KAREBANUSA.COM, MAKASSAR – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Seperti yang dilakukan siswa kelas 8 SMP Bosowa School Makassar yang melakukan kunjungan belajar ke Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II di Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menerapkan prinsip Experiential Learning dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses perbenihan dan pembibitan tanaman hutan.

Sebanyak 30 siswa yang didampingi lima guru mengikuti kegiatan tersebut sekaligus untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Selama kunjungan, siswa mendapatkan materi mengenai proses persemaian dan kultur jaringan tanaman hutan.

Pada sesi persemaian, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman serta belajar memahami proses menanam benih dengan tepat. 

Siswa juga berkesempatan melihat secara langsung tahapan pengelolaan tanaman mulai dari benih hingga menjadi bibit.


Tidak hanya berhenti di area persemaian, siswa kemudian mengunjungi laboratorium kultur jaringan. 

Di sana, mereka mendapatkan pemahaman mengenai proses pengembangan tanaman melalui kultur jaringan, termasuk pembuatan media tanam, proses sterilisasi, hingga multiplikasi tanaman.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada siswa bahwa proses menumbuhkan sebuah tanaman membutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan proses yang panjang.

Kepala Seksi Perencanaan Evaluasi Perbenihan Tanaman Hutan, Azis Priatna SHut MPWK, turut menjelaskan pentingnya membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar mengenai cara menanam dan merawat tanaman. 

Penting bagi anak-anak untuk mengetahui bagaimana cara menanam yang baik. Dari hal sederhana seperti menanam, kita belajar bagaimana menjaga dan melestarikan alam. 

"Ketika mereka memahami prosesnya, diharapkan akan tumbuh kepedulian untuk menjaga tanaman dan lingkungan di sekitarnya," jelas Azis.

Menurutnya, pengenalan proses perbenihan sejak usia sekolah dapat menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keberadaan tanaman bagi kehidupan dan keberlanjutan ekosistem.

Kegiatan ini juga sejalan dengan pendekatan pembelajaran Experiential Learning yang diterapkan Bosowa School Makassar, di mana siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati, mengalami, dan memahami secara langsung objek pembelajaran.

(*)


Tags: Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Experiential Learning Perbenihan Tanaman Hutan SMP Bosowa School SMP Bosowa School Makassar

Baca juga