Selama triwulan ini, PT Vale memproduksi 16.922 metrik ton (t), naik signifikan sebesar 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumn
Kenaikan ini dikarenakan PT Vale telah menyelesaikan pembangunan kembali Furnace 4 tahun lalu.
Produksi pada 1T23 masing-masing sekitar 4 persen dan 21 persen lebih tinggi dibandingkan dengan produksi pada 4T22 dan 1T22.
Proyek HPAL Blok Pomalaa akan mengolah bijih Nikel yang dipasok oleh PT Vale Indonesia dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP)
“Kinerja Tanur 1, Tanur 2, dan Tanur 3 berada di atas anggaran untuk tahun 2022," kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT Vale.