Pendapatan Indosat Tembus Rp45,8 Triliun, Laba Bersih Melonjak 37,2 Persen
KAREBANUSA.COM, JAKARTA - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dengan pendapatan mencapai Rp45,8 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Peningkatan kinerja tersebut turut diikuti pertumbuhan EBITDA menjadi Rp21,1 triliun serta kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 37,2 persen YoY menjadi Rp4,9 triliun.
Capaian ini memperkuat posisi Indosat di industri telekomunikasi sekaligus menjadi modal perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pertumbuhan tersebut ditopang bisnis inti telekomunikasi yang tetap solid serta pengembangan sumber pendapatan baru melalui investasi pada infrastruktur dan solusi AI.
Indosat juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, memperkuat monetisasi layanan, dan menciptakan nilai bisnis jangka panjang.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama bagi perusahaan dalam menjalankan transformasi.
“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum," papar Vikram.
"Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya. Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata."
Ia menambahkan, Indosat terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di kancah global.
"Pada akhirnya, tujuan kami tetap sama, yaitu memberdayakan Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas," katanya.
ARPU dan Trafik Data Ikut Meningkat
Di sektor telekomunikasi, Indosat menerapkan strategi hiperpersonalisasi berbasis AI untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna sekaligus mengoptimalkan pendapatan dari layanan seluler.
Hasilnya, Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen YoY menjadi Rp46.000.
Sementara itu, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte selama sembilan bulan pertama 2026.
Pertumbuhan tersebut didukung pemanfaatan AI untuk memahami perilaku pelanggan, investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas jaringan generasi kelima atau 5G.
Kinerja bisnis konektivitas yang tetap kuat menjadi landasan bagi Indosat untuk memperluas investasi ke sektor teknologi yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Pendapatan Solusi AI Cloud Capai USD50 Juta
Selain memperkuat bisnis telekomunikasi, Indosat mulai mengandalkan solusi AI dan layanan komputasi awan atau cloud sebagai sumber pertumbuhan baru.
Pendapatan solusi Indosat AI Cloud tercatat mencapai USD50 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, melampaui pendapatan sebesar USD28 juta yang dibukukan selama 2025.
Perusahaan memperkirakan pendapatan tersebut dapat mencapai USD100 juta hingga akhir 2026, seiring meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud.
Capaian ini menunjukkan bahwa investasi teknologi mulai memberikan kontribusi komersial bagi perusahaan, sekaligus membuka peluang diversifikasi pendapatan di luar bisnis telekomunikasi konvensional.
Indosat juga mengembangkan ekosistem AI terintegrasi atau AI full-stack yang mencakup konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.
Pengembangan ekosistem tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pemanfaatan AI di Indonesia maupun pasar global.
Perkuat Infrastruktur AI dan Layanan Korporasi
Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Indosat memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer melalui RAIA Grid sebagai tulang punggung konektivitas yang menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan teknologi.
Di sisi lain, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).
Kombinasi infrastruktur konektivitas dan komputasi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengakses, menerapkan, dan mengembangkan solusi AI sesuai kebutuhan bisnis mereka.
Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5 untuk memperluas akses perusahaan terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan layanan terintegrasi.
Solusi tersebut dirancang untuk membantu pelanggan korporasi mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas adopsi teknologi secara lebih terukur.
Indosat menyebut perusahaan teknologi global juga mulai menjadi pelanggan layanan tersebut, sehingga investasi AI yang dilakukan perusahaan dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis baru.
Melalui penguatan bisnis telekomunikasi dan pengembangan ekosistem AI terintegrasi, Indosat berupaya menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus mendukung transformasi digital pelaku usaha di Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital di tingkat regional maupun global.
(*)
Tags: AI Indosat 2026 EBITDA Indosat Indosat Ooredoo Hutchison IOH kinerja keuangan Indosat Vikram Sinha
Baca juga
- IM3 Platinum Plus Tawarkan Bundling iPhone 18 Pro: Kuota 175 GB, Cicilan Mulai Rp 499 Ribu
- Jaringan 5G Indosat Cover Seluruh Daratan Makassar, Hadirkan Promo Wifi Rumah Hanya Rp 899 Ribu
- Indosat Perkenalkan Paket Data IM3 Istimewa di Makassar: Rollover Kuota hingga 12 Bulan dan Bebas Roaming 7 Negara
- RUPSLB Indosat Setujui Perpanjangan Masa Jabatan CEO Vikram Sinha, Perkuat Transformasi Berbasis AI
- Kemkomdigi Gandeng Indosat Bersama UGM dan NVIDIA Resmikan Pusat AI Pertama Berbasis Universitas di Indonesia
