KAREBANUSA.COM, MAKASSAR – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Grab Indonesia menjajaki kontribusi platform digital terhadap perekonomian lokal melalui kuliah tamu dan penandatanganan kerja sama penelitian di Makassar, Selasa (27/10/2026).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengkaji dampak ekonomi platform digital, mulai dari peluang pendapatan mitra pengemudi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perputaran ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.

Kuliah tamu bertajuk “Multiplier Effect of On-Demand Digital Platforms” yang berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas, menghadirkan Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy, sebagai narasumber.

Dekan FISIP Unhas, Prof Dr Phill Sukri SIP MSi, mengatakan kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat pendidikan dan penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.

Menurut Sukri, perubahan aktivitas ekonomi dan sosial akibat perkembangan teknologi digital perlu dikaji melalui pendekatan akademik dan penelitian berbasis data agar menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Ia menjelaskan, kuliah tamu tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami langsung perkembangan ekonomi platform digital dari perspektif praktisi, termasuk kaitannya dengan inovasi teknologi, peluang ekonomi, dan kebijakan publik.

Kegiatan yang dipandu dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Unhas, Rizal Pauzi, itu turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Inovasi, Riset, dan Kemitraan FISIP Unhas, Andi Lukman Irwan; Ketua Tim Peneliti, Muh. Tang Abdullah; Head of Expansion Territory Grab Indonesia, Yose Tireza Arizal; serta Head of Sulawesi Region Grab Indonesia, Achmad Ferry Hardianto.

FISIP Unhas dan Grab Kaji Dampak Ekonomi Platform Digital

Kuliah tamu tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama penelitian antara FISIP Unhas dan Grab Indonesia untuk mengkaji kontribusi platform digital terhadap perekonomian lokal di Sulawesi Selatan.

Penelitian ini akan menelaah aktivitas ekonomi dalam ekosistem platform digital, khususnya peluang pendapatan mitra pengemudi, keberlanjutan usaha UMKM, serta dampaknya terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berupaya memperoleh gambaran empiris mengenai dampak ekonomi platform digital, termasuk peluang pendapatan yang tercipta dan keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan ekonomi digital berbasis bukti dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem platform.

Grab Ungkap Mayoritas Mitra Pengemudi Manfaatkan Platform sebagai Penghasilan Tambahan

Dalam pemaparannya, Tirza R. Munusamy mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen mitra pengemudi GrabBike memanfaatkan platform sebagai sumber penghasilan tambahan atau penghasilan yang diperoleh sesekali.

Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 41–42 persen mitra menjadikan aktivitas tersebut sebagai penghasilan tambahan, sedangkan 42–43 persen lainnya menggunakannya untuk memperoleh pendapatan sesekali.

Tirza menjelaskan, fleksibilitas menjadi salah satu karakteristik ekonomi platform karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penghasilan sesuai kebutuhan dan waktu yang tersedia.

Ia juga memaparkan data internal Grab tahun 2025 yang menunjukkan sekitar 50 persen mitra pengemudi sebelumnya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), tidak memiliki pekerjaan, atau tidak mempunyai sumber pendapatan.

Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana platform digital dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dengan latar belakang pekerjaan dan kondisi pendapatan yang beragam.

Ribuan Mitra Beralih Menjadi Pelaku Usaha

Selain membuka peluang pendapatan, Grab juga menjalankan program pemberdayaan untuk mendorong pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi mitra.

Dalam paparannya, Tirza menyebutkan bahwa hingga 2026 sebanyak 6.598 mitra telah beralih dari kendaraan roda dua menjadi mitra GrabCar, sementara 19.368 mitra berkembang menjadi pelaku usaha atau merchant.

Selain itu, sebanyak 4.732 mitra dan anak mitra memperoleh akses beasiswa pendidikan sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pengembangan diri dan pendidikan.

"Kami berharap mitra pengemudi ke depannya memiliki penghidupan yang lebih baik," demikian pesan dalam materi paparan Tirza, lulusan Master of Public Administration (MPA) dari Harvard Kennedy School, Harvard University.

Ia menegaskan, pengembangan ekonomi platform tidak cukup hanya berorientasi pada penciptaan peluang pendapatan, tetapi juga perlu mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi mitra.

Platform Digital Dinilai Mendorong Perputaran Ekonomi Lokal

Tirza turut menjelaskan bahwa efek berganda atau multiplier effect dari platform digital dapat terlihat melalui perluasan akses pasar bagi UMKM, kemudahan mobilitas masyarakat, dan meningkatnya keterhubungan antarpelaku ekonomi.

Keterhubungan antara mitra pengemudi, pelaku usaha, dan konsumen menjadi salah satu unsur yang mendukung aktivitas ekonomi dalam ekosistem digital.

"Di tengah tantangan lapangan kerja, ekonomi platform membuka jalan untuk berdaya," sebagaimana tertuang dalam materi presentasinya.

Melalui kuliah tamu dan penelitian bersama tersebut, FISIP Unhas dan Grab Indonesia berharap dapat memperkuat pemahaman berbasis data mengenai kontribusi ekonomi platform digital sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

(*)


Tags: ekonomi digital Fisip Unhas Grab Grab Indonesia Unhas Universitas Hasanuddin

Baca juga