Pendapatan Bapenda Makassar Tembus 49 Persen, Surplus Rp130 Miliar dari Tahun Lalu
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah - Sumber Foto: Pemkot MakassarKAREBANUSA.COM, MAKASSAR – Kinerja pendapatan daerah Kota Makassar menunjukkan tren positif hingga triwulan II 2026.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mencatat realisasi pendapatan telah mencapai lebih dari 49 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut juga mencatat surplus sekitar Rp 130 miliar dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025.
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, mengatakan capaian tersebut menunjukkan penerimaan daerah masih bergerak dalam tren yang positif.
"Pendapatan di Bapenda itu, sudah di angka 49 persen lebih. Jadi, kalau begini trennya cukup bagus, cukup positif," kata Andi Asminullah, Jumat (7/8/2026).
Meski demikian, Bapenda masih memperkirakan adanya peningkatan signifikan pada akhir tahun karena sejumlah jenis pajak memiliki karakteristik penerimaan tahunan.
Salah satu sumber penerimaan yang diperkirakan mengalami peningkatan pada triwulan IV adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
"Nanti progres peningkatannya itu di bulan Oktober. PBB kan jatuh temponya di situ. Jadi alhamdulillah ini lumayan bagus. Bahkan surplus sekitar Rp130 miliar dibanding tahun lalu pada tanggal yang sama," ujarnya.
PBJT Jadi Kontributor Terbesar PAD Makassar
Andi menjelaskan, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) masih menjadi kontributor terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
Besarnya kontribusi PBJT tidak terlepas dari penggabungan sejumlah objek pajak dalam satu kelompok tersebut.
"Kalau yang paling mendominasi tentu masih PBJT. Karena di dalam PBJT itu sudah bergabung pajak hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan, sampai parkir," jelasnya.
Selain mengoptimalkan penerimaan berjalan, Bapenda Makassar juga mempercepat penagihan terhadap wajib pajak yang masih memiliki tunggakan.
Bapenda telah mengidentifikasi sejumlah wajib pajak yang menunggak dan berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk mendapatkan pendampingan dalam proses penagihan.
"Sudah ada beberapa penunggak pajak dan sementara kami koordinasikan. Kami sudah bekerja sama dengan pihak kejaksaan untuk melakukan pendampingan penagihan," katanya.
Tim gabungan Bapenda bersama pihak terkait juga direncanakan turun langsung melakukan penagihan kepada wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya.
"Kemungkinan bulan ini kami akan turun bersama pihak terkait untuk melakukan penagihan," tambahnya.
Penagihan akan diprioritaskan terhadap wajib pajak dengan nilai tunggakan terbesar, terutama pada sektor hotel, hiburan, restoran, dan PBB.
"Yang pasti kami fokus ke pajak hotel, pajak hiburan, restoran, termasuk PBB karena tunggakannya cukup besar. Untuk angka pastinya saya belum hafal," ungkapnya.
Bapenda Fokus Benahi Pajak Reklame
Bapenda Makassar juga mulai menindaklanjuti masukan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri terkait optimalisasi pendapatan daerah.
Sektor reklame menjadi salah satu perhatian karena dinilai masih memiliki potensi untuk meningkatkan penerimaan PAD.
"Itu semua masukan dari Kemendagri tentu akan kami tampung dan kami carikan solusi bagaimana supaya bisa diterapkan di Kota Makassar," terangnya.
"Untuk reklame sendiri memang kami lagi fokus ke penataannya," sambung Andi Asminullah.
Menurutnya, pembenahan sektor reklame tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga mencakup desain, bentuk, serta model reklame agar lebih tertata dan memiliki nilai ekonomi yang lebih optimal.
Saat ini, Bapenda tengah menyusun konsep penataan reklame bersama konsultan.
Setelah konsep tersebut selesai, Bapenda akan mengundang para pelaku usaha reklame untuk melakukan sosialisasi sekaligus membahas model penataan yang dinilai paling sesuai untuk Kota Makassar.
Dalam proses tersebut, Bapenda juga menghentikan penerbitan izin baru untuk reklame jenis bando yang melintang di atas jalan.
Sementara reklame bando yang sudah terpasang akan dibahas lebih lanjut bersama pelaku usaha untuk menentukan langkah penanganannya.
"Untuk reklame bando, yang baru sudah kami tahan. Tidak ada lagi yang baru. Tinggal yang memang sudah ada, itu yang sementara kami bicarakan dengan pengusaha reklame bagaimana penanganannya," ungkapnya.
Bapenda Optimistis Target Pajak Reklame Tercapai
Meski realisasi pajak reklame belum menunjukkan peningkatan signifikan hingga pertengahan tahun, Bapenda Makassar tetap optimistis target penerimaan 2026 dapat tercapai.
Andi menjelaskan, pajak reklame memiliki karakteristik berbeda dengan sejumlah jenis pajak lainnya karena sebagian besar penerimaannya bersifat tahunan.
Dengan demikian, realisasi penerimaan pajak reklame biasanya baru terlihat meningkat menjelang akhir tahun.
"Tahun lalu tercapai dan tahun ini proyeksi saya juga harus capai target. Hanya memang reklame ini sifatnya pajak tahunan, jadi progres bulanannya berbeda. Nanti di akhir tahun baru kelihatan peningkatan pendapatannya," tutupnya.
Tags: Andi Asminullah Bapenda Makassar PAD Makassar PBB Makassar PBJT Makassar Pemkot Makassar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pendapatan Makassar
Baca juga
- Peneliti Lingkungan Dukung Penghentian Open Dumping di TPA Tamangapa, Warga Diajak Mulai Pilah Sampah dari Rumah
- Instruksi Wali Kota Makassar: Pilah Sampah Wajib Dimulai dari Sumber, Sediakan 2 Ember di Rumah
- Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos
- Renovasi Sayap Kanan Gedung DPRD Makassar Rampung, Siap Difungsikan sebagai Kantor Sementara
- Pemkot Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Gandeng 23 Kampus Cetak 23 Ribu Relawan Muda
