KAREBANUSA.COM, MAKASSAR – Sejumlah wilayah di Kota Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan mengalami pemadaman listrik bergilir pada Senin (31/8/2026), kondisi yang dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pemadaman tersebut terjadi di sejumlah kawasan Makassar dengan durasi yang berbeda, mulai dari Malengkeri di wilayah Selatan Makassar hingga ke Jalan Perintis Kemerdekaan, wilayah Utara Makassar.

Seorang warga Malengkeri, Adi (35), kaget saat tiba-tiba listrik di rumahnya padam sekitar pukul 11.00 Wita.

"Tadi mau mandi, tiba-tiba listrik padam. Saya hubungi teman yang tinggal di Panakukang, ternyata di sana listriknya tidak padam," ucap Adi kepada Karebanusa.com, Senin (31/8/2026).

Keluhan serupa disampaikan Uni (26), warga Jalan Hadji Kalla, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakukang.

Ia merasakan mati lampu saat tiba di rumahnya pukul hampir pukul 18.00 Wita.

"Saya tiba di rumah, rumah  gelap gulita, listrik padam. Kata tetangga, listrik sudah padam sejak pukul 15.00 Wita.

Uni mengaku listrik di rumahnya kembali menyala hampir pukul 19.00 malam.

Gangguan pasokan listrik juga berdampak pada sejumlah lampu lalu lintas, di antaranya di pertigaan Jalan AP Pettarani dan Jalan Boulevard serta perempatan Jalan Sungai Saddang dan Jalan Veteran Makassar.

Menanggapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menjelaskan pemadaman berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang sedang berlangsung.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengatakan pemeliharaan tersebut berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah sehingga PLN menerapkan pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

"Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan pada infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah," kata Niki dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Menurut Niki, pengaturan beban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan selama proses pemeliharaan berlangsung.

"Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban dengan estimasi durasi sekitar dua jam, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," ujarnya.

PLN memperkirakan pemadaman berlangsung sekitar dua jam dalam setiap sesi, meski durasi tersebut dapat berubah sesuai kondisi teknis dan perkembangan pekerjaan di lapangan.

Tim teknis PLN disebut terus melakukan percepatan pekerjaan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.

"Tim PLN terus melakukan upaya percepatan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal," kata Niki.

PLN juga menyampaikan bahwa pemeliharaan dan pengaturan beban merupakan bagian dari langkah untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, sebelumnya menyebut kondisi pasokan listrik juga dipengaruhi berkurangnya debit air pada sejumlah sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Jufri menyebut PLTA Bakaru dan Waduk Bili-Bili mengalami penurunan permukaan air yang dapat memengaruhi ketersediaan pasokan listrik.

Namun, PLN menegaskan pemadaman yang terjadi saat ini bukan disebabkan langsung oleh penurunan debit air, melainkan berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur dan pengaturan beban sistem.

Untuk menjaga kestabilan pasokan selama pekerjaan berlangsung, PLN mengimbau masyarakat memahami kondisi tersebut dan bersabar hingga proses pemeliharaan selesai.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih atas pengertian serta kesabaran pelanggan," pungkas Niki.

Masyarakat dapat memantau informasi mengenai wilayah terdampak dan perkembangan penanganan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal informasi resmi PLN.

(*)


Tags: listrik padam pemadaman bergilir PLN PLN UID Sulselrabar

Baca juga