Pengunjung Dekrasna di Trans Studio Mal Makassar, memperhatikan kerajinan Teduhu di stan PT Vale Indonesia Tbk, 1 Juli 2026 lalu. foto; Karebanusa.com

KAREBANUSA.COM, MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui pengembangan produk kriya lokal. 

Salah satunya adalah anyaman Teduhu, karya masyarakat di Desa Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Teduhu adalah sejenis tanaman pakis hutan, yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama tanaman Resam, Rasam, atau Paku Andam.

Dalam Bahasa Nuha, Teduhu artinya tertusuk. Masyarakat Nuha memberikan nama tersebut karena karakter kulit pakis ini keras dan ketika dipatahkan, ujung potongan bisa melukai tubuh manusia.

Namun, masyarakat Nuha mampu menaklukkan tajamnya Teduhu ini menjadi karya kriya yang estetik dan antik.

Salah satu pengrajin Teduhu, Yulianti, mengaku, asal muasal Teduhu dijadikan kerajinan oleh masyarakat lokal di sana secara tidak sengaja.

Nenek moyang mereka awalnya coba-coba saat menenun. Di bagian dalam Teduhu ini biasa dipakai untuk tali jerat dan teksturnya kuat. Warga pun coba untuk memanfaatkan dan diaplikasikan di anyaman, ternyata hasilnya lebih estetis.

Yulianti merupakan anggota salah satu komunitas pengrajin Teduhu di Nuha yang masuk dalam binaan PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID.

PT Vale hadir untuk menghidupkan kembali karya seni masyarakat lokal yang sempat vakum dan nyaris punah ini.

Bagaimana tidak, generasi pengrajin Teduhu sedikit demi sedikit mulai meninggalkan tradisi nenek moyangnya. Tersisa segelintir yang mau tetap menekuni kerajinan ini. 

Selain karena perkembangan jaman dan kebiasaan masyarakat yang mulai bergeser, pemasaran kerajinan Teduhu ini juga makin sulit. 

Di sinilah PT Vale masuk dan hadir untuk mengembalikan tradisi masyarakat Nuha ini agar kerajinan Teduhu tidak hilang ditelan zaman.

PT Vale mulai melakukan pembinaan kepada komunitas Teduhu di Desa Nuha. Sampai saat ini, sudah ada 12 pengrajin yang mulai menekuninya.

Yulianti mengakui dukungan PT Vale telah membawa manfaat bagi pengrajin di desanya. 

Tradisi menganyam yang sudah ada sejak tahun 1970-an kini terus berkembang secara estetika dan variasi produk sejak para pengrajin mulai memanfaatkan serat Teduhu pada tahun 2006 terus berkembang.

"Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah," ucapnya. 

Selain memberikan pembinaan, PT Vale juga membuka akses pemasaran untuk kerajinan ini. 

Perusahaan mengintegrasikan produk ini ke dalam ekosistem bisnisnya dengan menjadikannya sebagai souvenir resmi bagi para tamu korporat serta memasarkannya di jaringan hotel dan galeri.

Dengan demikian, PT Vale secara tidak langsung mempromosikan kerajinan ini dan berharap tamu tersebut bisa membawa ke daerahnya dan menceritakan tentang kerajinan ini.

PT Vale juga mengikutkan kerajinan ini pada sejumalh event-event besar sehingga gaung kerajinan Teduhu makin menggema.


Seperti pada ajang Dekranas di Makassar, pada Juli 2026 lalu.

"Ya, PT Vale mengenalkan Teduhu di ajang Dekranas dan ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru bagi kami," tutur Yulianti.

Specialist Environment Sustainability PT Vale Indonesia, Rizki Pratiwi, mengatakan, transformasi PT Vale mencakup pemberdayaan masyarakat dengan mendorong warga memiliki kapasitas untuk mengelola potensi ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.

Di sektor UMKM, PT Vale memberikan pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas bisnis sekaligus mendorong mereka agar dapat naik kelas.

Di Sorowako, sekitar 104 UMKM telah mendapatkan pendampingan melalui program tersebut, sementara pendekatan serupa juga dikembangkan di Morowali dan Pomalaa.

"Targetnya bukan jumlah, tetapi kualitas. Kami berharap ada UMKM yang naik kelas,” ujar Rizki.

Pendampingan yang diberikan mencakup penyusunan business plan, pengelolaan keuangan, pengembangan produk, hingga regenerasi usaha dengan melibatkan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan UMKM.

PT Vale juga memperkuat komunitas agar memiliki kemampuan dalam mengelola program pemberdayaan secara berkelanjutan.

"Kita juga melakukan penguatan komunitas agar mampu mengelola program pemberdayaan secara berkelanjutan," katanya.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk melanjutkan dan mengembangkan program pemberdayaan secara mandiri.

(*)



Tags: Anyaman Teduhu MIND ID Nuha PT Vale PT Vale Indonesia Tbk

Baca juga