Survei FISIP Unhas: 86,75 Persen Mitra Ojol Nilai Platform Digital Buka Lapangan Kerja
KAREBANUSA.COM, Makassar – Sebanyak 86,75 persen mitra pengemudi transportasi dan pengantaran daring menilai keberadaan platform digital membuka lapangan kerja. Data ini berdasarkan temuan awal penelitian tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas).
Temuan tersebut dipaparkan dalam diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) bertema “Platform Transportasi dan Pengantaran Online sebagai Pendukung Stabilitas Ekonomi di Sulawesi Selatan” yang berlangsung di Hotel Unhas, Makassar, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah, perusahaan platform digital, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Diskusi ini merupakan bagian dari penelitian FISIP Unhas mengenai kontribusi ekonomi platform digital terhadap kesempatan kerja, pendapatan rumah tangga, keberlanjutan UMKM, dan perputaran ekonomi daerah.
Penelitian tersebut turut melibatkan mahasiswa FISIP Unhas sebagai enumerator atau petugas pengumpulan data. Para mahasiswa melakukan survei terhadap mitra pengemudi dan pelaku UMKM di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Selain mendukung pengumpulan data penelitian, keterlibatan mahasiswa menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai metode penelitian lapangan dan dinamika ekonomi digital.
Wakil Dekan FISIP Unhas Bidang Perencanaan dan Sumber Daya, Alem Febri Sonni, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, perusahaan platform digital, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan kajian ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan publik.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti FISIP Unhas, Dr. Muh. Tang Abdullah, menjelaskan bahwa FGD diselenggarakan untuk memperdalam dan mengonfirmasi temuan awal penelitian.
Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menghimpun pandangan berbagai pemangku kepentingan mengenai peluang, tantangan, dan kontribusi ekonomi platform di Sulawesi Selatan.
Sejumlah lembaga diundang dalam kegiatan tersebut, antara lain Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan.
Dari perusahaan platform digital, kegiatan ini dihadiri perwakilan Gojek dan Grab. Hadir pula Koordinator Komunitas Grab Merah Putih (KAMI), pelaku UMKM, serta Masyarakat Pemerhati dan Pengguna Transportasi Online (MAPPS).
FGD dipandu Jayana Suryana Kembara, S.Sos., M.Si., dengan pemaparan temuan awal penelitian oleh anggota tim peneliti, Wahyu Chandra, S.IP., M.Si.
Anggota tim peneliti lainnya yang turut hadir adalah Muhammad Agung Ady Mangilep, S.E., M.Si., Ph.D., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, serta Rizal Pauzi, S.Sos., M.Si., dari FISIP Unhas.
Keterlibatan peneliti lintas disiplin tersebut memungkinkan kontribusi ekonomi platform dikaji dari perspektif ekonomi, kebijakan publik, dan tata kelola digital.
Survei: 86,75 Persen Responden Nilai Platform Buka Lapangan Kerja
Dalam pemaparannya, Wahyu mengungkapkan sejumlah temuan awal survei terhadap mitra pengemudi di Makassar, Palopo, dan Parepare.
Hasilnya, sebanyak 86,75 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa keberadaan platform transportasi dan pengantaran daring membuka lapangan kerja.
Selain itu, 72 persen responden menilai platform meningkatkan daya beli masyarakat, sedangkan 67,25 persen menyatakan layanan tersebut membantu perekonomian daerah.
Pada kelompok pelaku UMKM atau merchant, sebanyak 74,25 persen responden menilai platform meningkatkan omzet usaha. Sebanyak 80,25 persen menyatakan platform memperluas akses pasar, sementara 75,25 persen menilai layanan digital mendukung keberlanjutan usaha.
Temuan tersebut menunjukkan adanya persepsi positif responden terhadap peran ekonomi platform, terutama dalam membuka kesempatan memperoleh penghasilan dan memperluas pasar bagi pelaku usaha.
Meski demikian, hasil survei tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan besaran kontribusi ekonomi platform terhadap perekonomian Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Penelitian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi mitra pengemudi dan pelaku UMKM, antara lain fluktuasi pendapatan, tingginya biaya operasional, kebijakan komisi platform, persaingan usaha, serta kebutuhan perlindungan sosial.
Kontribusi Ekonomi Ojol Belum Terukur Secara Spesifik
Salah satu persoalan yang mengemuka dalam FGD adalah belum tersedianya penghitungan khusus dari BPS dan BI mengenai kontribusi ekonomi platform transportasi dan pengantaran daring terhadap perekonomian Sulawesi Selatan.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pendataan untuk mengetahui secara lebih terukur dampak ekonomi platform terhadap kesempatan kerja, pendapatan masyarakat, dan aktivitas usaha.
Pengukuran kontribusi ekonomi juga perlu membedakan jumlah masyarakat yang memperoleh akses pekerjaan, pengemudi yang menjadikan ojol sebagai pekerjaan utama atau sampingan, serta pendapatan bersih setelah dikurangi biaya operasional.
Pada kelompok UMKM, pengukuran diperlukan untuk mengetahui perubahan omzet, perluasan pasar, keberlanjutan usaha, dan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penggunaan platform digital.
Aspek lainnya adalah efek pengganda atau multiplier effect, yakni dampak aktivitas ekonomi platform terhadap sektor-sektor lain yang berkaitan dengan layanan transportasi dan pengantaran daring.
Hal tersebut menjadi penting karena aktivitas ekonomi platform tidak hanya melibatkan pengemudi dan perusahaan aplikasi, tetapi juga pedagang, penyedia barang dan jasa, serta konsumen.
Melalui penelitian ini, tim FISIP Unhas berupaya memberikan gambaran empiris mengenai kontribusi ekonomi platform sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem pendataan yang lebih komprehensif.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah, BI, BPS, dan perusahaan platform dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi digital.
Selain itu, masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam FGD akan digunakan untuk memperdalam analisis dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Penelitian ini juga diharapkan memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara perkembangan ekonomi platform, penciptaan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan, dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Dengan demikian, kontribusi ekonomi platform tidak hanya dilihat dari pertumbuhan transaksi digital, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat diukur bagi pengemudi, pelaku UMKM, dan perekonomian Sulawesi Selatan secara lebih luas.
(*)
Tags: Gojek Grab mitra ojol ojek online ojol Unhas Universitas Hasanuddin
Baca juga
- Appi Usul Ojol Dapat Relaksasi Ganjil-Genap saat Isi BBM Bersubsidi
- Mahasiswi Unhas Raih Best Hustler IndonesiaNEXT 2026, Talenta Sulsel Bersinar di Tingkat Nasional
- PT Vale Tanam Mangrove dan Lamun, Perkuat Konservasi Ekosistem Pesisir Luwu Timur
- Limbah Pasar di Makassar Hampir 11 Ton Per Hari, Libatkan Ternak Sapi Untuk Urai Sampah Organik
- HUMAN FISIP Unhas Edukasi Siswa Pulau Lae-Lae Kelola Sampah Lewat Program BASIS
