KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar menggelar Job Fair 2026 di Mal Phinisi Point (Pipo), Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Rabu-Kamis (19-20/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Inklusif, Kompeten, Transparan” tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Makassar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Kepala Disnaker Makassar, Drs H Zainal Ibrahim MSi, mengatakan Job Fair Makassar 2026 diharapkan dapat membuka akses informasi lowongan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

"Di sini mempertemukan pencari kerja dan perusahaan pemberi kerja secara langsung dengan tujuan menurunkan angka pengangguran di Kota Makassar," kata Zainal.

Ia menambahkan, Job Fair 2026 imi terbuka untuk masyarakat umum dan pencari kerja tidak dikenakan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sebanyak 50 perusahaan dari berbagai sektor usaha ambil bagian dalam kegiatan ini.

Perusahaan peserta berasal dari sektor perdagangan, ritel, jasa keuangan, perbankan, manufaktur, logistik, perhotelan, makanan dan minuman, pelayanan digital, hingga berbagai bidang usaha lainnya.

Dari puluhan perusahaan tersebut, tersedia sekitar 244 posisi atau jabatan dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai sekitar 1.547 orang.


Job Fair Makassar Dibuka untuk Penyandang Disabilitas

Disnaker Makassar juga memastikan Job Fair 2026 memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses pekerjaan.

Kehadiran kelompok difabel menjadi bagian dari komitmen penyelenggara untuk mewujudkan bursa kerja yang inklusif.

Selain menyediakan informasi lowongan pekerjaan, kegiatan tersebut turut menghadirkan seminar dan talk show yang ditujukan untuk membantu pencari kerja meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi penyelenggaraan Job Fair yang memberikan ruang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja.

“Kami juga bersyukur karena kegiatan ini secara inklusif memberikan kesempatan ruang yang sebesar-besarnya kepada saudara kita yang disabilitas atau difabel sehingga terbuka kesempatan yang sangat besar untuk mampu memberikan ruang kepada mereka terlibat dalam proses memaksimalkan tenaga kerja,” tuturnya.

Walikota Munafri: Pengangguran Makassar Masih Sekitar 9 Persen

Munafri Arifuddin memberikan apresiasi kepada Disnaker Makassar dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Job Fair 2026.

Ia menilai kegiatan yang turut didukung Mr Green Production tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Makassar.

“Tahun ini kita mampu menurunkan angka pengangguran hingga dua digit dari tahun lalu. Adapun pengangguran di Makassar kurang lebih 9 persen,” ujar Munafri.


Meski mengalami penurunan, Munafri mengakui angka tersebut masih relatif tinggi sehingga membutuhkan berbagai langkah percepatan.

"Kita tahu dan mengerti betul ini angka itu masih relatif tinggi, sehingga dibutuhkan akselerasi kegiatan-kegiatan yang bisa membuat angka pengangguran ini bisa lebih ditekan lagi,” katanya.

Menurut Munafri, Job Fair menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai peluang kerja yang tersedia secara langsung dari perusahaan peserta.

Pemkot Dorong Warga Bangun Usaha

Selain memperluas akses pekerjaan, Pemkot Makassar juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja.

Munafri mengatakan pemerintah juga mendorong masyarakat membangun usaha melalui berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas.

Dengan bertambahnya pelaku usaha baru, masyarakat tidak hanya berpotensi menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat membuka kesempatan kerja bagi warga lainnya.

“Ini cara pemerintah untuk terus menekan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

Munafri juga mengaitkan penciptaan lapangan kerja dengan iklim investasi di Kota Makassar.

Menurutnya, semakin terbuka peluang investasi, semakin besar pula potensi tumbuhnya aktivitas usaha yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.

“Juga membuka peluang investasi di Makassar. Jika investasi terbuka, pasti akan mendorong tingginya permintaan tenaga kerja,” katanya.

Jaminan bagi Pekerja Rentan

Upaya menekan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan pekerja juga dilakukan Pemkot Makassar melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Munafri menyebut Pemkot Makassar telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada lebih dari 81.000 pekerja rentan melalui program jaminan keselamatan.

Selain itu, sekitar 41.000 masyarakat Makassar juga telah mendapatkan jaminan hari tua.

Menurut Munafri, berbagai program tersebut merupakan bagian dari perhatian serius pemerintah terhadap sektor ketenagakerjaan.

Pemkot Makassar berharap Job Fair 2026 tidak hanya menghasilkan penyerapan tenaga kerja dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar.

(*)


Tags: Disabilitas Disnaker Makassar job fair Job Fair 2026 Job Fair Makassar 2026 lapangan kerja Makassar Loker Makassar Lowongan kerja lowongan kerja Makassar Munafri Arifuddin Pemkot Makassar pengangguran Makassar

Baca juga