KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Semangat sportivitas dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) sekaligus peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP Islam Athirah Makassar.

Kegiatan tahunan tersebut resmi dibuka pada Selasa (18/8/2026) dan diikuti seluruh siswa kelas VII hingga kelas IX.

Pembukaan Porseni turut dihadiri Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah, kepala sekolah, Ketua BMJ beserta jajaran, serta guru dan karyawan SMP Islam Athirah Makassar.

Porseni digelar sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik sekaligus membangun karakter dan jiwa kompetitif yang sehat.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan, kreativitas, kerja sama, kedisiplinan, serta sportivitas.

13 Cabang Dipertandingkan

Selama sepekan, siswa SMP Islam Athirah Makassar akan mengikuti berbagai perlombaan yang terbagi dalam bidang olahraga, seni, serta permainan khas semarak kemerdekaan.

Pada bidang olahraga, cabang yang dipertandingkan meliputi futsal, basket, e-sport, tenis meja, senam, catur, voli, dan atletik.

Sementara pada bidang seni, siswa akan berkompetisi dalam lomba menyanyi solo, ansambel musik, dan pidato.

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dihadirkan melalui sejumlah permainan, seperti tarik tambang, estafet keterampilan, serta estafet balon menggunakan sarung.

Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nilamartini, S.Pd., MM, mengatakan Porseni tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara.

“Porseni ini adalah laboratorium karakter. Di sini anak-anak belajar tentang kerja sama tim, disiplin, kejujuran, dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Ini semua bagian dari pendidikan Islam yang kita tanamkan,” ujarnya.

Kompetisi Jadi Ruang Menanamkan Nilai Islam

Nilamartini juga mengutip pesan tadabbur yang disampaikan siswa kelas IX Al Jauhary, Muh. Yusuf, mengenai pentingnya menjunjung integritas dan kejujuran selama mengikuti kompetisi.

“Dalam panggung Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang kita mulai hari ini, nilai kebenaran tersebut wujud dalam bentuk integritas, kejujuran, dan kejernihan niat. Berkompetisi bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan wadah menguji sejauh mana kita mampu menjunjung tinggi sportivitas,” kutipnya.

Pesan tersebut menekankan bahwa ambisi meraih kemenangan tidak boleh mengesampingkan kejujuran dan aturan dalam pertandingan.

“Kemenangan sejati hadir saat kita bertanding dengan bersih, mengakui keunggulan lawan secara ksatria, dan setia pada aturan main. Ini adalah fondasi utama dari spirit kompetisi dalam Islam,” lanjutnya.

Porseni juga diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk menerapkan nilai fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Porseni bukanlah sarana untuk saling menjatuhkan, meluapkan kesombongan, atau memupuk permusuhan. Porseni adalah panggung Fastabiqul Khairat, berlomba-lomba dalam meraih kebaikan tanpa mencederai saudara kita yang lain,” katanya.

Menurutnya, kemenangan dalam sebuah perlombaan bersifat sementara, sementara akhlak, kejujuran, dan persaudaraan yang dibangun selama kegiatan menjadi nilai yang jauh lebih penting.

Antusiasme Siswa Warnai Pembukaan

Antusiasme siswa terlihat sejak rangkaian pembukaan Porseni berlangsung.

Masing-masing angkatan tampil dengan yel-yel dan atribut khas untuk memberikan dukungan kepada tim mereka.

Sorak-sorai para siswa juga semakin semarak dengan kehadiran orang tua yang turut memberikan dukungan kepada peserta.

Salah seorang siswa yang mengikuti cabang futsal mengaku menikmati suasana kompetisi meski harus menghadapi rasa lelah selama pertandingan.

“Saya ikut futsal, capek sih, tapi seru. Bisa ketemu teman dari kelas lain dan belajar menghargai,” ujarnya.

Ia juga mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah melihat kemampuan para peserta lainnya.

“Saya bahagia, senang dan sangat terhibur, apalagi banyak di antara adik-adik kelas dan kakak-kakak kelas yang skill dan kemampuannya sangat bagus dan di sinilah saya banyak belajar tentang ilmu futsal yang diperlihatkan oleh semua peserta,” katanya.

Melalui pelaksanaan Porseni 2026, SMP Islam Athirah Makassar berharap dapat menemukan dan mengembangkan bibit-bibit unggul di bidang olahraga maupun seni.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk siswa yang tangguh, sportif, kreatif, berakhlak mulia, serta memiliki semangat untuk terus berprestasi dan bertakwa.

(*)


Tags: Porseni SMP Islam Athirah Makassar

Baca juga