga menilai, pernyataan JK tidak memiliki niat untuk menyudutkan kelompok tertentu, termasuk umat Kristen. Ia mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa memahami konteks yang sebenarnya.

“Tidak ada niat menyudutkan. Ini penting supaya kita tidak salah membaca situasi,” lanjut Jefri yang terpilih jadi Ketua Umum GMKI periode 2022-2024 pada Kongres yang digelar di Tana Toraja.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar ruang publik tidak didominasi oleh narasi yang dibangun oleh pihak-pihak yang tidak memiliki rekam jejak dalam mendorong perdamaian. Ia mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh Kristen dan senior GMKI, dan tidak menemukan pandangan yang mengarah pada polemik seperti yang berkembang.

“Saya sudah diskusi dengan tokoh-tokoh Kristen dan senior GMKI, tidak ada yang berpandangan seperti itu,” ujarnya.

Jefri pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membawa isu agama ke dalam kepentingan politik. 

Ia menilai, energi bangsa seharusnya difokuskan pada dukungan terhadap program-program pemerintah yang pro rakyat.

“Jangan jadikan isu agama sebagai komoditas politik. Lebih baik kita fokus mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat,” tutupnya.

(*)


Tags: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) GMKI Jefri Gultom Jusuf Kalla

Baca juga