KAREBANSUA.COM, MAKASSAR - Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis untuk Indonesia ikut terlibat dalam Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026.

Festival ini dipusatkan di Fort Rotterdam, 14-17 Mei 2026 dengan mengusung tema besar "Re-co-ordinate". 

Keterlibatan Dubes Prancis ini terlihat dalam salah satu fokus utamanya "MIWF Meets Frances". Ini sebuah inisitiaf strategis untuk memetakan ulang titik tumpuh dan arah kolaborasi literasi antara Prancis dan Indonesia, khususnya Makassar (Sulsel).

Kolaborasi ini didukung oleh Tim Promosi Sastra dan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Sastra Kementerian Kebudayaan RI.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, YM Fabien Penone, hadir langsung saat pembukaan MIWF 2026 di Frot Rotterdam, Kamis (14/5/2026) malam.

Delegasi Prancis yang hadir di MIWF 2026 ini seperti Presiden Academie Goncourt, Philippe Claudel, dan Karina Hocine. Juga editor dan sekretaris jenderal dari penerbit kenamaan asal Prancis Éditions Gallimard.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Deklarasi Borobudur mengenai strategi budaya bersama yang disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. 

Partisipasi Prancis dalam MIWF juga menjadi jadi salah satu poin dalam agenda pertemuan baru-baru ini bersama Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pegard, pada 22 April lalu.

Kemenbud RI memandang kehadiran mereka sebagai peluang emas buat memperkuat posisi sastra Indonesia di kancah global.

Melalui dialog lintas bangsa ini, pemerintah berharap dapat menentukan ulang koordinat relasional yang lebih erat antara penulis, penerbit, dan pembaca dari kedua negara.

Rangkaian proram yang berkaitan dengan keterlibatan Prancis di MIWF 2026 ini dimulai pada hari pertama, Kamis (14/5/2026), dalam diskusi diskusi "Surealisme dan Magis dalam Sastra" yang menampilkan Philippe Claudel dengan Faisal Oddang, penulis Indonesia lainnya.

Kemudian, masih di hari yang sama, pada pukul 13.30 Wita, ada sesi Meet The Publisher yang mempertemukan Karina Hocine dengan berbagai penerbit Indonesia seperti Marjin Kiri, KPG, GPU, Sokong, dan BaNANA guna membuka peluang karya Indonesia untuk terbit di Prancis, dan juga sebaliknya.

Hari kedua, Jumat (15/5/2026)focus diskusi bergeser ke isu krisis ekologi lewat panel Hidup dalam Marabahaya pukul 16.00 Wita. 

Philippe Claudel bersama para aktivis lingkungan yaitu Rossy You dan Faris Gaban akan membedah posisi manusia di tengah ancaman ekosida.

Tim Promosi Sastra juga menyelenggarakan Networking Night Jumat malam nanti. Agenda ini dirancang untuk membuka peluang kolaborasi kreatif di masa depan dengan cara berjejaring langsung dengan para pelaku lainnya.

Ini merupakan cara yang baik untuk mengenal budaya Prancis secara lebih mendalam, termasuk suara-suara baru dalam sastra Prancis. Kami juga berharap dalam waktu dekat dapat menghadirkan lebih banyak penerjemahan karya, dengan bantuan penerbit Indonesia untuk menerjemahkan karya Prancis ke bahasa Indonesia, dan juga bantuan penerbit Prancis untuk menerjemahkan karya Indonesia ke bahasa Prancis.

Lewat MTN Bidang Sastra, dua penulis mapan Indonesia yaitu Avianti Armand dan Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie dihadirkan di MTN IkonInspirasi Bidang Sastra untuk berbagi pengalaman mengenai karier kepenulisan pada 15 Mei.

MTN juga terlibat aktif dalam memfasilitasi keikutsertaan tujuh penulis muda pilihan dalam program Emerging Writers MIWF 2026. 

Ini adalah program reguler tahunan yang mendedikasikan dukungan bagi pertumbuhan bakat-bakat terbaik di bidang sastra.

Tak hanya itu saja, namun Tim Promosi Sastra juga mengorganisir kunjugan budaya ke Taman Arkeologi Leang-Leang bagi para delegasi Prancis, pada 16 Mei. Hal ini sebagai upaya menghargai titik tumpu sejarah dan warisan budaya Sulawesi Selatan. 

Philippe Claudel akan membacakan nukilan karyanya di hari yang sama pada sesi Under the Poetic Star.


Choix Goncourt Indonesia

Pada kesempatan ini, kedatanan Cludel ke MIWF 2026 ini menandai peluncuran perdana Choix Goncourt Indonesia.

Ini adalah penghargaan sastra yang diprakarsai oleh Academie Goncourt, di mana mahasiswa Indonesia bisa memilih langsung penulis-penulis favorit mereka untuk dinominasikan pada Prix Goncourt.

Claudel menceritakan dirinya dan Karina telah mengunjungi beberapa kota berbeda di Indonesia, dan menemukan ketertarikan yang sangat besar dari masyarakat Indonesia terhadap bahasa Prancis, budaya Prancis, dan seni Prancis. 

"Hal itu sangat menggembirakan bagi kami untuk turut berkontribusi dalam memperkuat hubungan antara kedua negara," kata dalam jumpa pers di kantor Alliance Française Makassar, Jalan Maipa, Jumat (15/5/2026).

"Saya adalah seorang penulis, juga seorang sutradara, dan saya mengelola penghargaan sastra paling bergengsi di Prancis, yaitu Prix Goncourt atau Penghargaan Goncourt," katanya.

Ia mengarakan bahwa Prix Goncourt merupakan penghargaan sastra tertua di Prancis yang dimulai pada tahun 1903.

"Hal terpenting bukan hanya prestisenya, tetapi juga dampak ekonominya, karena saat ini menjual buku merupakan hal yang sangat penting, dan penghargaan tersebut membantu meningkatkan penjualan serta pasar buku secara luas," tuturnya.

Program ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa muda yang mempelajari bahasa Prancis dan sastra Prancis untuk menemukan empat buku pilihan dalam daftar pendek penghargaan tersebut dan membacanya dalam bahasa asli, yaitu bahasa Prancis.

"Untuk pertama kalinya, kami memulai edisi pertama “Choix Goncourt de l’Indonésie” atau Pilihan Goncourt Indonesia, bekerja sama dengan tujuh universitas dan para mahasiswa dari universitas-universitas tersebut," ucapnya. 

Mereka akan membaca daftar pendek buku yang telah dipilih, lalu setelah membaca, berdebat, dan berdiskusi, pada akhir Juli nanti para mahasiswa tersebut akan menentukan pilihan mereka dalam Choix Goncourt Indonesia.

(*)


Tags: Duta Besar Perancis Fabien Penone Makassar International Writer Festival MIWF 2026 Philippe Claudel

Baca juga