KAREBANUSA.COM, Makassar - Jalamuddin merupakan salah satu penerima Satu Indonesia Award yang digagas oleh Astra.

Pria asal Gowa ini menerima apresiasi Satu Indonesia Award pada tahun 2017 melalui inovasinya untuk daerahnya di Desa Kanreapia yaitu "Rumah Koran". 

Dari pengakuan di ajang Satu Indonesia Award ini menjadi titik awal perubahan Jamaluddin dan juga Desa Kanreapia.

Kini desa yang berada di kaki Gunung Bawakaraeng ini telah dikenal secara global. 

Saat memberikan inspirasi kepada anak muda di Makassar pada 24 Juni 2026 lalu, penemu Rumah Koran ini menyebutkan pertama kali mendaftar SATU Indonesia Awards pada 2016 melalui kategori lingkungan. 

Namun, saat itu inovasinya belum membuahkan hasil. Ia menyebut, kategori yang dipilih tidak sesuai dengan inovasi Rumah Koran.

Karena itu, tahun berikutnya, Jamaluddin kembali mendaftar ke SATU Indonesia Awards dan kali ini mengajukan program pada kategori Pendidikan.

Kategori ini dinilai lebih sesuai dengan aktivitas yang dijalankan Rumah Koran.

"Di tahun 2017 inilah baru saya menjadi salah satu penerima apresiasi itu. Saya jadi banyak belajar bahwa kegiatan Rumah Kotan ternyata lebih kuat di bidang Pendidikan," ucapnya.

Jamaluddin yang pernah kuliah di Universitas Negeri Makassar (UNM) namun tidak selesai ini bercerita, awalnya ia prihatin dengan minimnya daya dan minat baca anak-anak dan masyarakat di desanya.

Ia pun menggunakan bekas kandang bebek milik orangtuanya. Ia kemudian menempelkan koran yang berisi informasi-informasi. 

Warga pun bisa mendapatkan pengetahuan melalui membaca tersebut.

Melalui Rumah Koran, Jamaluddin mengembangkan gerakan literasi bagi petani yang mencakup berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut meliputi pendidikan literasi dasar, bantuan alat pertanian, edukasi budidaya dan pemasaran hasil pertanian, hingga program berbagi hasil panen kepada masyarakat.

Untuk diketahui, Desa Kanreapia merupakan salah satu wilayah pemasok sayur-sayuran di Sulsel.

Selain itu, Rumah Koran juga aktif menyalurkan bantuan berupa cangkul, caping, pupuk organik, alat semprot, sprinkler, serta mendukung pembangunan sarana pertanian dan konservasi lingkungan.

Program-program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama Astra, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sulawesi Selatan, instansi pemerintah terkait, serta masyarakat Desa Kanreapia.

Jamaluddin mengaku bersyukur menjadi salah satu penerima SATU Indonesia Awards. Karena, tidak hanya mendapatkan dana apresiasi, tapi Astra juga memberikan pendampingan berkelanjutan yang membantu pengembangan organisasi dan program-program yang dijalankan.

"Astra mendampingi melalui mentoring, fasilitasi pengembangan program, hingga memperkuat kapasitas gerakan yang kami lakukan di desa,” katanya.

Rumah Koran berkembang menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra.

Dari sini, Rumah Koran yang awalnya berfokus pada bidang pendidikan diperluas dengan pilar lainnya yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan.

Rumah Koran pun mendapat perhatian dunia internasional. 

Melalui dukungan dan jejaring yang terbentuk dari SATU Indonesia Awards, Jamaluddin dipercaya menjadi narasumber pada Conference of the Parties (COP) 28 di Dubai, Uni Emirat Arab.

"SATU Indonesia Awards menjadi ruang yang membuka banyak kesempatan. Kami bahkan diberi kepercayaan menjadi narasumber di COP28 Dubai untuk berbagi pengalaman mengenai gerakan pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan di desa," ungkapnya.

Desa Kanreapia pun mulai mengglobal.

Pada 2022, Desa Kanreapia memperoleh penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara pada 2026, Jamaluddin berhasil meraih penghargaan Kalpataru yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup di Indonesia.

Jamal menyebut, perubahan paling signifikan setelah menerima apresiasi SATU Indonesia Awards adalah meningkatnya pengakuan terhadap Desa Kanreapia sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

"Kalau dulu desa ini belum banyak dikenal, sekarang sudah bisa dicari di Google maupun media social. Potensi-potensi dari desa kami sudah bisa ditemukan," katanya. 

Tidak hanya itu, kata Jamal, banyak masyarakat dari luar yang datang untuk belajar dan melakukan wisata edukasi di desa kami,” jelasnya.

Saat ini Desa Kanreapia dikenal sebagai kampung sayur, kampung iklim, sekaligus menjadi satu-satunya Desa Sejahtera Astra di Kabupaten Gowa.

Astra kembali mengajak anak muda di Indonesia, khususnya di Makassar dan sekitarnya untuk mendaftarkan inovasinya ikut SATU Indonesia Awards 2026. Pendaftaran dibuka hingga 1 Agustus 2026 mendatang.

Pendaftaran bisa melalui LINK Ini

(*)


Tags: Astra Desa Kanreapia Jamaluddin Kalpataru Kalpataru Kategori Perintis SATU Indonesia Awards

Baca juga