KAREBANUSA.COM, ENREKANG - Upaya membina generasi Qur’ani terus dilakukan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla melalui program keislaman di desa binaannya.

Salah satu program tersebut diwujudkan melalui Tahfidz Camp yang menjadi ruang pembinaan santri untuk menghafal Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter dan akhlak di Desa Mundan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS) LAZ Hadji Kalla di Desa Mundan, Ustaz Saenal Wahid, mengatakan Tahfidz Camp merupakan kegiatan pembinaan santri se-Desa Mundan yang secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap bulan selama dua hari dengan lokasi yang bergantian, baik di lingkungan desa maupun sejumlah tempat wisata di Kabupaten Enrekang.

Dalam kegiatan tersebut, para santri membawa tenda dan perlengkapan masing-masing yang digunakan selama pelaksanaan Tahfidz Camp.

Konsep camp tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menguatkan hafalan, tetapi juga menjadi ruang bagi santri untuk belajar mandiri, membangun kebersamaan, dan meningkatkan semangat belajar dalam suasana yang lebih dekat dengan alam.

Agenda Tahfidz Camp meliputi tasmi’ atau sima’an hafalan bagi santri yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30.

Para santri juga mendapatkan materi pembinaan karakter yang meliputi adab dan akhlak, tajwid, praktik wudhu dan salat yang benar, hingga ice breaking untuk membangun kekompakan peserta.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an. Tasmi’ atau sima’an dilakukan di hadapan para santri dan orang tua yang sempat hadir, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dalam menjaga dan menyelesaikan hafalannya,” ujar Ustadz Saenal.

10 Santri Tuntaskan Hafalan Juz 30

Tahfidz Camp tersebut telah berjalan selama satu tahun dan diikuti sebanyak 66 santri.

Dari proses pembinaan tersebut, sebanyak 10 santri telah berhasil menyelesaikan sima’an hafalan Juz 30.

Sementara lima santri lainnya ditargetkan menyusul menyelesaikan sima’an pada bulan berikutnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian para santri, LAZ Hadji Kalla menghadirkan prosesi pemasangan mahkota kepada orang tua santri yang anaknya telah menyelesaikan sima’an hafalan Juz 30.

Prosesi tersebut menjadi simbol penghargaan atas perjuangan santri dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus bentuk kebahagiaan dan penghormatan kepada orang tua yang turut mendampingi proses pendidikan anak-anak mereka.

Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Muh. Syafei Karsali, mengatakan Tahfidz Camp merupakan bagian dari komitmen LAZ Hadji Kalla dalam memperkuat pembinaan keislaman di wilayah desa binaan.

Menurutnya, pembinaan Al-Qur’an di tingkat desa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak memiliki ruang belajar yang terarah, menyenangkan, sekaligus mampu membentuk karakter sejak dini.

”Melalui program ini, santri diharapkan tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh dengan adab, akhlak, dan pemahaman ibadah yang baik sehingga dapat menjadi generasi Qur’ani yang memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan desa, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Dari Desa hingga Ajang MTQ

Program pembinaan tersebut juga mendapat apresiasi dari orang tua santri di Desa Mundan.

Salah satu orang tua santri, Jasman, mengatakan kehadiran program tahfidz memberikan perubahan bagi anak-anak di desa tersebut.

Menurutnya, sebelum kegiatan tahfidz berjalan, belum ada anak-anak di Desa Mundan yang menghafal Juz 30.

Setelah pembinaan dilakukan secara rutin, kini telah ada 10 santri yang berhasil menyelesaikan tasmi’ satu juz sekali duduk.

“Dengan adanya kegiatan tahfidz yang dibentuk oleh Da’i dari LAZ Hadji Kalla, kami memberikan apresiasi yang sangat luar biasa. Bahkan prestasi yang paling membanggakan, sudah ada satu santri yang berhasil mengikuti lomba MTQ tingkat Tanah Toraja dan meraih juara 1. Santri tersebut juga diberi kesempatan mewakili Tanah Toraja pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Maros pada April lalu, untuk kategori Hifzhil Qur’an satu juz dan tilawah,” ujar Jasman.

Perjalanan Tahfidz Camp di Desa Mundan menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang kemampuan menghafal ayat demi ayat.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, adab, serta kepercayaan diri anak-anak di desa.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara rutin, para santri diharapkan terus berkembang dan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Desa Mundan, tumbuhnya para penghafal Al-Qur’an sekaligus lahirnya santri yang mulai berprestasi di ajang MTQ menjadi bagian dari perjalanan membangun generasi Qur’ani dari tingkat desa.


Tags: LAZ Hadji Kalla Lembaga Amil Zakat (LAZ) Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla Tahfidz Qur Yayasan Hadji Kalla

Baca juga