KAREBANUSA.COM, MAKASSAR – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Training of Trainers (ToT) Konten Ekonomi dan Keuangan Syariah di Baruga Phinisi, Kantor BI Sulsel, Rabu (10/6/2026). 

Kegiatan ini melibatkan media massa dan konten kreator sebagai mitra strategis edukasi guna memperkuat literasi dan inklusi ekonomi syariah di masyarakat.

Selain menjadi sarana peningkatan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperkenalkan berbagai kebijakan dan peran strategis lembaga tersebut di luar fungsi moneter dan sistem pembayaran.

Deputi Direktur BI Sulsel, Aswin Gantina, mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi.

Saat ini, ruang digital menjadi sumber utama pengetahuan, termasuk terkait ekonomi dan keuangan syariah.

“Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, pola konsumsi informasi masyarakat mengalami perubahan yang sangat signifikan. Karena itu, Bank Indonesia terus menyesuaikan strategi edukasi melalui pendekatan yang lebih adaptif dengan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi digital serta membangun narasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Media dan Kreator Konten Jadi Mitra Edukasi

Melalui kegiatan ToT ini, BI Sulsel menggandeng akademisi dan pakar ekonomi syariah, Nasrullah Bin Sapa, sebagai narasumber utama. 

Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip ekonomi syariah, perkembangan industri halal, hingga strategi penyampaian konten edukatif yang efektif di era digital.

Bank Indonesia berharap media dan konten kreator dapat menjadi agen perubahan yang membantu menyebarluaskan pemahaman ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat secara lebih luas.

Melalui kampanye yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami konsep dan produk syariah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Tujuan akhirnya adalah mendorong perubahan perilaku ekonomi masyarakat yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan sesuai prinsip-prinsip ekonomi syariah,” jelas Aswin.

Bagian dari Rangkaian FESyar KTI 2026

Kegiatan ToT Konten Ekonomi dan Keuangan Syariah merupakan salah satu rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026 yang menjadi agenda tahunan Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Indonesia Timur.

Sepanjang tahun 2026, BI Sulsel juga telah melaksanakan sejumlah program edukasi dan pengembangan ekonomi syariah, di antaranya Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) Ramadan 2026 serta Olimpiade Ekonomi dan Keuangan Syariah yang mulai berlangsung sejak 8 Juni 2026.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperluas literasi ekonomi syariah di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga komunitas digital.

Dukung Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

BI Sulsel menegaskan bahwa penyelenggaraan ToT ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Dengan melibatkan media dan kreator konten sebagai mitra edukasi, Bank Indonesia optimistis penyebaran informasi terkait ekonomi syariah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, cepat, dan efektif di tengah perkembangan ekosistem digital yang terus tumbuh.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat literasi, meningkatkan inklusi keuangan syariah, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat dan berdaya saing di Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia.

(*)


Tags: Bank Indonesia Ekonomi Syariah Festival Ekonomi Syariah Pekan Ekonomi Syariah (PESyar)

Baca juga