AXA Mandiri Syariah Kenalkan Fitur Baru, Permudah Nasabah di Sulsel Berwakaf
Chief of Shatia AXA Mandiri, Srikandi Utami (kiri) saat memberikan penjelasan tentang fitur Wakaf di Makassar KAREBANUSA.COM, Makassar – PT AXA Mandiri Financial Services
(AXA Mandiri) meluncurkan fitur Wakaf untuk memfasilitasi nasabah berwakaf
melalui produk Asuransi Jiwa Syariah. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk
berwakaf melalui produk asuransi jiwa syariah yang akan memberikan keberkahan
bagi nasabah, sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi sesama.
Fitur ini diluncurkan di Jakarta, 13 Mei lalu. Memanfaatkan
momen Ramadhan, AXA Mandiri unit Syariah melakukan sosialisasi ke empat kota
lainnya di Indonesia. Setelah di Bandung dan Surabaya, AXA Mandiri unit Syariah
memperkenalkan fitur baru ini kepada nasabah dalam sesi Customer Gathering di
Four Points by Sheraton, Senin (20/5/2019).
Chief of Sharia AXA Mandiri, Srikandi Utami, mengatakan
bahwa pihaknya melirik pasar Makassar karena keyakinan bahwa warga Makassar
adalah orang-orangyang taat beragama.
“Kami hadir memberikan satu solusi tambahan kepada orang-orang
yang sangat konsern tersebut dengan adanya produk asuransi syariah dan fitur Waqaf
ini bisa membantu untuk meningkatkan amal ibadah mereka,” kata Srikandi.
Srikandi menjelaskan bahwa asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong
antar sesama peserta melalui dana hibah.
Ditambahkan bahwa solusi perlindungan dengan alokasi dana
untuk Wakaf memiliki tiga kelebihan utama yakni memberikan manfaat asuransi
yang menyeluruh, memaksimalkan perencanaan keuangan yang tepat untuk memastikan
manfaat perlindungan bagi keluarga/ahli waris di masa depan, serta menyediakan
fitur wakaf secara sistematis untuk membantu sesama sesuai dengan prinsip
syariah.
“Nah, AXA Mandiri unit Syariah didukung oleh lembaga wakaf
yang terpercaya di Indonesia yakni Dompet Dhuafa dan Mandiri Amal Insani untuk
mengelola dan menyalurkan dana wakaf para nasabah dan menghibahkan sebagian
manfaatnya untuk kesejahteraan umat, khususnya dalam inisiatif pembangunan
Masjid, Rumah Sakit serta tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang
kurang mampu,” katanya.
“Dana Wakaf AXA Mandiri unit Syariah akan dikelola secara
amanah dan profesional dengan diawasi oleh Badan Wakaf Indonesia untuk
memberikan kepercayaan lebih dan memastikan dana yang diwakafkan bermanfaat
secara optimal dan berkelanjutan. Melalui fitur Wakaf ini, nasabah memiliki
pilihan dalam mempersiapkan keuangan untuk masa depan serta menjalankan ibadah
amal jariyah,” jelasnya.
Misalnya, kata Srikandi, Jadi misalnya nasabah mau ambil Solusi
Perlindungan Jiwa Syariah ditempelkan dengan waqafnya. Jadi ketika nasabah
mengambil program ini, dan tanpa diminta-minta, nasabah meninggal dunia karena
sakit atau kecelakaan, maka maksimal 45 persen dari santuann asuransi meninggal
dunia tersebut dapat ditawarkan. Kemudian ada juga keluar manfaat investasi.
“Maka di sini kami memberikan kesempatan kepada nasabah
maksimum 30 persen dari hasil investasi tersebut bisa diwaqafkan. Berarti sisanya
adalah untuk ahli waris,” papar Srikandi.
Selain dapat berwakaf, Wakif juga tetap dapat menerima santunan
asuransi. Nasabah dapat memperoleh produk ini melalui jalur distribusi AXA
Mandiri unit Syariah melalui perbankan (bancassurance) di seluruh cabang Bank
Syariah Mandiri.
Produk asuransi syariah ini bisa dipasarkan tidak hanya
kepada nasabah Bank Syariah Mandiri yang berjumlah sekitar 5,5 juta orang tapi
juga masyarakat umum. Didukung oleh 765 kantor cabang di seluruh Indonesia,
Bank Syariah Mandiri siap menjadi mitra yang menghubungkan produk AXA Mandiri
unit Syariah dengan nasabahnya, sebagaimana yang telah berlangsung selama
beberapa tahun terakhir.
Selain berkomitmen untuk mengembangkan produk asuransi
syariah, AXA Mandiri unit Syariah juga secara berkelanjutan melakukan literasi
dan edukasi mengenai manfaat asuransi syariah kepada masyarakat.
Berdasarkan survei terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di
tahun 2016, tingkat literasi asuransi syariah baru mencapai 2,5 persen dari 8
persen masyarakat yang sudah terliterasi keuangan syariah secara keseluruhan.
Temuan ini menunjukan literasi keuangan syariah di sektor perasuransian masih
terbilang rendah dan menjadi tantangan dalam peningkatan produk dan layanan
keuangan di Indonesia khususnya asuransi syariah.
Untuk Indeks Literasi Keuangan Syariah di Sulawesi Selatan
sendiri tercatat sebesar 6,2 persen atau tertinggi ketiga untuk provinsi di
Pulau Sulawesi. Sementara untuk tingkat inklusi keuangan syariah, Provinsi
Sulawesi Selatan mencatatkan nilai tertinggi yakni 14,5 persen di Pulau
Sulawesi. Dengan fakta tersebut, potensi inklusi keuangan syariah di Sulawesi
Selatan masih sangat besar untuk terus dikembangkan.(and)
Baca juga
- Universitas Bosowa Lanjutkan Benchmarking Global ke Radboud University Belanda
- MIWF 2026: Petakan Kolaborasi Literasi Prancis-Indonesia
- 16 Lapak di Lahan Fasum Kampung Barawajah Panakkukang Ditertibkan
- Pemkot Makassar Perkuat Dukungan untuk MIWF 2026, Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Budaya
- 178 Lapak di Mariso Ditertibkan, Berdiri di Lahan Fasilitas Umum Selama 53 Tahun, Pemilik Proaktif

